Minggu, 21 Oktober 2018
Presiden Soeharto dan petinggi ABRI (Reuters)
16 Mei 2018 07:50 WIB

Peringatan 20 Tahun Reformasi dan Rencana Reshuffle Soeharto

Didesak reformasi, Soeharto bertahan. Malah memilih opsi membongkar kabinetnya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Desakan reformasi kepada Presiden Soeharto makin menguat. Tapi Presiden Soeharto masih 'bandel'. 20 tahun lalu, 16 Mei 1998, Presiden Soeharto mewacanakan merombak Kabinet Pembangunan VII.

"Karena diperlukan kabinet yang kuat dan tangguh, maka presiden segera akan melakukan reshuffle kabinet," kata Ketua MPR/DPR Harmoko seperti dilansir Harian Pikiran Rakyat edisi 17 Mei 1998.

Harmoko mengatakan itu setelah bertemu dengan Presiden Soeharto di kediaman pribadinya di Jalan Cendana. Harmoko saat itu ditemani Abdul Gafur, Syarwan Hamid, Ismail Hassan Metarum dan Fatimah Achmad.

Presiden Soeharto memang sudah pulang dari Kairo, Mesir. Dia mempercepat kunjungan kerjanya di sana setelah melihat kondisi dalam negeri yang hancur lebur. Penembakan empat mahasiswa Trisakti, kerusuhan, penjarahan hingga tewasnya banyak warga yang terbakar di sejumlah pusat perbelanjaan saat menjarah.


Baca Juga : Tommy Soeharto Mungkin Lupa dengan Reformasi 1998

Rencana Soeharto merombak kabinetnya sebagai cara dia menanggapi keresahan masyarakat dan upaya untuk meredam gejolak yang terjadi. Selain itu, perubahan kabinet dilakukan sebagai langkah strategis Presiden untuk melindungi rakyat dan mengamankan pembangunan serta aset masyarakat.



Di hari yang sama, menanggapi kericuhan yang terjadi di Ibu Kota, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, meminta maaf. Pernyataan itu disampaikan melalui Kapuspen ABRI Brigjen TNI Wahab Mokodongan di Jakarta. Mengingat tupoksi Menhankam dan ABRI yang notabene menjaga dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, Wiranto mengerti akan situasi yang sedang terjadi. Yang ada malah kurangnya jaminan keamanan dan ketenteraman akibat ulah dari kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Wiranto juga mengapresiasi 5 butir pernyataan yang disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pada kesempatan tersebut, PBNU meminta masyarakat untuk menghindari sikap anarkis serta menciptakan iklim kondusif bagi reformasi yang damai dan konstitusional, terarah dan tepat sasaran. 

Bagikan :

Reporter : Taufan Zasya
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:34 WIB

Zayn Malik Luncurkan Single Kelima

Album kedua tinggal menghitung hari
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:09 WIB

Putra Jokowi Beli Rumah Laudya Chintya Bella?

Simak info lengkapnya!
Nasional
21 Oktober 2018 07:35 WIB

Masa Ada Azab Bagi Penghina Cebong dan Kampret?

Judul dan ilustrasi di atas hanyalah fiktif dan kreasi liar tim kreatif
 
Lifestyle
21 Oktober 2018 07:14 WIB

Indah Pada Waktunya Ala Galabby Thahira 

Ini dia single kedua dari penyanyi jazz dengan gaya penampilan panggung triple threat