Kamis, 18 Juli 2019
Ilustrasi (Pixabay)
21 Desember 2018 08:30 WIB

Kebiasaan Makan Mi Instan Berujung Kanker

Berikut kami paparkan cerita dari penyintas kanker yang konsumsi mi dari tahun 1975
Bagikan :


Jakarta, era.id - Yasin (70 tahun) adalah seorang penyintas kanker. Dirinya tak menyangka bahwa kebiasaan makan mi instan ternyata berujung kanker. Dilansir dari Antara, Jumat (21/12/2018), dia bercerita tentang penyebab kankernya itu.

"Saya ini bolak-balik sakit maag sejak duduk di bangku SMA pada tahun 1967. Saya biasanya muntah-muntah. Tapi, maag saya semakin parah di tahun 2016. Setelah didiagnosis oleh dokter, ternyata saya terkena kanker stadium 2 yang mendekati 3.2 B," ungkap Susie saat ditemui dalam acara Cancer Information and Support Center (CISC) di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Ketika itu tahun 1973, sambungnya, sedang tren mi instan. Dirinya mengaku bahwa intesitas mengonsumsi mi instan meningkat sejak dirinya menikah pada tahun 1975.

"Saya makan mi instan itu bisa empat kali dalam sebulan. Dan saya ini juga suka pedas. Jadi, makan mi instan ditambahkan potongan cabe," ujar Susie.


Baca Juga : Apakah Kamu Tahu, Kecoak Sekarang Sulit Dibunuh?

Dua tahun lalu, lanjutnya, tepatnya Juli tahun 2016, dirinya menjalankan terapi. Begitu ditemukan kelainan dalam usus saya, langsung dioperasi oleh dokter.

"Setelah itu, saya melakukan kemo yang dimulai dari Agustus tahun 2016 hingga Januari tahun 2017. Total proses cure itu adalah enam kali kemoterapi. Dan Ca (cancer) marker atau penanda kanker saya yang tadinya 2 lebih sekarang menjadi 1,3 lebih," tutur Susie.

Ca marker atau penanda kanker jika semakin rendah itu semakin baik. Bahkan, jika angkanya mendekati nol berarti kankernya sudah tidak terdeteksi lagi. Maka, pengobatan yang dilakukan itu efektif. Saat ini, sambungnya, dirinya hidup seperti biasanya dan menikmati hidup.

"Saat ini saya lebih banyak mengonsumsi protein hewani dari ikan karena saya penyuka ikan. Selain itu, saya juga makan tahu dan tempe. Saya juga banyak mengonsumsi makanan yang dengan kandungan antioksidan tinggi," ujanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Bagus Santosa
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 Juli 2019 21:11 WIB

Mencari Tahu Efek Psikologis dari Lagu di Lampu Merah Depok

Kata Wali Kota Depok, lagu ini bisa mengatasi stres ketika macet, benar gak ya?
Nasional
17 Juli 2019 20:37 WIB

Alasan Tim Teknis Pengusutan Kasus Novel Baswedan Dibentuk

Apa bedanya sama tim pencari fakta yang sudah dibentuk? Simak penjelasannya
Nasional
17 Juli 2019 20:15 WIB

Buntut Panjang Unggahan YouTuber Jadi Persoalan Serius

Mungkin kritik dan saran bisa lebih diterima dengan terbuka~
Lifestyle
17 Juli 2019 20:11 WIB

Ulasan Stuber-Evolusi Film Bergaya Buddy Cop

Film buddy cop selalu punya penggemar. Bagaimana dengan Stuber?
Nasional
17 Juli 2019 19:35 WIB

Garuda Indonesia Harus Tahan Kritik

Kritik dan masukan harusnya jadi perbaikan, bukannya malah melaporkan konsumen~