Kamis, 21 November 2019
Menkumham Yasonna Laoly dan Kepala BNPT Suhardi Alius. (Bule/era.id)
31 Mei 2018 12:46 WIB

Berantas Terorisme, BNPT-Kemenkumham Bertukar Data

Bersatu lawan penyebaran paham radikal
Bagikan :


Jakarta, era.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menggelar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penanggulangan terorisme di kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2018).

Salah satu isi MoU ini mengembangkan kerja sama pertukaran data imigrasi untuk menjadi landasan BNPT mengambil keputusan.

"Kita punya daftarnya, kita punya datanya. Jadi ketika masuk Indonesia kita bisa tangkal. Kedua warga binaan kita kelola dengan baik. Sipir juga kita latih," tutur Kepala BNPT Suhardi Alius di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2018).

Suhardi berharap para returnees atau warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah--setelah bergabung dengan ISIS--bisa dilacak lebih mudah. Pasalnya, BNPT telah memberikan semua data itu ke Kemendagri, sehingga seluruh aparat pemerintah mulai dari pusat sampai ke tingkat desa, bisa terus memantau dan memberikan laporan terkait kegiatannya.


Baca Juga : VIDEO: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris

Baca Juga : Menguliti Makna Terorisme dalam Film The Matrix

"Mindset mereka sudah sangat radikal. Bukan hanya kepada orang tua tapi juga ke anak-anak. Di sini lah kita bekerja sama dengan Kemenkumham. Kami minta data, jadi kita tahu sebaran mereka di mana saja," lanjut Suhardi.

Menanggapi itu, Menkumham Yasonna Laoly juga mendukung konsep, gerakan, sistem, dan pola penanggulangan terorisme yang telah dijalankan BNPT. "Ini memperkuat BNPT, kami yang bertanggung jawab menangani napiter tentu tidak dapat bekerja sendiri," ujar Yasonna.

Yasonna berharap sinergitas ini dapat memberikan pendekatan baru dan pelayanan terhadap napiter, mantan napiter, mantan teroris, keluarga, dan jaringannya, agar bersih dari paham radikalisme dan terorisme.

Baca Juga : Radikalisme di Kampus, BNPT Gandeng Kemenristekdikti


(Ilustrasi/era.id)
Bagikan :

Reporter : Jafriyal
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 November 2019 22:45 WIB

What's On Today, 20 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita
Nasional
20 November 2019 20:03 WIB

Eks Napi Korupsi Masih Dilarang Ikut Pilkada 2020, KPU?

Larangan eks napi Korupsi ikut Pilkada dianggap kuno oleh Mendagri
megapolitan
20 November 2019 19:35 WIB

Kartu Pedagang, Solusi Tekan Harga Beras ala Pemprov DKI

Naik Transjakarta dan MRT gratis, pedagang jangan naikkin harga lagi ya..
Nasional
20 November 2019 19:07 WIB

Jadi Ketua KPK, Irjen Firli Tetap Pakai 'Seragam' Polisi

Tak harus resign, cuma lepaskan jabatan
Nusantara
20 November 2019 18:53 WIB

Warga Ternate Tinggalkan Tenda Pengungsian Pascagempa M 7,1

39 rumah mengalami rusak ringan