Senin, 27 Januari 2020
Ilustrasi (Pixabay)
03 Desember 2019 11:41 WIB

Bukan Cuma Granat, Smartphone Kita Juga Bisa Meledak

Baterai berjenis Lithium-ion dalam smartphone kita juga memiliki daya ledak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sebuah ledakan terjadi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pagi tadi sekitar pukul 07:40 WIB, Selasa (3/12/2019). Dugaan awal dari aparat kepolisan, ledakan berasal dari baterai handphone yang digunakan korban.

Belakangan diketahui dari keterangan resmi pihak keamananan, ledakan berasal dari granat asap. Hingga mengakibatkan dua korban luka-luka yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan Anggota Garnisun Tetap 1/Jkt.

"Temuan di lapangan. Ini diduga granat asap yang meledak," kata Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).


Infografik (Ilham/era.id)


Baca Juga : Apa Kabar Kasus Ledakan Granat Asap di Monas?

Namun, penting untuk diketahui bahwa baterai berjenis Lithium-ion dalam smartphone kita juga memiliki daya ledak. Lalu apa penyebabnya hingga bisa menimbulkan ledakan?

Dikutip dari BBC Indonesia, perusahaan Samsung dulu sempat menghentingkan penjualan Galaxy Note 7 karena adanya sejumlah kasus yang menyebutkan baterai tanam milik mereka ada yang meledak atau terbakar.

Setelah melakukan indentifikasi, perusahan asal Korea ini menyebutkan salah satu penyebabnya adalah isi ulang baterai Lithium-ion yang terlalu cepat dilakukan atau terdapat kesalahan manufaktur, sehingga dapat menyebabkan hubungan arus pendek yang menyebabkan kebakaran.

Ahli penyimpanan energi Professor Clare Grey dari Cambridge University mengatakan,baterai ini berisi sebuah katoda, anoda, dan litium. Katoda dan anoda dipisahkan larutan organik bernama electrolyte dan bahan berpori bernama separator. Litium bergerak menembus separator, di dalam larutan, di antara keduanya.

Jika pengisian daya dalam baterai Lithium-ion terlalu cepat, kata Grey, akan membangkitkan panas, lapisan lithium akan terbentuk di sekitar anoda yang dapat menciptakan hubungan arus pendek.


(Foto: witcomputers.cim)

"Baterai dioptimasi agar Anda tidak melakukan charge terlalu cepat, jika Anda melakukan hal ini Anda akan membentuk piringan lithium di baterai," kata Grey.

Masalah lain yang dapat menyebabkan hubungan arus pendek di antaranya adalah lubang kecil di logam yang terbentuk saat proses produksi, atau lubang kecil saat membungkus, atau yang terjadi saat baterai diisi daya beberapa kali, karena materinya memang bisa mengembang dan berkontraksi.

Meskipun demikian, pembungkus baterai yang menggabungkan sel baterai, yang befungsi membangkitkan tenaga, juga dapat menimbulkan masalah, dan hal ini biasa terjadi. Contohnya baterai berisi 12 sel yang biasa dipakai di laptop.

"Semakin banyak sel-nya, maka semakin besar kemungkinan mengalami kegagalan," tambahnya.

"Masih muncul sejumlah kecacatan, tetapi jumlahnya semakin sedikit. Ini adalah tantangan, karena baterai itu banyak yang diproduksi," kata Grey.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satu karyawan Geek Squad memberikan beberapa catatan yang harus diperhatian bagi para pengguna gawai. Menurutnya, terdapat sejumlah gejala yang mengisyaratkan sebuah baterai akan mati, misalnya baterai akan mulai membengkak sebelum benar-benar mati. Hal ini disebabkan karena sel bagian dalamnya meledak.

"Tetapi pembengkakan ini tidak selalu terjadi. Terkadang, pertandanya juga perangkat akan terasa lebih hangat daripada biasanya," imbuhnya.

Geek Squad menyarankan untuk membuang atau mengganti baterai yang menunjukkan tanda-tanda seperti di atas. 


Ilustrasi (Foto: www.chemistryworld.com)
Bagikan :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
26 Januari 2020 21:13 WIB

Naga Lyla 'Hijrah' ke Ada Band

Keputusan ini sudah dipikirkan sejak setahun lalu
Lifestyle
26 Januari 2020 19:33 WIB

Rizky Nazar Resmi Jadi GatotKaca

GatotKaca akan memulai tahap produksinya pada bulan April 2020
Lifestyle
26 Januari 2020 18:08 WIB

VIDEO: Yang Muda yang Menjaga Tradisi Tato Mentawai

Kami mencoba langsung membuat tato dengan metode hand tapping
Lifestyle
26 Januari 2020 17:19 WIB

Tren Mobil Diesel Masih Berumur Panjang

"Diesel tidak akan hilang"
megapolitan
26 Januari 2020 15:27 WIB

Akhirnya Warga Jakarta Punya Wagub!

Hore, Anies enggak jomblo lagi~