Minggu, 21 Juli 2019
Ilustrasi Riviani Kusumawardani (Yus/era.id)
24 Maret 2018 16:05 WIB

Fanatik dengan K-pop? Salah Enggak?

Berawal suka K-pop, jadi mahir bahasa Korea
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sudah bukan rahasia lagi, musik Korea atau yang lebih dikenal dengan K-pop (Korean Pop) punya peran besar dalam pertumbuhan pengaruh musik di beberapa negara. Salah satunya Indonesia. 

Demam K-pop mulai masuk Indonesia sejak awal 2000-an. Dimulai kemunculan boysgroup dan girlsgroup seperti TVXQ, Super Junior, Big Bang, SHINee, Girls’ Generation, Wonder Girls, T-Ara, 2PM, Sistar. Nah pada awal 2000-an ini, mulai juga bermunculan penggemar-penggemar K-pop. Ada yang cuma suka lagu, sampai penggemar fanatik.

Fandom merupakan sebutan untuk komunitas atau wadah penggemar boysgroup dan girlsgroup K-pop. Fandom-fandom ini biasanya punya nama-nama yang unik dan juga punya warna khusus dan bentuk light stick unik sebagai ciri khas mereka. 

Para penggemar K-pop ini enggak jarang punya chat room dengan anggota sampai ratusan dan juga ngumpul atau meet up di acara gathering untuk sekadar mencari teman baru yang memiliki kegemaran serupa, saling bertukar info atau berita terbaru, dan bahkan saling bertukar benda koleksi. Malah terkadang, mereka sendiri yang sibuk membuat project dan acara-acara tersebut.


Baca Juga : Eksistensi Kekal, Jangan Asal Viral

Selain dengan menonton konser idola, mereka biasanya menyalurkan kegemaran dengan mengoleksi segala macam benda yang berhubungan dengan sang idola. Mulai dari album, poster, kaus, jaket, boneka dan benda-benda lucu lainnya. Tak jarang merchandise yang mereka miliki adalah official merchandise atau limited edition yang didapat langsung dari Korea Selatan dan berharga fantastis. Sebagai contoh, topi official brand milik G-Dragon, Peaceminusone, dihargai $ 209.07 atau sekitar Rp2.878.047 dan terjual habis pada official website nya.



Fanatik dengan K-pop sebenarnya banyak memberikan efek positif bagi para penggemarnya. Berawal dari menyukai K-pop, hampir semua para penggemar kini bisa berbahasa Korea. Penggemar K-pop yang mahir cuap-cuap Korea bisa ditemukan dari yang tingkat pemula hingga fasih dan bahkan menjadi penerjemah Bahasa Korea. Mereka enggak sungkan untuk mengambil jurusan kuliah, kursus Bahasa Korea, atau pun hanya belajar otodidak dari internet. 

Selain itu, menggemari K-pop juga bisa menjadi motivasi untuk mendapat beasiswa agar bisa bersekolah di Korea Selatan. Enggak sedikit juga dari mereka yang berhasil mengejar cita-cita mereka hingga bersekolah di Korea Selatan.

Selain hal-hal positif tadi, enggak dipungkiri kalau ada juga hal-hal negatifnya. Mulai dari terlalu fanatiknya terhadap K-pop. Salah satunya adalah ‘Sasaengfans’. Sasaeng merupakan bahasa Korea yang berarti ‘crazy fans’ atau penggemar yang sangat obsesif terhadap idola K-pop. Biasanya para sasaeng fans ini selalu menguntit idola dan mengikuti hal-hal yang bersifat pribadi.

Contohnya dari beberapa kasus, pernah tersebar foto T.O.P Big Bang yang sedang berada di toilet, nomor ponsel Taeyeon SNSD yang sempat bocor ke sasaeng fans, dan juga beberapa sasaeng fans yang sempat berhasil masuk ke dalam asrama FT Island. Enggak jarang juga perilaku sasaeng fans ini membuat idolanya cidera dan ketakutan. 

Seperti contohnya yang pernah terjadi dengan EXO, mata kiri D.O pernah lebam terhantam lensa kamera milik sasaeng fans.  Sedangkan Kai pernah jatuh dekat tangga di bandara bikin cidera kaki dan pinggang. Baekhyun juga sempat marah dan ketakutan ketika sasaeng fans mendapatkan nomor teleponnya yang terus menelepon saat sedang live streaming.

Sebenarnya menggemari sesuatu seperti K-pop itu enggak salah. Namun kembali lagi dengan sisi mana yang ingin diambil dari dengan menggemari K-pop. Fans merupakan pendukung dari kesuksesan yang dicapai idola. Menurut penulis, dengan mendukung karir sang idola dengan benar dan dalam segala kondisi juga enggak lelah memberikan semangat sudah cukup membuat sang idola akan bahagia memiliki fans, dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan siapapun.

Mungkin memang para idola itu nggak akan sempat menghafal para fans-nya satu per satu, tetapi percayalah mereka pasti bangga dengan fans-nya


Riviani Kusumawardani
Mahasiswi Pasca Sarjana ITB, admin FB K-hiphop ID


Era ide adalah kumpulan tulisan dari para pemikir negeri ini. Kami mau era ide bisa memberikan pemahaman baru bagi pembaca media ini. Jika ada opini kamu mengenai sebuah peristiwa politik, hukum atau apa pun, silakan kirim tulisan ke redaksi@era.id.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
21 Juli 2019 17:41 WIB

Tips Menabung untuk Modal Nikah

Metodenya disebut value based budgeting
Lifestyle
21 Juli 2019 15:25 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Asterix The Secret Of The Magic Potion dan Dora and the Lost City of Gold
Nasional
21 Juli 2019 14:02 WIB

Kecanduan Game Bisa Bikin Gangguan Jiwa?

Kabar soal gawai bisa sebabkan gangguan jiwa tengah ramai, berikut penjelasannya...
megapolitan
21 Juli 2019 12:06 WIB

Tiga Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Cuma sampai pukul 14.00 WIB, buruan mblo~
Lifestyle
21 Juli 2019 11:16 WIB

Bumilangit Menatap Masa Depan dengan Jagat Sinemanya

Memperkenalkan era jawara dan era patriot hanya di era dot id~