Senin, 10 Desember 2018
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Diah/era.id)
11 Oktober 2018 17:41 WIB

BNPB: Relawan China ke Palu Disinyalir Bawa Undangan Palsu

BNPB juga menolak belasan relawan asing dari berbagai negara
Bagikan :


Jakarta, era.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan delapan relawan asing asal China yang tidak membawa dokumen dari organisasi resmi dari negaranya sebagai izin membantu korban gempa Sulawesi Tengah.

Sutopo menjelaskan, delapan relawan China ini mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi. Tapi BNPB meragukan keaslian surat tersebut.

"Kita khawatir, masih meragukan suratnya asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu. Oleh karena itu, petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu," tutur Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga : Bantu Bencana Sulteng, Relawan Asing Diminta Koordinasi


Baca Juga : Pemutakhiran DPT Sulteng Terhambat Kegalauan Warga

Meski telah diperingatkan, ternyata ada tiga orang relawan yang tetap berangkat menuju Palu lewat jalur darat.

"Oleh karena itu, BNPB meminta kontak bupati Palu Sigi yang dinyatakan sebagai pengundang. Kabar selanjutnya, kami mendapat kabar mereka sudah keluar dari wilayah Palu," kata dia.

Tak hanya itu, Sutopo bilang ada juga 14 warga negara asing, terdiri dari 5 warga Nepal, 8 warga Meksiko, dan 1 warga Australia yang juga ditolak sebagai relawan di Palu.

"Alasan mereka ditolak karena tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Kedua, mereka tidak memiliki barang bantuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia, dan tidak pernah mengajukan surat tertulis di Kementerian Luar Negeri atau kedutaan besar masing-masing," jelasnya.


(Ilustrasi/era.id)

Akhirnya, lanjut Sutopo, 14 WNA tersebut telah difasilitasi kembali ke Balikpapan diangkut dengan pesawat hercules bantuan milik Malaysia.

"Kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya," ujar Sutopo.

"Mereka (relawan asing), tetap bagaimanapun harus melaporkan, harus ada koordinasi, sehingga kita tahu mereka betul-betul apakah sesuai yang kita butuhkan, Apakah Memang mereka memiliki perizinan, atau memang punya afiliasi dengan NJO yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia hanya membutuhkan empat hal dari pihak asing dalam penanganan darurat bencana di Sulawesi Tengah, yaitu pesawat transportasi, generator set (genset), pengolahan air atau water treatment dan tenda.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
10 Desember 2018 10:50 WIB

DPW PAN Kalsel Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

"Saya siap menerima sanksi apapun dari DPP PAN"
Peristiwa
10 Desember 2018 10:09 WIB

BPN Pindah Markas, Ma'ruf Amin: Tak Mudah Rebut Jateng

Tidak semudah itu Ferguso~
megapolitan
10 Desember 2018 09:15 WIB

BMKG: Waspadai Hujan Angin di Jabodetabeka

Yang sedang berkendara dan di luar ruangan hati-hati ya..
Lifestyle
10 Desember 2018 08:50 WIB

Lelang Harta Pribadi Frank Sinatra Laku Jutaan Dolar AS

Sebagian hasil lelang akan disumbangkan untuk Pusat Anak Barbara Sinatra di California
Lifestyle
10 Desember 2018 07:20 WIB

Pasien Serangan Jantung Akut Perlu Perhatian Khusus

Pasien dengan penyakit ini mesti segera diberikan tindakan