Sabtu, 17 November 2018
16 Oktober 2018 17:49 WIB

Pak Anies, Dapat Salam dari Pak Djarot

"Selamat bekerja untuk pak Anies," kata Djarot
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tepat hari ini, 16 Oktober, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah satu tahun memimpin ibu kota. Kini dia menjalankan roda pemerintahannya sendirian, setelah ditinggal Sandiaga Uno, yang maju jadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Agustus 2018.

Pada momentum ini, tim era.id meminta tanggapan kinerja Anies kepada mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang secara tidak sengaja bertemu di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Djarot tak banyak berkomentar, dia hanya memberikan selamat Anies agar bekerja dengan baik.

"Tanggapan terkait setahun menjabat, selamat bekerja untuk pak Anies," tutur Djarot di lokasi, Selasa (16/10/2018).


Baca Juga : Anies Ingatkan Mitigasi Lalu Lintas di 30 Titik Berisiko Banjir

Salah satu pewarta bertanya apakah ada hal lain yang ingin disampaikan, Djarot enggan menjawab lebih. 

"Sudah," ucap kader PDIP tersebut sambil memundurkan badan kemudian menjawab pertanyaan lain.

Sebelumnya, Anggota DPRD Fraksi PDIP mengkritik enam program Anies selama setahun belakangan yang dirasa belum tepat sasaran, yaitu soal OK OCE, OK OTrip yang berganti nama menjadi Jak Lingko, Rumah DP 0 Rupiah, naturalisasi sungai, legalisasi becak, hingga pelayanan publik.
 

Anies mengklaim, program-program yang ia lakukan setahun ini telah mencerminkan rencana pembangunan 5 tahunan dan sudah masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Program ini pun merupakan janjinya saat kampanye dulu.

"Sebagian sudah mulai kita laksanakan, anggaran-anggaran untuk 2019 sudah mulai mencerminkan rencana kita. Target di tahun pertama adalah memasukan janji (saat kampanye) ke dalam rencananya pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," ungkap Anies di Kompleks GBK, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (16/10/2018).

Baca Juga : Anies Klaim Tahun Pertamanya di Jakarta Sukses

Djarot dan Anies memiliki hubungan yang tidak dipisahkan. Sebab, keduanya adalah rival saat Pilkada DKI Jakarta. 

Mari kita ingat kembali bagaimana kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu, Djarot menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka melawan Anies-Sandi dan kalah di putaran kedua. Sementara, pada putaran pertama, satu pasangan lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni gugur lebih dulu.

Suasana menjelang pemilihan kala itu cukup panas. Tak jarang warga Jakarta bersiteru menjagokan pilihannya masing-masing, termasuk di media sosial. Isu pemantik pun digulirkan untuk memperpanas kontestasi politik Ibu kota, khususnya SARA.

Ambil contoh, isu SARA yang membuat Ahok dipenjara karena ucapannya di Pulau Seribu dianggap menistakan Agama. Sampai pada akhirnya, Anies-Sandi mendapatkan kursi gubenur dan wakil gubernur. Pada saat serah terima jabatannya tepat setahun lalu, Djarot tidak hadir di Balai Kota DKI, tentunya Ahok juga karena sedang dihukum penjara.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 November 2018 20:46 WIB

Galang Dana, Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Jual Merchandise

Pernak-pernik ini buat gaet pemilih milenial
Nasional
17 November 2018 20:20 WIB

Indonesia Bakal Alami Kemunduran Bila Berpolitik SARA

Indonesia akan mundur 90 tahun ke belakang kalau terus menggunakan isu SARA
Nasional
17 November 2018 19:24 WIB

Kubu Jokowi: Poster 'Jokowi Raja' Bukan Kebijakan Tim Kampanye

Timses tak pernah mengusulkan untuk membuat atribut kampanye seperti itu
Wisata
17 November 2018 19:22 WIB

Melihat Kembali Surat-Surat Tokoh Pendiri Bangsa

Kamu bisa melihatnya di Muesum Nasional Jakarta, sampai 22 November
Lifestyle
17 November 2018 18:08 WIB

Pernikahan Mewah Awal Bencana Perceraian?

Ini hasil survei, bukan soal asumsi