Selasa, 19 Februari 2019
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Diah/era.id)
11 Oktober 2018 17:41 WIB

BNPB: Relawan China ke Palu Disinyalir Bawa Undangan Palsu

BNPB juga menolak belasan relawan asing dari berbagai negara
Bagikan :


Jakarta, era.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan delapan relawan asing asal China yang tidak membawa dokumen dari organisasi resmi dari negaranya sebagai izin membantu korban gempa Sulawesi Tengah.

Sutopo menjelaskan, delapan relawan China ini mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi. Tapi BNPB meragukan keaslian surat tersebut.

"Kita khawatir, masih meragukan suratnya asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu. Oleh karena itu, petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu," tutur Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga : Bantu Bencana Sulteng, Relawan Asing Diminta Koordinasi


Baca Juga : Jepang Komitmen Hibah Pembangunan Jembatan di Palu

Meski telah diperingatkan, ternyata ada tiga orang relawan yang tetap berangkat menuju Palu lewat jalur darat.

"Oleh karena itu, BNPB meminta kontak bupati Palu Sigi yang dinyatakan sebagai pengundang. Kabar selanjutnya, kami mendapat kabar mereka sudah keluar dari wilayah Palu," kata dia.

Tak hanya itu, Sutopo bilang ada juga 14 warga negara asing, terdiri dari 5 warga Nepal, 8 warga Meksiko, dan 1 warga Australia yang juga ditolak sebagai relawan di Palu.

"Alasan mereka ditolak karena tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Kedua, mereka tidak memiliki barang bantuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia, dan tidak pernah mengajukan surat tertulis di Kementerian Luar Negeri atau kedutaan besar masing-masing," jelasnya.


(Ilustrasi/era.id)

Akhirnya, lanjut Sutopo, 14 WNA tersebut telah difasilitasi kembali ke Balikpapan diangkut dengan pesawat hercules bantuan milik Malaysia.

"Kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya," ujar Sutopo.

"Mereka (relawan asing), tetap bagaimanapun harus melaporkan, harus ada koordinasi, sehingga kita tahu mereka betul-betul apakah sesuai yang kita butuhkan, Apakah Memang mereka memiliki perizinan, atau memang punya afiliasi dengan NJO yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia hanya membutuhkan empat hal dari pihak asing dalam penanganan darurat bencana di Sulawesi Tengah, yaitu pesawat transportasi, generator set (genset), pengolahan air atau water treatment dan tenda.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR