Kamis, 20 Juni 2019
Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Debat Pilpres 2019. (Mahesa/era.id)
14 April 2019 10:10 WIB

Sandiaga Janji Tak Ambil Uang Gaji, Termasuk Tunjangannya?

Mari kita hitung gaji wakil presiden
Bagikan :


Jakarta, era.id - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melempar janji. Dia dan Prabowo Subianto, jika terpilih jadi presiden-wakil presiden, tidak akan mengambil gaji sepeser pun.

Janji Sandiaga itu dikatakan dalam pernyataan penutup debat sesi ke lima. Katanya, gaji presiden dan wakil presiden yang menjadi hak mereka akan diberikan kepada kaum prasejahtera.

"Kami berkomitmen tak akan ambil gaji serupiah pun jika kami terpilih. Kami akan berikan pada kaum yatim dan duafa," ujar Sandi, Sabtu (13/4/2019). 

Janji yang dilontarkan Sandi tentunya patut disambut baik. Tapi yang perlu kita tahu, gaji presiden itu emang enggak seberapa kalau dibandingin sama tunjangannya.


Baca Juga : Alasan Sandiaga Pilih Berlebaran di AS

Jadi apabila melihat pemberitaan, hak keuangan presiden, wakil presiden, hingga penjabat setingkat menteri, ternyata tak hanya mendapatkan gaji, Tapi juga ditunjang dengan biaya operasional. Dan biaya operasional itu bisa puluhan kali lebih besar dari gajinya itu sendiri.

Untuk gaji presiden dan wakilnya, hanya sebesar Rp62 juta. Tapi kalau dikalkulasikan dengan dana operasional, besarannya bisa mencapai Rp2 sampai Rp2,5 miliar per bulan. 



Biaya operasional tersebut merupakan biaya penunjang terkait pelaksanaan tugas dan kewajiban pejabat negara. Lalu, pengeluaran itu terdiri dari tiga unsur, yaitu biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kewajiban, seluruh biaya rumah tangga, dan seluruh biaya perawatan kesehatan keluarganya.

Merujuk data dari Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas dari pemberitaan, hak keuangan seorang presiden bisa mencapai sebesar Rp2,5 miliar itu karena terdiri dari gaji pokok sebesar Rp30.240.000; tunjangan jabatan Rp32.500.000; dana operasional atau taktis sebesar Rp166.666.666, dan fasilitas lainnya, seperti biaya perjalanan dalam dan luar negeri, biaya rapat, konferensi, penerimaan tamu, atau uang representasi.

Sedangkan untuk wakil presiden, hak keuangan sebesar Rp1,5 hingga Rp2 miliar per bulan. Biaya itu, terdiri dari gaji pokok Rp 20.160.000; tunjangan jabatan Rp 22 juta, dana operasional Rp83.333.333; dengan total gaji Rp125.493.333.

Kedua ketentuan merujuk pada dasar hukum Undang-undang Nomor 7 Tahun 1978; PP Nomor 75 Tahun 2000, Keppres Nomor 68 Tahun 2001; PMK Nomor 48/PMK.05/2008.

Kembali ke pernyataan Sandiaga. Memang tidak dijelaskan, apakah tunjangan-tunjangan termasuk ke dalam nazar Sandiaga yang bakal diberikan kepada kaum duafa. Mungkin biar waktu yang menjawab, itu pun baru bisa terbukti kalau mereka berdua terpilih.

Bagikan :

Reporter : Ramdan Febrian Arifin
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~
Nasional
20 Juni 2019 20:15 WIB

Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana, Kok Absen di Sidang?

Mungkin mereka lelah, ngantuk atau....
megapolitan
20 Juni 2019 20:01 WIB

Ini Rangkaian HUT DKI Jakarta ke-492

Hari jadi tahun ini akan mengusung tema ekonomi kreatif dan seni
megapolitan
20 Juni 2019 19:23 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta, Sejumlah Lalin Bakal Dialihkan

Jangan sampai salah jalan ya sobatque~
Nasional
20 Juni 2019 17:28 WIB

Ribut-Ribut soal Temuan Amplop Saksi Paslon 02

"Tanya saksi Anda saja, bos," jawab Komisioner KPU