Jumat, 22 November 2019
Wapres Jusuf Kalla dalam sebuah acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).
14 November 2018 14:56 WIB

Wapres: Pengawasan Dana Desa Harus Diperketat

Harusnya dana desa jangan hanya untuk infrastruktur, tapi juga masalah pertanian
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pengawasan terhadap penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur harus diperketat.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun anggaran 2018. 

Acara ini dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa-PDTT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo serta para peserta yang merupakan pejabat desa.

Dalam pidatonya, Kalla meminta agar Kemendesa PDTT memperhatikan kualitas dari infrastruktur menggunakan dana desa. Dia bercerita, jika ia pernah mengunjungi satu desa di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk mengecek pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana desa.


Baca Juga : 'Desa Siluman': Dituding Menkeu, Dibantah Mendes PDTT

"Saya periksa jalannya, hanya 600 meter biayanya hampir Rp400 juta. Kemudian saya ambil bambu, saya korek sedikit saja sudah muncul batu-batunya. Aspalnya tipis sekali ternyata batunya banyak," ungkapnya di hadapan peserta acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).


Wapres Jusuf Kalla dalam sebuah acara di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Aspal yang tipis ini, dinilai Kalla bisa cepat rusak jika terus menerus dilalui kendaraan bermotor. Sehingga berdasarkan pengalaman ini, dia meminta pengawasan semakin diperketat. 

Selain pengawasan, Kalla juga meminta adanya pendampingan dari Kemendesa PDTT dan meminta Kemendagri untuk mengatur sistem organisasi yang sesuai untuk aparatur desa.

"Jadi ada dua hal yang intinya memang harus selalu kita sinkronkan. Bagaimana pengaturan program dilakukan oleh Kementerian Desa tapi melewati sistem yang ada," kata Kalla.

Selain itu, Kalla juga minta agar dana desa tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Ia meminta dana desa dapat dimanfaatkan untuk membangun pertanian bernilai tinggi.

"Apakah kopi, cokelat, buah-buahan, hortikultura dan sebagainya. Jangan hanya mengandalkan padi," ujarnya.

"Karena itulah dana desa dapat digunakan untuk membeli bibit yang baik kemudian dibagikan pada masyarakat bibit unggul untuk buah-buahan, kopi, cokelat, dan sebagainya agar pendapatan masyarakat lebih baik agar mereka tidak meninggalkan pedesaan menuju kota," imbuh politikus Partai Golkar ini.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 22:36 WIB

What's On Today, 22 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita.
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi