Kamis, 23 Mei 2019
Pasien sedang diterapi menggunakan golok dan pahat. (Arie/era.id)
16 Maret 2019 07:09 WIB

Siapa Berani Coba Terapi Pijat Golok dan Pahat?

Bukan cuma pake senjata tajam, metode pengobatannya juga pakai air raksa lho
Bagikan :


Bandung, era.id - Untuk kamu yang lagi pegal-pegal dan tidak enak badan, udah nyobain diobati pakai golok dan pahat belum? Jika belum, kamu harus segera melipir ke Bandung.

Eittss.. Jangan salah paham dulu. Pengobatan dengan menggunakan golok dan pahat bukan berarti kamu akan disakiti dengan dua benda itu, melainakan hanya sebuah metode terapi pijat yang sedang berkembang di Bandung.

Selain menggunakan dua alat tadi, para terapis juga menggunakan air raksa dan mesin bor lho. Menurut penemu refleksi berbagai pijat ekstrim ini, Decky Ardiansyah, terapi ini sebenarnya untuk melenturkan sel-sel yang ada dalam tubuh saat dilakukan pemijatan.

"Saat kita takut sesuatu maka badan kita akan melakukan perlawanan, sehingga sel-sel dalam tubuh kita lentur akibat meningkatnya adrenalin," kata Decky Ardiansyah di Bandung, Jumat (15/3/019).


Baca Juga : Kebanyakan Nonton Kerusuhan Tak Baik buat Kesehatan Psikis

Decky menjelaskan, saat golok baja tajam diayunkan dengan tempo cepat dan pelan ke titik tubuh tertentu, otot atau sel tubuh menjadi tebal. Tebasan golok baja itu akan langsung terarah ke syaraf sensorik inti di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Sasaran terapi pijat golok baja seberat 3 Kg dengan panjang 15-30 sentimeter itu untuk di bagian leher, punggung, pinggang, lengan, paha dalam dan atas. Kemudian bagian betis dalam dan atas, serta bokong. 


Pasien sedang diterapi menggunakan golok dan pahat. (Arie/era.id)

"Kalau untuk pijat golok di lengan untuk terapi penyakit stroke, pijat bagian tubuh untuk daya tahan, serta kepala atau leher untuk kelancaran oksigen ke otak dan pijat di bagian pinggang untuk terapi kanker dan jantung," jelas Decky.

Terapi pijat dengan menggunakan golok ini dilakukan selama 30 menit sampai 1 jam, tergantung dengan penyakit yang diderita pasien. Sementara untuk terapi pijat dengan menggunakan pahat, diperuntukkan bagi pasien yang memiliki penyakit berat. 

Penyakit berat itu contohnya seperti kanker, keseleo, patah tulang, jantung, paru-paru serta pernapasan. "Pada dasarnya hampir sama dengan terapi pijat golok tetapi untuk pahat ini dipakai palu sebagai alat bantu untuk menekan syaraf inti dalam tubuh," ungkap Decky.

Tak hanya menggunakan benda tajam, Decky juga melakukan terapi dengan air raksa. Caranya, air raksa dituangkan ke bagian tubuh yang bermasalah guna melunakan otot yang akan diobati.

Dia menambahkan, terapi air raksa itu khusus untuk patah tulang. Patah tulang yang dimaksud dia, contohnya cedera tulang engkel di bagian kaki sehingga terlepas dari posisinya. "Dengan disiram air keras ini otomatis otot akan melemas dan dipastikan akan balik lagi kesemula," jelasnya.

Terakhir terapi pijat ekstrim yang dipraktikan oleh pegawai negeri Balai Rehabilitasi Wyataguna Bandung ini, yaitu menggunakan mesin bor listrik. Mesin bor listrik dengan menggunakan mata bor ukuran 12 sentimeter, dilakukan di 80 titik tubuh pasien yang mengalami kelumpuhan total. 

Durasi terapinya selama setengah jam dari ujung kepala sampai ujung jari. "Asal tahu teknisnya dipastikan tubuh enggak akan bolong," terangnya.

Selama 10 tahun melakukan praktik terapi ekstrim, pria yang mengalami gangguan mata low vision itu mengaku telah menyembuhkan 100 pasien yang mengidap berbagai penyakit. Memang diakui Decky, pada awalnya tidak semua mempercayainya dan takut untuk diberikan terapi. Bahkan di kampung halamannya Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, para tetangga menyebut dirinya memiliki ilmu gaib.

"Padahal bukan itu, melainkan memainkan sisi psikologis. Karena orang yang takut, ototnya akan menegang karena tubuhnya mengeluarkan pertahanan dengan menegangnya otot. Itu yang mempermudah sisi terapis," kata dia. 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Arie Nugraha
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
23 Mei 2019 15:38 WIB

Blackpink Beri Penghormatan buat Korban Serangan Manchester

Ini dilakukan dalam pertunjukan pertama mereka di Manchester
Nasional
23 Mei 2019 15:16 WIB

2 Tersangka Unjuk Rasa 21 dan 22 Mei Berafiliasi ISIS

"Fix, ini sudah ditunggangi," katanya
megapolitan
23 Mei 2019 14:49 WIB

Anies: 8 Orang Meninggal pada Aksi 21-22 Mei

Turut berduka
Olahraga
23 Mei 2019 14:32 WIB

Peserta Piala Dunia 2022 Tetap 32 Negara

Tak ada yang berubah
Nasional
23 Mei 2019 14:11 WIB

300 Pelaku Kerusuhan Jakarta Ditangkap

Mereka ditangkap di sejumlah titik di Jakarta