Senin, 16 Desember 2019
Ilustrasi (Pixabay)
27 Oktober 2019 17:17 WIB

Satu Dekade Negeri Laskar Pelangi jadi Primadona Wisata

Sejak Laskar Pelangi mencuat, Belitung berbenah
Bagikan :


Jakarta, era.id - Dalam 10 tahun terakhir Pulau Belitung atau Belitong, yang berada di lepas pantai timur Sumatera telah  mencuat menjadi salah satu daerah tujuan wisata terkemuka di Tanah Air.

Geliat pariwisata Belitong menemukan momentum setelah penayangan film Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Reza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Saking populernya film ini mampu disaksikan oleh 4,7 juta penonton.

Semua berawal dari novel karya Andrea Hirata. Novel yang berjudul Laskar Pelangi ini mengisahkan 10 anak dari keluarga miskin yang berjuang untuk sekolah di SD Muhammadiyah Gantong di Belitung Timor. Tempat ini merupakan salah satu pulau kaya akan timah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Tidak hanya diadopsi menjadi film inspiratif, perjuangan Ikal dan sembilan sahabatnya dalam novel itu juga diterjemahkan dalam 25 bahasa asing serta telah tersebar di lebih dari 100 negara. Bahkan tembang Laskar Pelangi yang dibawakan grup band Nidji sebagai soundtrack film juga terbilang sukses memuncaki tangga lagu di Tanah Air pada 2008.

Dilansir Antara, sejak saat itulah transformasi mata pencaharian penduduk dimulai. Dulu menambang timah, kini mereka beralih ke sektor pariwisata.

Salah satu destinasi primadona di pulau itu adalah Pantai Tanjung Kelayang. Pesona batu granit, pasir yang putih, serta pemandangan laut lepas yang buru membuat panorama terlihat eksotis. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati petualangan dengan berlayar ke Pulau Lengkuas dari Tanjung Kelayang untuk melihat mercusuar di pulau itu.

Jika melihat kebelakang, padahal pada 2010 lalu sektor pariwisata di sini masih dianggap asing dan belum banyak orang yang berani membangun tempat ini. Bahkan, saat itu wilayah itu hanya dikunjungi satu bus milik Lapas dan satu milik kepolisian.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menyebutkan saat itu pendapatan asli daerah masih didominasi oleh tambang dan bahan galian C dengan angka di bawah Rp50 miliar. "Kehadiran film Laskar Pelangi jadi karunia besar untuk Belitung," ujarnya.

Sejak saat itu, masyarakat setempat mulai menyadari ada tambang berlian yang digali tak pernah habis, sebuah industri ramah lingkungan yang jika dikelola dengan benar dan baik lebih menjanjikan yaitu sektor pariwisata.

Isyak menyebutkan pada kurun 2010 turis yang datang ke Belitung jangankan 100 ribu mencapai 30 ribu orang per tahun saja sudah bagus dan pada 2018 sebanyak 438 ribu orang datang berkunjung ke Belitung. Kini banyak pihak mulai merasakan manisnya sektor pariwisata dengan capaian pendapatan asli daerah hingga Rp100 miliar per tahun.

Para nelayan yang ada di Tanjung Kelayang pun mulai mengubah perahu dari peruntukan menangkap ikan menjadi perahu panjang dengan atap untuk mengangkut orang. Jika wisatawan sepi mereka akan melaut mencari ikan, saat ramai mereka beralih menjadi mengangkut para pelancong mengitari pulau-pulau yang eksotis.

Demikian juga para pelaku UKM di Belitung yang ketiban rezeki dengan kian ramainya kunjungan mulai dari usaha kuliner hingga oleh-oleh berupa souvenir. Salah seorang pelaku UKM di Belitung yaitu pemilik usaha batik Sepiyak, Della Kartika Aprilia mengaku bisa meraup omset tak kurang dari Rp60 juta hingga Rp300 juta per bulan dari usaha yang dikelolanya.

Melibatkan penyandang disabilitas ia kini telah mengantongi 10 hak cipta motif batik khas Belitung. Akan tetapi kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi pada awal 2019 sempat memukul sektor pariwisata di Belitung sehingga pemerintah daerah harus memutar akal untuk terus berupaya mendatangkan pelancong.

"Salah satunya dengan menambah maskapai penerbangan langsung ke Belitung," kata Wakil Bupati Isyak, seperti dilansir Antara.

Ia mengakui yang paling sulit dilakukan adalah mengubah sudut pandang masyarakat dari menambang yang serba instan ke sektor pariwisata yang mengedepankan proses dan pelayanan secara berkesinambungan. "Saat sektor pariwisata terpukul, masyarakat akan kembali ke tambang dan akan sulit mengembalikan ke pariwisata," ujarnya.

Inovasi

Untuk terus menggaet kunjungan wisatawan pemerintah setempat serius menggulirkan sejumlah kebijakan serta program yang berujung pada peningkatan jumlah kunjungan. Salah satunya dengan terus menciptakan destinasi baru tidak hanya berupa tempat namun juga produk.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menargetkan satu desa satu destinasi baru dan semua diminta berlomba menciptakan. Apalagi saat musim hujan tentu kunjungan ke pulau akan berkurang, sehingga pihaknya harus berinovasi.

Ia memberi contoh saat ini yang sedang digandrungi turis selain wisata alam adalah wisata pengalaman. "Misal wisatawan diajak memetik sayur, memasak, atau belajar membatik, membuat keramik sehingga memperoleh pengalaman yang berkesan," kata dia.

Selain itu dengan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang yang akan resmi beroperasi pada 2020 menjadi salah satu pemicu kunjungan.

Apalagi saat ini Belitung sedang membidik Unesco Global Geopark yang merupakan area geografis terpadu dengan situs dan lanskap geologi internasional dikelola dengan konsep perlindungan holistik, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Modal Belitung menuju Unesco Global Geopark mulai dari bekas tambang timah tertua di dunia hingga pantai yang penuh dengan granit dan kehadiran satwa Tarsius.

Pemerintah setempat juga serius membenahi berbagai aspek mulai dari standardisasi restoran, pemberian sertifikat higienis bagi usaha kuliner.

Pada awal 2019 Belitung juga akan meluncurkan aplikasi Let's Go Belitung berbasis smartphone untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung sebagai panduan. Kini Belitung terus berbenah menuju satu juta kunjungan wisatawan dan menjadi Bali baru yang bisa menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang juga fokus pada pengembangan sektor pariwisata.

Bagikan :
Topik :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : May Rahmadi
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
16 Desember 2019 09:27 WIB

Deklarasi Generasi Milenial Antikorupsi Dari Anak Sekolah Bandung

Antikorupsi sejak dini
Nasional
16 Desember 2019 09:04 WIB

Irjen Listyo Sigit Resmi Jabat Kabareskrim

Komjen Firli juga sudah berhenti dari Kabaharkam
Nusantara
16 Desember 2019 08:48 WIB

Nasib Anak Sekolah Korban Gusuran Tamansari Yang Tak Dipikirkan

Mana lagi di tengah semester
Nasional
16 Desember 2019 08:06 WIB

Gara-Gara Putung Rokok, Gudang Mabel di Jaktim Terbakar

Makanya kalo ngerokok jangan sembarang
megapolitan
16 Desember 2019 08:02 WIB

Pemprov DKI Jakarta Yang Makin 'Maksiat Friendly'

Kata FPI lho pak Anies..