Kamis, 23 Mei 2019
Masjid Al Noor (Twitter/@TheBelaaz)
15 Maret 2019 18:19 WIB

Kecaman MUI Terkait Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia, tahan diri dan jangan melakukan reaksi negatif
Bagikan :


Jakarta, era.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras aksi penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Setidaknya 49 jemaah masjid menjadi korban dari peristiwa itu.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin meminta pemerintah Selandia Baru menangani serius kejadian ini. Terlebih aksi penyerangan ini terjadi sesaat jemaah masjid akan melaksanakan ibadah salat Jumat di sana.

"Kami meminta kepada Pemerintah New Zealand untuk melakukan investigasi serius dan menyeret pelakunya ke jalur hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," tutur Din dalam keterangannya, Jumat (15/3/2019).

Apapun alasannya, aksi teror adalah tindak kekerasan ekstrim atau violent extremism dan bentuk Islamofobia yang tidak beralasan, serta hanya dilakukan oleh orang yang tidak berperikemanusiaan.


Baca Juga : Harusnya yang 'Haram' PUBG atau Pemainnya?

"Kami mengimbau kepada umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia agar dapat menahan diri dan tidak terhasut melakukan reaksi negatif," jelasnya. 

Hal senada juga disampaikan, sekretaris komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am. Ia meminta Pemerintah Indonesia untuk segera memberikan dukungan pemulihan, termasuk WNI yang ikut menjadi korban dalam aksi tersebut. 

Selain itu MUI juga meminta umat Islam di Indonesia dan juga dunia untuk ikut mendoakan para korban yang meninggal.

"Mengajak ummat Islam dunia, dan umat Islam Indonesia khususnya untuk melakukan shalat ghaib bagi para korban wafat, menggalang solidaritas untuk membantu korban," lanjutnya.
 


Hingga berita ini ditayangkan, Rumah Sakit Christchurch telah merawat 49 pasien dengan luka tembak, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta supaya seluruh warganya bisa mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan itu.

"Selandia Baru, seperti Australia, adalah rumah bagi orang-orang dari semua agama, budaya, dan latar belakang. Sama sekali tidak ada tempat di salah satu negara kami untuk kebencian dan intoleransi yang telah menyebabkan ekstremis, kekerasan teroris ini dan kami mengutuknya," kata Scott Morrison.
 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
23 Mei 2019 16:26 WIB

Sandhy Sondoro: Musik Religi Mengajak untuk Selalu Bersyukur

Ini makna dalam lagu barunya, Sang Maha Pengasih
megapolitan
23 Mei 2019 16:22 WIB

Kerusuhan 21-22 Mei, Mengapa Anies Tak Imbau Warga Jangan Ikut Demo?

Karena bagi Anies, kebebasan berserikat berkumpul dilindungi Undang-Undang
Nasional
23 Mei 2019 16:02 WIB

400 Polisi Akan Kawal Pemakaman Arifin Ilham

Rencananya, Arifin Ilham akan dimakamkan sore ini
Nasional
23 Mei 2019 15:58 WIB

VIDEO: Jalan MH Thamrin Masih Tutup

Sejak pagi Barikade kawat berduri masih terpasang di persimpangan Sarinah
Nasional
23 Mei 2019 15:55 WIB

Kubu Prabowo Batal Menggugat ke MK Hari Ini

Tenang, tim masih rapat mengumpulkan dokumen