Sabtu, 24 Agustus 2019
Teror di Riau (Foto: Istimewa)
17 Mei 2018 16:39 WIB

Usul DPR Melawan Propaganda Al Fatihin

Melawan propaganda dengan propaganda
Bagikan :


Jakarta, era.id - Versi digital edisi kesepuluh surat kabar Al Fatihin beredar luas di masyarakat. Selain digunakan sebagai propaganda terkait aksi-aksi terorisme, surat yang sejatinya diedarkan terbatas itu juga berisi ujaran kebencian terhadap kelompok-kelompok bertentangan.

Berdasarkan penelusuran tim era.id, surat kabar 14 halaman tersebut beredar dalam bentuk file berekstensi PDF. Di dalamnya terdapat pemberitaan mengenai serangan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok dan serangan bom bunuh diri di Surabaya, pada Minggu (13/5).

Baca Juga : BIN Telusuri Surat Kabar Al Fatihin Pro ISIS

Terkait itu, anggota Komisi I DPR, Bobby Rizaldi mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah terkait propaganda para teroris itu. Caranya, pemerintah harus membentuk sebuah tim kontra narasi di dalam struktur institusi penegak hukum, baik itu polisi, TNI, BNPT atau bahkan BIN.


Baca Juga : 7 Anak Teroris Diserahkan ke Kemensos

Tim tersebut, kata Rizaldi sangat penting untuk melawan propaganda para teroris. Apalagi, di era perkembangan media yang begitu pesat, sebaran propaganda dapat dilakukan dengan cara lebih mudah, cepat, dan luas.

"Tim yang bertugas melakukan kontra narasi terhadap propaganda negatif," kata Rizaldi saat dihubungi era.id di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

"Jadi, bukan hanya deteksi, tutup situs, bredel pencetaknya, tapi upaya kontra naratif yang konsisten, beragam format, agar mempersempit gerakan-gerakan radikal tersebut," tambahnya.

Menurut Politikus Golkar itu, langkah pemerintah membentuk cyber monitoring sejatinya sudah tepat. Namun, dukungan tim kontra narasi itu akan mengoptimalkan langkah pemerintah dalam menanggulangi terorisme.

"Ini memerlukan upaya khusus, terorganisir dengan kemampuan intelektual tinggi," tuturnya.

Baca Juga : Mencegah Islamophobia Pasca Serangan Teror

Rizaldi mengatakan, dalam praktiknya, propaganda manipulatif jadi cara utama kelompok-kelompok teroris untuk melakukan perekrutan anggota, hingga memobilisasi gerakan-gerakan teror yang bertujuan menggoyang stabilitas negara.

"Ini dilakukan dengan propaganda di beberapa segmen masyarakat, dengan doktrinasi pemahaman yang salah tentang agama, pemerintahan, isu ketidakadilan, dan ujaran-ujaran kebencian," jelasnya.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
24 Agustus 2019 16:44 WIB

Ada Deal Baru Disney-Sony Buat Spider-Man

 habis kongkow bareng sama Mr. Stark~
Lifestyle
24 Agustus 2019 15:25 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada Film Angel Has Fallen dan Scary Stories to Tell in the Dark
Nasional
24 Agustus 2019 14:24 WIB

Mimpi Besar Gubernur Kaltara di PLTA Sungai Kayan

Dengan pengalaman dan pengetahuan, Irianto menyebut proyek ini berdampak baik bagi negara
megapolitan
24 Agustus 2019 13:56 WIB

Hidden Spot Belanja Buku di Tengah Ingar Bingar Jakarta

Adanya di Pasar Kenari ya gaes~
Teknologi
24 Agustus 2019 12:41 WIB

Inikah Desain Penerus PS4?

Ini beneran jadi PS5 kah?