Selasa, 19 Februari 2019
Sandiaga Uno. (Leo/era.id)
10 Agustus 2018 17:09 WIB

Sandiaga Maju Nyawapres, Bagaimana Nasib OK OCE?

Jaman kampanye di Pilgub DKI dulu, program ini jadi jagoannya Sandi banget nih
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sandiaga Salahudin Uno resmi mendaftarkan diri sebagai cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jumat (10/8/2018). Artinya, Sandiaga otomatis mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Usia jabatannya yang belum genap setahun itu tentunya meninggalkan 'PR' banyak bagi wagub yang menggantikannya kelak. Salah satunya program One Kecamatan One Enteprenuership Center atau yang akrab disebut OK OCE.

Pas jaman kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, program ini dijagoin banget nih sama. Gimana ya nasib program ini setelah ditinggal Sandiaga nyawapres?

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta, Irwandi bilang, program-program yang dijanjikan oleh Sandi telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.


Baca Juga : Debat Putaran Ketiga, Ma'ruf Minta Sandiaga Tak Usah Sungkan

Program-program andalan Sandi semasa kampanye seperti OK OCE, OK OTrip, hingga rumah DP nol rupiah telah termaktub dan akan dilanjutkan hingga lima tahun ke depan. Program ini tidak akan berhenti meskipun Sandi sudah tidak menjabat sebagai wagub lagi.


Sandiaga Uno di Kantor KPU usai melakukan pendaftaran sebagai cawapres. (Diah/era.id)

"OK OCE kan sudah masuk RPJMD, kalau sudah masuk sana siapapun gubernurnya, siapapun wagubnya, itu enggak bisa diubah, OK OCE, OK Otrip, masuk semua," kata Irwandi kepada era.id, Jumat (10/8/2018).

Kata Irwandi, tidak ada yang bisa membatalkan program-program tersebut kecuali anggota dewan. Pembatalan program pun harus melewati rangkaian proses yang panjang dan lama.

Ia mengakui, mundurnya Sandi dari jabatan wagub akan mengurangi efektifitas program penciptaan lapangan kerja tersebut. Jika sebelumnya OK OCE selalu mendapatkan perhatian khusus dari Sandi, ke depannya Irwandi justru harus sering mengenalkan OK  OCE kepada wakil gubernur yang baru.

"Kendalanya biasanya kan dia yang jadi motivator, pembuat kebijakan, jadi kita sebagai kepala dinas enak ngejalaninnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum OK Oce, Faransyah Jaya bilang, program OK OCE tetap akan dijalankan karena program itu merupakan janji kampanye Anies-Sandi.


(Infografis OK Otrip/era.id)

Faransyah mengaku sempat terkejut saat mengetahui Sandi ditunjuk untuk maju sebagai cawapres Prabowo. Dengan segala persiapan yang ada, ia berkomitmen tetap memperjuangkan OK OCE hingga lahir pengusaha-pengusaha baru di Jakarta.

Mantan tim pakar Anies-Sandi bidang kewirausahaan itu menerangkan, sejauh ini tidak ada kendala terkait mundurnya Sandi dari wagub terhadap jalannya program OK OCE. "Insyaallah enggak ada kendala karena ini programnya sudah jalan sejak tahun lalu," imbuhnya.

Ia juga bilang, saat ini progam OK OCE masih menunggu peraturan gubernur (pergub) untuk memperjelas tupoksi para petugas di lapangan dan sistem OK OCE. Sejauh ini, landasan hukum OK OCE masih sebatas instruksi gubernur. Sebagai salah satu janji kampanye, Faransyah berkomitmen untuk terus menjalankan program ini hingga terlahir pengusaha-pengusaha handal di tanah air.

Mengenai kemungkinan OK OCE berganti nama setelah Sandi mundur, Faransyah mengatakan hal itu tidak perlu. Pasalnya, untuk menanamkan brand OK OCE di benak masyarakat Jakarta tidaklah mudah, pergantian nama OK OCE justru akan membuat program tersebut terasa asing di telinga masayarakat Jakarta.


OK OCE Mart di Rawamangun. (Diah/era.id)
Bagikan :

Reporter : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR