Kamis, 24 Januari 2019
16 Oktober 2018 17:49 WIB

Pak Anies, Dapat Salam dari Pak Djarot

"Selamat bekerja untuk pak Anies," kata Djarot
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tepat hari ini, 16 Oktober, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah satu tahun memimpin ibu kota. Kini dia menjalankan roda pemerintahannya sendirian, setelah ditinggal Sandiaga Uno, yang maju jadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Agustus 2018.

Pada momentum ini, tim era.id meminta tanggapan kinerja Anies kepada mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang secara tidak sengaja bertemu di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Djarot tak banyak berkomentar, dia hanya memberikan selamat Anies agar bekerja dengan baik.

"Tanggapan terkait setahun menjabat, selamat bekerja untuk pak Anies," tutur Djarot di lokasi, Selasa (16/10/2018).


Baca Juga : Gerindra-PKS Bahas Indikator Penilaian Kandidat Cawagub DKI

Salah satu pewarta bertanya apakah ada hal lain yang ingin disampaikan, Djarot enggan menjawab lebih. 

"Sudah," ucap kader PDIP tersebut sambil memundurkan badan kemudian menjawab pertanyaan lain.

Sebelumnya, Anggota DPRD Fraksi PDIP mengkritik enam program Anies selama setahun belakangan yang dirasa belum tepat sasaran, yaitu soal OK OCE, OK OTrip yang berganti nama menjadi Jak Lingko, Rumah DP 0 Rupiah, naturalisasi sungai, legalisasi becak, hingga pelayanan publik.
 

Anies mengklaim, program-program yang ia lakukan setahun ini telah mencerminkan rencana pembangunan 5 tahunan dan sudah masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Program ini pun merupakan janjinya saat kampanye dulu.

"Sebagian sudah mulai kita laksanakan, anggaran-anggaran untuk 2019 sudah mulai mencerminkan rencana kita. Target di tahun pertama adalah memasukan janji (saat kampanye) ke dalam rencananya pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," ungkap Anies di Kompleks GBK, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (16/10/2018).

Baca Juga : Anies Klaim Tahun Pertamanya di Jakarta Sukses

Djarot dan Anies memiliki hubungan yang tidak dipisahkan. Sebab, keduanya adalah rival saat Pilkada DKI Jakarta. 

Mari kita ingat kembali bagaimana kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu, Djarot menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka melawan Anies-Sandi dan kalah di putaran kedua. Sementara, pada putaran pertama, satu pasangan lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni gugur lebih dulu.

Suasana menjelang pemilihan kala itu cukup panas. Tak jarang warga Jakarta bersiteru menjagokan pilihannya masing-masing, termasuk di media sosial. Isu pemantik pun digulirkan untuk memperpanas kontestasi politik Ibu kota, khususnya SARA.

Ambil contoh, isu SARA yang membuat Ahok dipenjara karena ucapannya di Pulau Seribu dianggap menistakan Agama. Sampai pada akhirnya, Anies-Sandi mendapatkan kursi gubenur dan wakil gubernur. Pada saat serah terima jabatannya tepat setahun lalu, Djarot tidak hadir di Balai Kota DKI, tentunya Ahok juga karena sedang dihukum penjara.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
24 Januari 2019 19:33 WIB

Betapa Mulianya Seorang Roger Waters

Pendiri Pink Floyd ini mempertemukan seorang ibu dengan dua anaknya yang diculik
Nasional
24 Januari 2019 19:09 WIB

Kubu Prabowo Memaknai Salam Tiga Jari Ahok

Ini pertanda tidak ingin terlibat Pilpres 2019
Nasional
24 Januari 2019 18:44 WIB

Hottest Issue Malam, Kamis 24 Januari 2019

Ada berita tentang doa Ahoker, kemunculan Bripda Putri dan OTT Bupati Mesuji 
Olahraga
24 Januari 2019 18:21 WIB

Cedera Kaki Neymar Kambuh Lagi

Tuchel pun pusing tujuh keliling
Peristiwa
24 Januari 2019 17:53 WIB

Temui Kubu Jokowi, Dubes Asing Bantah Berpihak di Pilpres 2019

Enggak ada keberpihakan, ini demokrasi negara orang cuy