Rabu, 13 November 2019
Hutan Amazon (Greenpeace)
22 Agustus 2019 17:47 WIB

Anak SD Juga Tahu Kebakaran Amazon Ancam Kehidupan Manusia

Hanya butuh pahami ilmu biologi sederhana untuk menyadari bahaya yang mengancam kehidupan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Hutan hujan Amazon di Amerika Selatan terbakar. Kebakaran ini tercatat sebagai yang terburuk. Tak perlu jadi peneliti untuk mengetahui dampak mengerikan andai Amazon betul-betul hangus. Saya ingat betul, bagaimana seorang keponakan yang masih duduk di kursi sekolah dasar (SD) 'nyeletuk' soal pentingnya pohon dan hutan bagi kehidupan manusia.

"Terus, kalau pohon-pohonnya dibakar, nanti kita susah dong napasnya," tuturnya saat menonton film The Jungle Book karya Jon Favreau 2016 silam.

Saat itu, Mowgli --karakter utama film-- terlibat 'pertarungan' dengan Shere Khan, harimau yang merajai seluruh hutan yang ditinggali Mowgli. Pertarungan itu dilatarbelakangi oleh situasi hutan yang mulai terbakar akibat obor --dalam film disebut red flower-- yang dibawa Mowgli ke dalam hutan. The Jungle Book menegaskan pesan yang amat jelas soal interaksi manusia dengan hutan dan segala ekosistem yang hidup di dalamnya.

Entah, ketika mendengar kabar Amazon terbakar parah, celetukan itu yang justru saya ingat. Sederhana, namun sangat relevan jika melihat fakta pentingnya Amazon bagi kehidupan masyarakat di dunia. Amazon telah lama berperan sebagai paru-paru dunia. Pohon-pohon di tengah Amazon berperan penting dalam siklus karbon global yang berpengaruh pada upaya mengurangi dampak perubahan iklim.


Baca Juga : Suara 11 Ribu Ilmuan tentang Darurat Perubahan Iklim

Ilmu biologi dasar mengajarkan manusia bahwa pohon memiliki kemampuan mengurangi tingkat polutan. Karbon dioksida (CO2), misalnya. Selama 150 tahun terakhir, kehidupan manusia telah menyebabkan polusi dalam jumlah besar. Penggunaan bahan bakar fosil, laju industri, perkembangan teknologi, serta banyak hal lain telah merusak kualitas udara dan memperparah perubahan iklim. Tanpa pohon, apa jadinya?

Dalam kondisi alami, pohon dan tanaman menyerap gas CO2 untuk berfotosintesis. Dalam proses itu, pohon dan tanaman akan mengeluarkan oksigen sebagai gantinya. Jadi, bisa dibayangkan apa jadinya dunia ini tanpa pohon dan tanaman di Amazon. Para ahli memastikan, tanpa Amazon dampak perubahan iklim akan jauh lebih buruk di masa depan, mengingat Amazon menyumbang 20 persen oksigen di dunia.

Amazon adalah hutan hujan seluas 5,5 juta kilometer per segi. Hutan ini membentang di sembilan wilayah teritori negara, mulai dari Suriname, Guyana, Bolivia, Ekuador, Venezuela, serta Brazil yang mendominasi dengan cakupan 60 persen luas Amazon. Dari tahun ke tahun, luas Amazon terus menyusut. Tahun 2001, wilayah Amazon dilaporkan hanya tersisa 5,2 juta kilometer per segi atau 87 persen dari luas semula.


Amazon tahun 2001 (Greenpeace)


'Sapi' penyebab api

Instituto Nacional de Pesquisas Espaciais (INPE), lembaga riset antariksa Brazil mencatat kebakaran kali ini sebagai yang terburuk sepanjang sejarah, dengan catatan lebih dari 74.000 kebakaran di sepanjang tahun. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 84 persen dibanding catatan pada periode yang sama di tahun 2018. Sebelumnya, kebakaran terburuk pernah melanda Amazon di tahun 2016 dengan catatan 68.484 kebakaran.

Para aktivis lingkungan menyalahkan Presiden Brazil, Jair Bolsonaro atas kebakaran besar di Amazon. Kebijakan-kebijakan pro-bisnis yang dijalankan Bolsonaro dianggap menenggelamkan upaya pelestarian Amazon dan perlawanan terhadap dampak perubahan iklim yang selama ini dilakukan. Selain itu, pemerintahan Brazil di bawah Borsonelo juga dianggap tak berdaya menangani bencana ini.

"Musim kemarau menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk penggunaan dan penyebaran api. Tetapi, menyalakan api adalah pekerjaan manusia, baik sengaja atau tidak sengaja," kata peneliti INPE, Alberto Setzer kepada Reuters.


Kebakaran Amazon (Greenpeace)



Bolsonero menempati kantor kepresidenan pada 1 Januari 2019 dengan membawa sejumlah janji tentang pemulihan ekonomi Brazil. Bolsonero bersumpah menemukan kegunaan lain dari Amazon dan memanfaatkannya untuk peningkatan ekonomi negara. Dalam beberapa jam menjabat, Borsonelo langsung mengubah sejumlah peraturan yang melancarkan laju pembangunan, tanpa sedikit pun orientasi terhadap lingkungan.

Di luar Brazil, banyak negara dunia telah lama mencium tanda-tanda merosotnya pelestarian lingkungan Amazon di bawah kepemimpinan Bolsonero. Norwegia dan Jerman bahkan telah menarik kembali dana bantuan yang sempat mereka berikan untuk proyek pelestarian hutan dan pencegahan deforestasi di Brazil.

Tingkat deforestasi di Brazil memang tergolong tinggi. Bisnis peternakan sapi jadi salah satu penyebab utama. Peternakan mendorong para peternak menebang hutan demi mengembangkan lahan peternakan mereka. Pengamat iklim dari Observatorio do Clima, Carlos Rittl menuturkan, kebijakan-kebijakan pro-bisnis Bolsonero telah memperparah kondisi itu.

"Selama enam bulan terakhir, Bolsonaro dan menteri lingkungannya telah mengabdikan diri mereka untuk membongkar tata kelola lingkungan Brasil dan menetralkan badan pengatur," kata Rittl ditulis CNN.

Bisnis peternakan sapi disebut-sebut sebagai pemicu terbesar deforestasi dengan angka 80 persen. Memang, peternakan dan sapi adalah salah satu sumber pemasukan terbesar Brazil. Negara ini menjadi rumah bagi sekitar 200 juta ekor sapi. Brazil dikenal sebagai eksportir sapi terbesar di dunia dan memasok sekitar seperempat dari pasar global.
 


Bisa apa kita?

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak kebakaran Amazon yang tentunya berdampak besar pada upaya perlawanan terhadap perubahan iklim. Fastcompany.com, menganalisa seluruh permasalahan ini dan membulatkan delapan hal yang dapat kita lakukan sebagai pribadi untuk menyelamatkan Amazon dan dunia ini.

1. Melindungi satu hektar Amazon lewat Rainforest Action Network
2. Beli tanah di hutan hujan lewat Rainforest Trust
3. Dukung pelestarian populasi asli Amazon bersama Amazon Watch
4. Kurangi konsumsi kertas dan kayu
5. Mendukung seni, sains, dan proyek lain yang meningkatkan kesadaran tentang Amazon melalui Amazon Aid Foundation
6. Bantu lindungi hewan yang hidup di hutan bersama WWF
7. Kurangi konsumsi daging sapi. Daging sapi Brazil biasanya ditemukan di hamburger restoran cepat saji atau produk daging sapi olahan
8. Tandatangani petisi.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
13 November 2019 19:25 WIB

Jurus Baru Jokowi Sederhanakan Regulasi

Bikin badan baru lagi
Nasional
13 November 2019 18:57 WIB

Pelajaran Penting: Jangan Belajar Agama di Medsos

Kalau cara belajarnya salah, ke sananya juga salah mblo~
Nusantara
13 November 2019 18:43 WIB

Pengemudi Ojol Tak Terpengaruh Aksi Bom Medan

Pengemudi ojol bukan teroris!
megapolitan
13 November 2019 18:11 WIB

Duh, Skuter Listrik Bikin Rusak JPO Kekinian

Lantainya kan dari panel kayu, kena roda rusak dong..
Nasional
13 November 2019 17:48 WIB

Buntut Bom Medan, Rekrutmen Ojol Bakal Diperketat

Kemenhub minta ojek online review proses rekrutmen mitra pengemudi