Selasa, 10 Desember 2019
Pameran “Relive the Myth” (Iman Herdiana/era.id)
27 November 2019 17:08 WIB

Saat Nyi Roro Kidul Digambarkan Lembut dan Cerah di Kain Batik

Dipajang pada Pameran “Relive the Myth” di Bandung
Bagikan :


Bandung, era.id – Kain batik selalu punya simbol khas yang menjadi motifnya. Pada pameran seni rupa bertajuk “Relive the Myth”, motif-motif batik yang dihadirkan berasal dari mitos dan legenda yang hidup di nusantara, mulai dari Sangkuriang, Roro Jonggrang, Timun Mas, Dewi Sri, dan Nyi Roro Kidul alias ratu pantai selatan.

Pameran seni rupa “Relive the Myth” digelar di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Bandung, 22 sampai 30 November 2019. Pameran ini menyajikan lima perupa perempuan dari berbagai fakultas seni rupa di Bandung. Sebelum menghasilkan karya, mereka terlebih dahulu melakukan penelitian tentang mitos-mitos yang tumbuh di nusantara.

Hasil penelitian mitos kemudian dituangkan dalam karya, yakni kain batik bercerita. Seperti yang dilakukan salah seorang perupa, Nuning Yanti Damayanti. Salah satu karya dosen seni rupa ini berjudul Nyi Roro Kidul. Di benak orang, yang terbayang dari sosok Ratu Pantai Selatan tersebut mungkin perempuan cantik dengan aura mistis karena cerita legendanya.


Pameran “Relive the Myth” (Iman Herdiana/era.id)


Baca Juga : Angklung’s Day: 6.000 Pelajar Kompak Mainkan Angklung

Tapi melalui karya Nuning Yanti Damayanti, sosok Nyi Roro Kidul yang ditampilkan justru jauh dari menyeramkan. Nuning menyajikan sang ratu di atas kain sutra 115x200 cm. Nyi Roro Kidul ditampilkan sebagai perempuan berambut panjang yang berdiri di atas kerang yang terbuka.

Nyi Roro Kidul pada batik Nuning tampil dengan pose berdiri dengan warna dasar yang cerah. Dia juga menunduk dengan mata terpejam. Satu tangannya memegang dagu, satu lagi tertutup selendang warna hijau. Di sekitar nyai ratu, terdapat cangkang keong, ikan, bintang laut dan burung-burung. Laut tempat legenda dari selatan Jawa itu berpijak berwarna cerah, begitu juga langit yang berwarna jingga.

Nuning sengaja ingin mengenalkan Nyi Roro Kidul yang lebih “manusiawi” dan lembut. Bukan sosok perempuan yang berdandan angker sebagaimana selama ini dikenal.

“Saya menginterpretasi ulang Ratu Pantai Selatan sebagai sosok yang manusiawi, berkarakter lembut, cantik, dan sederhana. Dia bisa bermain dan dekat dengan siapa pun,” kata Nuning, menjelaskan karyanya kepada era.id, Rabu (27/11/2019).

Selain Nuning, empat perupa perempuan lainnya yang memamerkan karyanya adalah Ariesa Pandanwangi, Arleti Mochtar Apin, Ayoeningsih Dyah Woelandhary, Belinda Sukapura Dewi. Masing-masing menyajikan batik bercerita mitos. Mereka juga menampilkan Roro Kidul versi mereka. Total lebih dari 20 karya batik bercerita.

Kurator pameran “Relive the Myth”, Diyanto dan Andang Iskandar bilang, pameran seni rupa ini berbasis penelitian terapan. Hasilnya, objek atau karya yang mengandung pengetahuan yang didapat dari interpretasi ulang atas mitos yang hidup di nusantara.

“Pameran ini berupaya menghadirkan metode pendekatan yang memadukan keutamaan tradisi dan modern,” katanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
10 Desember 2019 09:32 WIB

Rusia Dilarang Tampil Dalam Event Olahraga 4 Tahun Kedepan

Gara-gara doping
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung
 
Nasional
09 Desember 2019 21:00 WIB

Polri Sebut Punya Bukti Baru Soal Kasus Novel Baswedan

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan"