Jumat, 22 November 2019
Ilustrasi (Pixabay)
22 Oktober 2019 18:03 WIB

Confluence: Keindahan yang Tertanam di Bawah Laut Indonesia

Upaya pelestarian dan penyelamatan terumbu karang lewat instalasi seni rupa
Bagikan :


Jakarta, era.id - Perubahan iklim menjadi masalah serius yang dihadapi oleh penduduk bumi. Isu ini terus-menerus memicu bencana baru untuk kehidupan, salah satunya adalah biota di laut. Berbagai cara dilakukan untuk tetap menjaga keberlangsungan kehidupan di bawah laut.

Namun, ada satu cara yang unik sekaligus menarik yang dilakukan oleh seniman asal Amerika Serikat. Dia adalah Courtney Mattison yang mendorong upaya pelestarian dan penyelamatan biota laut yakni terumbu karang melalui instalasi seni rupa.

Instalasi kolosal ini dinamakan Confluence yang digelar di Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Instalasi seni rupa ini dibuat menggunakan bahan dasar kemarik dan menggambarkan dampak perubahan iklim terhadap terumbu karang. 

Courtney menjelaskan instalasi itu merupakan suatu karya seni yang menggambarkan keindahan yang rapuh dari terumbu karang di Indonesia. "Saya telah berkesempatan untuk menjelajahi terumbu karang yang ada di Indonesia seperti di Raja Ampat, Pulau Komodo, dan Bali. Mereka (Terumbu karang Indonesia) adalah inspirasi dari karya-karya seni saya," ujar Courtney, dikutip Antara.


Baca Juga : Suara 11 Ribu Ilmuan tentang Darurat Perubahan Iklim

Seniman asal San Fransisco, California, itu menjelaskan instalasi seni bertajuk Confluence merupakan bagian dari rangkaian karya seninya tentang terumbu karang yang berjudul Our Changing Seas atau Laut Kita yang Berubah. Melalui karya seninya, Courtney berniat mendorong upaya konservasi terumbu karang yang mengalami banyak dampak buruk dari perubahan iklim yang kini tengah berlangsung.

Baca Juga: Extinction Rebellion Juga Eksis di Indonesia



Baca Juga: Mengenal Extinction Rebellion: Pemberontak yang Cinta Lingkungan

"Dampak dari perubahan iklim secara alamiah ditunjukkan oleh terumbu karang yang kehilangan warna-warnanya. Transisi itu dapat terlihat secara jelas. Saat saya mencoba menggambarkan perubahan iklim, saya tak perlu terlalu berpikir banyak karena terumbu karang telah menunjukkan dampaknya dan mereka membutuhkan bantuan," ungkapnya.

Menurutnya, seni merupakan salah satu alat yang memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kesadaran tentang konservasi terumbu karang. Karya seni yang ia buat itu pun memperlihatkan sejumlah terumbu karang sehat yang begitu cerah dan penuh warna, serta beberapa yang telah rusak dan pudar akibat dampak perubahan iklim dan penggunaan minyak fosil.

"Perubahan iklim merupakan ancaman yang sangat besar bagi terumbu karang kita," tegasnya.

Coutney mengaku sempat bereksperimen dengan berbagai macam material untuk membuat instalasi seni dalam seri Our Changing Seas, demi memastikan pesannya tentang konservasi terumbu karang benar-benar tersampaikan.

"Saya rasa keramik adalah material yang tepat untuk membuat terumbu karang dalam karya seni saya, karena bahan tersebut sangat rapuh, sama seperti terumbu karang di lautan. Apabila mereka disentuh begitu saja saat kita snorkeling atau scuba diving, mereka dapat mati dengan sangat mudah," kata wanita yang menyandang gelar sarjana dalam studi ekologi kelautan dan pemahatan keramik dari Skidmore College, serta gelar magister studi lingkungan dari Brown University. 

Ia pun menyebut terumbu karang khususnya yang ada di Indonesia, begitu spesial dan sangat menginspirasi untuk dirinya. "Terumbu karang di Indonesia lebih beragam dan sehat dibanding sebagian besar laut di dunia. Indonesia berada di kawasan yang disebut 'segitiga terumbu karang' dan para ilmuwan menyebutnya sebagai hutan amazon laut karena hal itu," jelasnya.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 22:36 WIB

What's On Today, 22 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita.
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi