Minggu, 21 Oktober 2018
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Diah/era.id)
11 Oktober 2018 17:41 WIB

BNPB: Relawan China ke Palu Disinyalir Bawa Undangan Palsu

BNPB juga menolak belasan relawan asing dari berbagai negara
Bagikan :


Jakarta, era.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan delapan relawan asing asal China yang tidak membawa dokumen dari organisasi resmi dari negaranya sebagai izin membantu korban gempa Sulawesi Tengah.

Sutopo menjelaskan, delapan relawan China ini mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi. Tapi BNPB meragukan keaslian surat tersebut.

"Kita khawatir, masih meragukan suratnya asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu. Oleh karena itu, petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu," tutur Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga : Bantu Bencana Sulteng, Relawan Asing Diminta Koordinasi


Baca Juga : Duka Bocah Pengungsi Bencana Palu yang Diperkosa

Meski telah diperingatkan, ternyata ada tiga orang relawan yang tetap berangkat menuju Palu lewat jalur darat.

"Oleh karena itu, BNPB meminta kontak bupati Palu Sigi yang dinyatakan sebagai pengundang. Kabar selanjutnya, kami mendapat kabar mereka sudah keluar dari wilayah Palu," kata dia.

Tak hanya itu, Sutopo bilang ada juga 14 warga negara asing, terdiri dari 5 warga Nepal, 8 warga Meksiko, dan 1 warga Australia yang juga ditolak sebagai relawan di Palu.

"Alasan mereka ditolak karena tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Kedua, mereka tidak memiliki barang bantuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia, dan tidak pernah mengajukan surat tertulis di Kementerian Luar Negeri atau kedutaan besar masing-masing," jelasnya.


(Ilustrasi/era.id)

Akhirnya, lanjut Sutopo, 14 WNA tersebut telah difasilitasi kembali ke Balikpapan diangkut dengan pesawat hercules bantuan milik Malaysia.

"Kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya," ujar Sutopo.

"Mereka (relawan asing), tetap bagaimanapun harus melaporkan, harus ada koordinasi, sehingga kita tahu mereka betul-betul apakah sesuai yang kita butuhkan, Apakah Memang mereka memiliki perizinan, atau memang punya afiliasi dengan NJO yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia hanya membutuhkan empat hal dari pihak asing dalam penanganan darurat bencana di Sulawesi Tengah, yaitu pesawat transportasi, generator set (genset), pengolahan air atau water treatment dan tenda.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
21 Oktober 2018 13:06 WIB

Kenapa Harus Debat Capres di Kampus?

Dua kubu capres berpandangan debat capres di kampus perlu dilakukan, alasannya?
Nasional
21 Oktober 2018 12:03 WIB

Panduan Menghayati Hari Santri buat Milenial

Hari Santri punya makna mendalam soal perjuangan dan persatuan bangsa, gimana ceritanya?
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:23 WIB

Melihat Lebih Dekat Produksi FTV Azab

Dari aktor yang lupa nama karakter sendiri hingga mengorek pandangan sang sutradara
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:03 WIB

Mimpi Dwi Sasono Ajak Keluarga Keliling Jawa

Mobil, Pulau Jawa, pemandangan, dan budaya Indonesia
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut