Minggu, 21 Oktober 2018
Jamal Khashoggi (Sumber: Instagram/@jkhashoggi)
11 Oktober 2018 19:45 WIB

Menelusuri Hilangnya Khashoggi Lewat CCTV

Media Turki rilis video CCTV yang jadi panduan penting dalam kasus hilangnya jurnalis ini
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kasus hilangnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi masuk babak baru. Kemarin, Rabu (10/10), TRT World Turki menayangkan rangkaian rekaman CCTV yang menurut mereka dapat jadi petunjuk penting dari misteri hilangnya Khashoggi. Dari rangkaian rekaman CCTV, media Turki itu coba merangkai plot untuk melihat kronologi hilangnya Khashoggi.

Pada tayangan pertama CCTV, terpantau sebuah pesawat yang diduga membawa anggota intelijen --yang oleh sebagian besar media internasional disebut hit squad atau tim algojo-- mendarat di Istanbul pada 2 Oktober 2018 waktu setempat. Kemudian, tayangan kedua menampilkan gambar enam orang yang diduga anggota hit squad keluar dari sebuah hotel di Turki pada pukul 09.40 dan 09.55 waktu setempat.

Di lokasi lain, Jamal Khashoggi terlihat memasuki Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada pukul 13.14 waktu setempat. Dalam tayangan itu, Khashoggi yang mengenakan jas hitam terlihat masuk sendirian ke dalam gedung. Kemudian, sekitar dua jam setelahnya, sebuah van berwarna hitam yang sebelumnya terparkir di sekitar gedung terpantau pergi meninggalkan gedung.

Dalam pantauan kamera lain, van berwarna hitam itu juga terlihat di sekitar pemukiman Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Van hitam itu sempat berdiam di sekitar sebelum kemudian memasuki garasi sebuah rumah pada pukul tiga sore waktu setempat. Selanjutnya, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz terlihat berada di sekitar Gedung Konsulat Arab Saudi sekitar 17.33 waktu setempat.


Baca Juga : Arab Saudi Pastikan Jamal Khashoggi Tewas

Pada tayangan terakhir yang enggak memiliki keterangan waktu, TRT World Turki menayangkan gambar di mana orang-orang yang diduga sebagai anggota hit squad pergi meninggalkan hotel untuk menuju bandara. Otoritas Turki saat ini mengaku tengah mencari keberadaan dua jet Saudi Gulfstream yang terpantau mendarat di bandara.
 


Tekanan dunia

Sejumlah pihak meyakini pihak Konsulat Arab Saudi di Istanbul sengaja menahan Khashoggi. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahkan telah mendesak Arab Saudi untuk membuktikan perkataan mereka kalau Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan baik-baik saja.

"Kita harus memperoleh hasil penyelidikan ini secepatnya. Pihak Konsulat tidak bisa melepaskan tanggungjawab mereka dengan hanya mengatakan ia sudah meninggalkan Konsulat,” tutur Erdogan sebagaimana dikutip VOA.

Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric berharap pemerintah Arab Saudi dan Turki bisa bekerja sama dalam penyelidikan. Kata Dujarric, PBB memang belum secara resmi campur tangan dalam kasus ini, namun kata dia PBB akan memantau kasus ini secara seksama.

"Apa yang diserukan oleh rekan kami dari kelompok hak asasi manusia ialah pemerintah Turki dan Arab Saudi bekerjasama dalam penyelidikan. Kami sangat mengharapkan bisa memperoleh informasi mengenai kasus ini," kata Dujarric dalam taklimat harian yang dikutip dari Antara, Kamis (11/10/2018).

Hilangnya Khashoggi memang memunculkan kecurigaan. Pasalnya, wartawan veteran asal Arab Saudi ini dikenal sering melontarkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman


Mohammed bin Salman (Sumber: Instagram/@special_royal)

Sepak terjang Khashoggi sebagai jurnalis memang telah tersohor. Sebelum hilang dan pergi ke Turki, Khashoggi bahkan dikabarkan sempat tinggal di pengasingan di Amerika Serikat saat dirinya rutin menjadi penulis kolom tetap Washington Post.

HIlangnya Khashoggi bahkan disebut-sebut terkait dengan kritiknya terhadap Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Khashoggi juga dikenal sebagai sosok yang sejak lama memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi.

Bahkan, Khashoggi sempat menjabat sebagai penasihat bagi para pejabat senior di Arab Saudi. Kritik Khashoggi yang dimaksud adalah tulisannya di surat kabar al-Hayat yang mempersoalkan reformasi yang dialami kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang menurutnya kerap membuat aturan-aturan buruk.

Akibat tulisannya itu, Khashoggi sempat mendapat peringatan. Kolomnya bahkan diturunkan oleh surat kabar al Hayat. Setelah itu, barulah Khashoggi pergi meninggalkan Arab Saudi ke Amerika Serikat.

Menurut Cengiz, sang tunangan, Khashoggi adalah orang yang berharga dengan pemikiran teladan dan berani. "Saya tidak tahu bagaimana saya bisa tetap hidup jika dia diculik atau dibunuh di Turki," tulis Cengiz dalam sepotong emosional di Washington Post.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
21 Oktober 2018 13:06 WIB

Kenapa Harus Debat Capres di Kampus?

Dua kubu capres berpandangan debat capres di kampus perlu dilakukan, alasannya?
Nasional
21 Oktober 2018 12:03 WIB

Panduan Menghayati Hari Santri buat Milenial

Hari Santri punya makna mendalam soal perjuangan dan persatuan bangsa, gimana ceritanya?
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:23 WIB

Melihat Lebih Dekat Produksi FTV Azab

Dari aktor yang lupa nama karakter sendiri hingga mengorek pandangan sang sutradara
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:03 WIB

Mimpi Dwi Sasono Ajak Keluarga Keliling Jawa

Mobil, Pulau Jawa, pemandangan, dan budaya Indonesia
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut