Minggu, 26 Januari 2020
Wapres Jusuf Kalla dalam sebuah acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).
14 November 2018 14:56 WIB

Wapres: Pengawasan Dana Desa Harus Diperketat

Harusnya dana desa jangan hanya untuk infrastruktur, tapi juga masalah pertanian
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pengawasan terhadap penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur harus diperketat.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun anggaran 2018. 

Acara ini dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa-PDTT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo serta para peserta yang merupakan pejabat desa.

Dalam pidatonya, Kalla meminta agar Kemendesa PDTT memperhatikan kualitas dari infrastruktur menggunakan dana desa. Dia bercerita, jika ia pernah mengunjungi satu desa di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk mengecek pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana desa.


Baca Juga : 'Desa Siluman': Dituding Menkeu, Dibantah Mendes PDTT

"Saya periksa jalannya, hanya 600 meter biayanya hampir Rp400 juta. Kemudian saya ambil bambu, saya korek sedikit saja sudah muncul batu-batunya. Aspalnya tipis sekali ternyata batunya banyak," ungkapnya di hadapan peserta acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).


Wapres Jusuf Kalla dalam sebuah acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Aspal yang tipis ini, dinilai Kalla bisa cepat rusak jika terus menerus dilalui kendaraan bermotor. Sehingga berdasarkan pengalaman ini, dia meminta pengawasan semakin diperketat. 

Selain pengawasan, Kalla juga meminta adanya pendampingan dari Kemendesa PDTT dan meminta Kemendagri untuk mengatur sistem organisasi yang sesuai untuk aparatur desa.

"Jadi ada dua hal yang intinya memang harus selalu kita sinkronkan. Bagaimana pengaturan program dilakukan oleh Kementerian Desa tapi melewati sistem yang ada," kata Kalla.

Selain itu, Kalla juga minta agar dana desa tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Ia meminta dana desa dapat dimanfaatkan untuk membangun pertanian bernilai tinggi.

"Apakah kopi, cokelat, buah-buahan, hortikultura dan sebagainya. Jangan hanya mengandalkan padi," ujarnya.

"Karena itulah dana desa dapat digunakan untuk membeli bibit yang baik kemudian dibagikan pada masyarakat bibit unggul untuk buah-buahan, kopi, cokelat, dan sebagainya agar pendapatan masyarakat lebih baik agar mereka tidak meninggalkan pedesaan menuju kota," imbuh politikus Partai Golkar ini.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
26 Januari 2020 18:08 WIB

VIDEO: Yang Muda yang Menjaga Tradisi Tato Mentawai

Kami mencoba langsung membuat tato dengan metode hand tapping
Lifestyle
26 Januari 2020 17:19 WIB

Tren Mobil Diesel Masih Berumur Panjang

"Diesel tidak akan hilang"
megapolitan
26 Januari 2020 15:27 WIB

Akhirnya Warga Jakarta Punya Wagub!

Hore, Anies enggak jomblo lagi~
Internasional
26 Januari 2020 15:03 WIB

Kembalinya Bibi Kim Jong Un Setelah Enam Tahun Menghilang

Pertanyaannya kemana aja selama ini? Hmm jangan-jangan...
Nasional
26 Januari 2020 14:19 WIB

Menjadi Objek Seni Rajah Tubuh dari Mentawai

Sore itu, kami berkesempatan merasakan seni rajah tubuh (Tato) dari Mentawai