Kamis, 18 Juli 2019
Gojek (Istimewa)
09 Januari 2019 17:49 WIB

Gojek Ditolak di Filipina

Masalah kepemilikan asing jadi kendala ekspansi gojek
Bagikan :


Jakarta, era.id - Regulator transportasi Filipina menolak Go-Jek Indonesia untuk meluncurkan layanan ride-hailing di negara itu karena masalah kepemilikan asing, kata pejabat pemerintah, Rabu (9/1/2019).

Reuters melaporkan, langkah ini menyulitkan rencana Go-Jek untuk memperluas pasar ride-hailing di Asia Tenggara yang saat ini didominasi oleh saingannya Grab, yang berbasis di Singapura.

Departemen regulasi transportasi darat Filipina, Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) menolak pengajuan anak perusahaan Go-Jek untuk menjadi layanan ride-hailing terbaru di Filipina, kata ketua regulator, Martin Delgra.

Unit Go-Jek, Velox Technology Philippines Inc disebut "Tidak memenuhi persyaratan kewarganegaraan dan aplikasi tersebut tidak diverifikasi sesuai dengan aturan kami," kata Delgra.


Baca Juga : Ucapan Selamat Jokowi untuk Go-Jek

Konstitusi Filipina membatasi kepemilikan asing hingga 40 persen untuk industri tertentu.

"Jika mereka ingin naik banding. Itu adalah pilihan mereka," ujar Delgra, menambahkan bahwa Grab tetap menjadi perusahaan ride-hailing terbesar di Filipina.

Menurut regulator, Velox sepenuhnya dimiliki oleh Go-Jek, sementara Grab, melalui unit lokalnya MyTaxi.PH Inc., mematuhi batasan kepemilikan asing.

Juru bicara untuk Go-Jek, yang investornya antara lain Tencent Holdings Ltd dan JD.com Inc, mengatakan mereka terus "terlibat secara positif dengan LTFRB dan lembaga pemerintah lainnya, karena kami berupaya memberikan solusi transportasi yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Filipina."

Dimulai pada 2011 di Jakarta, Go-Jek telah berevolusi dari layanan ride-hailing menjadi aplikasi satu atap di mana pelanggannya dapat melakukan pembayaran online dan memesan semuanya dari mulai dari bahan makanan hingga layanan pijat.

Tahun lalu, Go-Jek mengatakan akan menginvestasikan 500 juta dolar AS untuk memasuki Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina, setelah Uber Technologies Inc mencapai kesepakatan untuk menjual operasinya di Asia Tenggara kepada Grab.

Go-Jek memulai peluncuran uji coba di beberapa wilayah Singapura pada November dan berinvestasi secara agresif karena lebih dari 640 juta konsumen di Asia Tenggara menggunakan ponsel pintar untuk berbelanja, bepergian, dan melakukan pembayaran.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 Juli 2019 21:11 WIB

Mencari Tahu Efek Psikologis dari Lagu di Lampu Merah Depok

Kata Wali Kota Depok, lagu ini bisa mengatasi stres ketika macet, benar gak ya?
Nasional
17 Juli 2019 20:37 WIB

Alasan Tim Teknis Pengusutan Kasus Novel Baswedan Dibentuk

Apa bedanya sama tim pencari fakta yang sudah dibentuk? Simak penjelasannya
Nasional
17 Juli 2019 20:15 WIB

Buntut Panjang Unggahan YouTuber Jadi Persoalan Serius

Mungkin kritik dan saran bisa lebih diterima dengan terbuka~
Lifestyle
17 Juli 2019 20:11 WIB

Ulasan Stuber-Evolusi Film Bergaya Buddy Cop

Film buddy cop selalu punya penggemar. Bagaimana dengan Stuber?
Nasional
17 Juli 2019 19:35 WIB

Garuda Indonesia Harus Tahan Kritik

Kritik dan masukan harusnya jadi perbaikan, bukannya malah melaporkan konsumen~