Selasa, 19 Februari 2019
Jamal Khashoggi (Sumber: Instagram/@jkhashoggi)
11 Oktober 2018 19:45 WIB

Menelusuri Hilangnya Khashoggi Lewat CCTV

Media Turki rilis video CCTV yang jadi panduan penting dalam kasus hilangnya jurnalis ini
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kasus hilangnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi masuk babak baru. Kemarin, Rabu (10/10), TRT World Turki menayangkan rangkaian rekaman CCTV yang menurut mereka dapat jadi petunjuk penting dari misteri hilangnya Khashoggi. Dari rangkaian rekaman CCTV, media Turki itu coba merangkai plot untuk melihat kronologi hilangnya Khashoggi.

Pada tayangan pertama CCTV, terpantau sebuah pesawat yang diduga membawa anggota intelijen --yang oleh sebagian besar media internasional disebut hit squad atau tim algojo-- mendarat di Istanbul pada 2 Oktober 2018 waktu setempat. Kemudian, tayangan kedua menampilkan gambar enam orang yang diduga anggota hit squad keluar dari sebuah hotel di Turki pada pukul 09.40 dan 09.55 waktu setempat.

Di lokasi lain, Jamal Khashoggi terlihat memasuki Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada pukul 13.14 waktu setempat. Dalam tayangan itu, Khashoggi yang mengenakan jas hitam terlihat masuk sendirian ke dalam gedung. Kemudian, sekitar dua jam setelahnya, sebuah van berwarna hitam yang sebelumnya terparkir di sekitar gedung terpantau pergi meninggalkan gedung.

Dalam pantauan kamera lain, van berwarna hitam itu juga terlihat di sekitar pemukiman Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Van hitam itu sempat berdiam di sekitar sebelum kemudian memasuki garasi sebuah rumah pada pukul tiga sore waktu setempat. Selanjutnya, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz terlihat berada di sekitar Gedung Konsulat Arab Saudi sekitar 17.33 waktu setempat.


Baca Juga : Turki Rencanakan Penyelidikan Internasional untuk Kasus Khashoggi

Pada tayangan terakhir yang enggak memiliki keterangan waktu, TRT World Turki menayangkan gambar di mana orang-orang yang diduga sebagai anggota hit squad pergi meninggalkan hotel untuk menuju bandara. Otoritas Turki saat ini mengaku tengah mencari keberadaan dua jet Saudi Gulfstream yang terpantau mendarat di bandara.
 


Tekanan dunia

Sejumlah pihak meyakini pihak Konsulat Arab Saudi di Istanbul sengaja menahan Khashoggi. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahkan telah mendesak Arab Saudi untuk membuktikan perkataan mereka kalau Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan baik-baik saja.

"Kita harus memperoleh hasil penyelidikan ini secepatnya. Pihak Konsulat tidak bisa melepaskan tanggungjawab mereka dengan hanya mengatakan ia sudah meninggalkan Konsulat,” tutur Erdogan sebagaimana dikutip VOA.

Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric berharap pemerintah Arab Saudi dan Turki bisa bekerja sama dalam penyelidikan. Kata Dujarric, PBB memang belum secara resmi campur tangan dalam kasus ini, namun kata dia PBB akan memantau kasus ini secara seksama.

"Apa yang diserukan oleh rekan kami dari kelompok hak asasi manusia ialah pemerintah Turki dan Arab Saudi bekerjasama dalam penyelidikan. Kami sangat mengharapkan bisa memperoleh informasi mengenai kasus ini," kata Dujarric dalam taklimat harian yang dikutip dari Antara, Kamis (11/10/2018).

Hilangnya Khashoggi memang memunculkan kecurigaan. Pasalnya, wartawan veteran asal Arab Saudi ini dikenal sering melontarkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman


Mohammed bin Salman (Sumber: Instagram/@special_royal)

Sepak terjang Khashoggi sebagai jurnalis memang telah tersohor. Sebelum hilang dan pergi ke Turki, Khashoggi bahkan dikabarkan sempat tinggal di pengasingan di Amerika Serikat saat dirinya rutin menjadi penulis kolom tetap Washington Post.

HIlangnya Khashoggi bahkan disebut-sebut terkait dengan kritiknya terhadap Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Khashoggi juga dikenal sebagai sosok yang sejak lama memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi.

Bahkan, Khashoggi sempat menjabat sebagai penasihat bagi para pejabat senior di Arab Saudi. Kritik Khashoggi yang dimaksud adalah tulisannya di surat kabar al-Hayat yang mempersoalkan reformasi yang dialami kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang menurutnya kerap membuat aturan-aturan buruk.

Akibat tulisannya itu, Khashoggi sempat mendapat peringatan. Kolomnya bahkan diturunkan oleh surat kabar al Hayat. Setelah itu, barulah Khashoggi pergi meninggalkan Arab Saudi ke Amerika Serikat.

Menurut Cengiz, sang tunangan, Khashoggi adalah orang yang berharga dengan pemikiran teladan dan berani. "Saya tidak tahu bagaimana saya bisa tetap hidup jika dia diculik atau dibunuh di Turki," tulis Cengiz dalam sepotong emosional di Washington Post.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
19 Februari 2019 16:25 WIB

Enam Anggota Polres Jakut Dipecat karena Terlibat Narkoba

Upacara pemecatan itu dilaksanakan dengan pelucutan seragam dan atribut polisi
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR