Jumat, 05 Juni 2020
David Patrick bersama istri dan anak (NBC News)
19 Mei 2020 10:50 WIB

Rumah Sakit Tutup, Suami Bantu Istri Melahirkan di Pinggir Jalan

Sungguh suami siaga
Bagikan :
Kentucky, era.id - Sarah Rose tak pernah menyangka  akan melahirkan anak ketiganya di pinggir jalan setelah mendapati rumah sakit tujuannya terkunci rapat. Dia dibantu suami, David Patrick akhirnya ia melahirkan anak ketiga yang diberi nama Navi Patrick.

Diberitakan oleh NBC News, Selasa (18/5/2020). pada malam 9 Mei 2020, jadwal ini lebih cepat satu minggu dari jadwal seharusnya yakni 17 Mei 2020. Tepat jam 01:00 dini hari waktu setempat, Sarah mengalami kontraksi hebat. Dia membangunkan suaminya agar bisa diantarkan ke rumah sakit.

“Dia membangunkan saya pada Sabtu, jam 1 dini hari dan mengatakan bahwa dia telah mondar-mandir di kamar tidur dan lantai kamar mandi selama beberapa jam terakhir,” kata David.

Mereka pun bergegas menuju ke Baptist Health Louisville, sebuah rumah sakit yang letaknya tak jauh dari kediaman mereka. Bahkan akibat kemajuan tanggal lahiran itu, mereka terpaksa meninggalkan kedua anaknya, Hadassah yang berusia 3 tahun dan Asher yang baru berusia 1 tahun di tempat kakek dan neneknya.

Ketika mereka mencoba menahan rasa panik dan gelisah selama di perjalanan, kontraksi yang terjadi pada Rose kian kuat dan tak tertahankan lagi. Sayangnya saat tiba di rumah sakit, kenyataan pahit harus mereka dapatkan. Pintu rumah sakit itu terkunci rapat.

“Pintu pertama terbuka, tetapi pintu kedua terkunci. Saya memberi tahu istri saya, 'Kita harus kembali ke mobil dan pergi ke ruang gawat darurat karena kita tahu mereka akan terbuka,'” lanjut David.

Tetapi belum juga sampai di mobil, air ketuban Rose pecah. Dia tak sanggup lagi berjalan ditengah kesakitannya. David memutuskan untuk menghubungi 911 agar mendapat bantuan medis. Namun kondisi yang terjadi justru di luar dugaan. Rose melahirkan di pinggir jalan.

Sambil menelfon petugas medis, David diarahkan untuk melepas celana dalam istrinya dan bersiap menyambut kelahiran putra ketiganya.

“Saya berkata kepada operator, 'Saya melihat kepala anak saya. Dalam 5 atau 10 detik, seluruh tubuhnya terlepas seperti ikan basah,” kenang David di malam penuh menegangkan itu.

Petugas di sambungan telepon pun membimbing David agar segera membersihkan wajah dan mulut bayinya. Kemudian, dia diminta untuk mengikat tali pusar bayinya, yang tak pernah terbayang sedikit pun olehnya.

Sayangnya, saat David mencoba mencari kain untuk mengikat tali pusar anaknya, dia tidak menemukan kain kecil untuk mengikatnya. Sehingga saat kembali ke Rose, istrinya memberikan masker wajah yang dia pakai untuk menginat tali pusar anaknya.

Secara bersamaan ambulan dan petugas medis dari Baptist Health Louiseville tiba membantu keluarga kecil itu. Meski terlambat, namun setidaknya istri dan bayinya tak lagi kedinginan di jalanan. Sungguh perjuangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Rose dan David selama hidupnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Nurul Tryani
Editor : Vessy Dwirika Frizona
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU