Sabtu, 17 November 2018
Dewi di posko evakuasi Basarnas, JICT 2, Tanjung Priok. (Diah/era.id)
08 November 2018 17:22 WIB

Keluarga Masih Berharap Bisa Lihat Jasad Korban Lion Air

Ini kisah Dewi, mencari jasad suaminya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tak surut ketangguhan Dewi untuk mencari sang suami, Rudi Lumbantorwan adalah salah satu dair 189 korban jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang.

Dewi datang ke Posko evakuasi Basarnas yang berada di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan harapan suaminya ditemukan. Sebab, hingga kini keberadaan jasad suaminya belum teridentifikasi di tim identifikasi RS Polri, Jakarta Timur.

Baca Juga : Duka Korban Lion Air

Wanita itu mendatangi posko Basarnas karena sebelumnya ia melihat di sebuah tayangan media, selembar sertifikat milik suaminya yang ditemukan dalam proses pencarian beberapa waktu lalu.


Baca Juga : Kisah Intan Berdiri Sendiri dengan Baju Pengantin

"Saya mau nanya, apakah ada barang-barang milik suami saya yang ditemukan karena sampai saat ini dia belum teridentifikasi. Lalu Basarnas mengonfirmasi telah menemukan buku tabungan atas nama dia," tutur Dewi di lokasi, Kamis (8/11/2018).

Namun, Dewi tidak bisa melihat barang milik suaminya itu di posko ini, karena semua barang temuan milik korban telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Polri.

Kepada Dewi, Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman menjelaskan, barang milik suaminya itu telah berada di DVI Polri dan sedang digunakan sebagai alat bantu dalam proses identifikasi.

Baca Juga : Tabur Bunga, Keluarga Korban Lion Air Menangis dan Pingsan

Mendengar itu, raut muka Dewi jadi lesu. Namun, ia masih mencari kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa membawanya untuk cepat bertemu dengan jasad suaminya itu. Kepada Hendra, ia bertanya apakah Basarnas juga menemukan laptop milik suaminya atau tidak.

"Dia nanya, ada nemuin laptopnya atau enggak. Ya, enggak tahu kita, kalau seandainya kita temuin di dasar pasti kita angkat. Nah, kebetulan kita serahin ke DVI ada buku tabungan atas nama itu, dan itu udah kita serahkan ke DVI, sudah lama," ujar Hendra kepada wartawan.

Dari Posko Basarnas, Dewi pun pulang dengan tangan hampa. Dalam benaknya, ia mengingat ucapan terakhir suaminya yang meminta untuk dijemput di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Namun nyatanya, ia harus menjemput suaminya yang bahkan belum ditemukan di Jakarta Saat ini.


Dewi saat menghadiri acara tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat. (Diah/era.id)

Untuk kamu tahu, di acara doa bersama dan penaburan bunga oleh keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP pada Selasa (6/11) lalu, menggema tangis seorang wanita, ketika melihat deburan ombak laut di titik jatuhnya pesawat nahas tersebut.

Wanita itu adalah Dewi. Dalam tangisannya, ia berdoa kepada tuhan agar bisa bertemu dengan orang yang paling ia cinta, meskipun hanya jasadnya.

"Tunjukkan keberadaan dia tuhan agar bisa kami bawa pulang. Ketika rindu kami bisa mengunjunginya tuhan. Jangan biarkan kami pulang dengan tangan kosong. Tenanglah kau bersama tuhan di surga," ucap dia disertai isakan tangis.

Baca Juga : Tabur Bunga untuk Korban Lion Air
 

Tangan lemasnya mengambil bunga dari keranjang untuk ditabur. Sambil menangis, ia berharap tuhan mendengar dan menguatkan dirinya.

"Aku berjanji tuhan akan membesarkan anak kita sesuai dengan kehendakmu tuhan, kehendakmu pak. Minta tolong kepada tuhan supaya aku mampu menghadapinya, mampu melalui semua," isaknya.

Sebenarnya, tak hanya Dewi yang menangis histeris di acara itu. Bahkan, ada juga sejumlah keluarga korban tak mampu menguatkan dirinya sehingga jatuh pingsan.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Bagus Santosa
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 November 2018 21:18 WIB

Gaet Milenial, Erick Thohir Luncurkan Jokowi App

Aplikasi khusus berisikan informasi menarik terkait pemilu dan Jokowi-Ma'ruf Amin
megapolitan
17 November 2018 20:46 WIB

Galang Dana, Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Jual Merchandise

Pernak-pernik ini buat gaet pemilih milenial
Nasional
17 November 2018 20:20 WIB

Indonesia Bakal Alami Kemunduran Bila Berpolitik SARA

Indonesia akan mundur 90 tahun ke belakang kalau terus menggunakan isu SARA
Nasional
17 November 2018 19:24 WIB

Kubu Jokowi: Poster 'Jokowi Raja' Bukan Kebijakan Tim Kampanye

Timses tak pernah mengusulkan untuk membuat atribut kampanye seperti itu
Wisata
17 November 2018 19:22 WIB

Melihat Kembali Surat-Surat Tokoh Pendiri Bangsa

Kamu bisa melihatnya di Muesum Nasional Jakarta, sampai 22 November