Minggu, 31 Mei 2020
Indadari Mindrayanti (era.id)
04 November 2019 15:50 WIB

Biar Enggak Dibilang Radikal, Wanita Bercadar Harus 'Kriuk'

"Jadi niqabi itu harus 'kriuk', harus humble,"
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengkaji pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintahan. Meski masih sekadar wacana, namun pernyataan Menag menuai kontroversi.

"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab (cadar), tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," ujar Fachrul beberapa waktu lalu.

Menanggapi wacana dari menteri agama tersebut, pendiri komunitas Niqab Squad Indonesia, Indadari Mindrayanti mengaku prihatin. Dia berharap pemerintah mempertimbangkan lagi sebelum benar-benar menetapkan aturan tersebut.


Indadari Mindrayanti (era.id)


Baca Juga : BNPT Tegaskan Radikalisme Tak Dilihat dari Outfit

"Memang terbaca sekali ya, dari omongan soal radikalisme, kini sudah menyangkut ke outfit. Saya yakin pasti ada solusi yang lebih bijak dari pemerintah tentang pelarangan ini," ujarnya saat ditemui era.id, pekan lalu.

Baca Juga: Ramai Larangan Bercadar, Jangan Judge Orang dari Pakaiannya

Ia pun menentang bila tindakan seseorang hanya dinilai dari penampilannya. Menurutnya, penampilan tidak selalu merepresentasikan deologi dan pemikiran seseorang.

"Kalau kita lihat orang berdasi, apa orang tersebut langsung kita cap koruptor? Kan enggak. Saya rasa untuk pakaian, tidak akan membahayakan orang lain sampai harus ada pelarangan seperti itu," sambungnya.

Namun ia tak memungkiri ada sebagian niqabi (perempuan bercadar) yang memang terkesan tertutup dan kurang terbuka dengan orang sekitarnya. Untuk itu, wanita 36 tahun ini punya cara tersendiri.

"Jadi niqabi itu harus 'kriuk', harus humble, kita di Niqab Squad selalu bilang harus ramah dan jangan sombong, jangan lebay," katanya.

Indadari juga menyatakan belum pernah bertemu dengan para niqabi yang bekerja di pemerintahan. 'Setahu saya belum ada ya, belum pernah ada kayanya," ucapnya.
 
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU