Jumat, 21 Juni 2019
Lady Gaga (Foto: Intsagram @ladygaga)
11 Januari 2019 16:17 WIB

Lagu Lady Gaga-R Kelly Dihapus di Layanan Musik Digital

Ini karena R. Kelly dituduh melakukan kekerasan seksual kepada wanita
Bagikan :


Los Angeles, era.id - Lady Gaga akhirnya memenuhi janjinya menghapus lagu kolaborasinya dengan R. Kelly dari layanan musik digital, setelah ia berkomentar mengenai kasus yang menimpa penyanyi R&B itu.

Dilansir dari Antara, Jumat (11/1/2019), lagu berjudul Do What U Want yang dinyanyikan Lady Gaga dengan R. Kelly telah dihapus dari iTunes Store mulai 10 Januari pukul 10 malam waktu Amerika Serikat.

Lagu ini juga tidak lagi menjadi bagian dari daftar lagu di album ARTPOP yang dirilis Lady Gaga pada 2013 silam. Album itu juga tidak tersedia di iTunes Store, meskipun sisa lagu lainnya masih bisa dibeli secara terpisah.

Selanjutnya lagu Do What U Want juga tidak akan lagi tersedia pada layanan streaming Apple Music AS dan juga tidak dapat diputar melalui saluran YouTube resmi Lady Gaga.


Baca Juga : VIDEO: Taylor Swift Berdamai dengan Rival Abadinya, Katy Perry

Namun para penggemar masih dapat melakukan streaming dan membeli versi alternatif lagu Do What U Want yang menampilkan Christina Aguilera sebagai rekan duet.

Lagu Do What U Want versi kolaborasi dengan Christina Aguilera dirilis pada Desember 2013 sebagai single yang berdiri sendiri dan tidak terdapat dalam album ARTPOP.

Hal serupa juga terjadi di layanan streaming Spotify Amerika Serikat. Versi album yang menampilkan R. Kelly juga tidak dapat diputar, namun untuk versi kolaborasi dengan Christina Aguilera masih tersedia.
 

Supaya kamu tahu, R. Kelly--pemenang Grammy Award yang mencetak hits I Believe I Can Fly--dituduh melakukan kekerasan seksual kepada wanita selama dua dekade terakhir. Perilakunya memancing amarah masyarakat yang ditandai dengan viralnya gerakan media sosial #MuteRKelly. 

Mei tahun lalu, Spotify menghapus lagu-lagu R. Kelly dari data musik mereka. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan baru perusahaan terkait konten kebencian.

Lagu-lagu tersebut memang masih tersedia di Spotify. Tapi mereka tidak lagi memasukkannya ke dalam saran daftar putar atau mengoperasikannya melalui algoritma seperti fitur Discover Weekly.     

Penyanyi kelahiran Chicago, Amerika Serikat membantah keras tuduhan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi kepada NBC News, manajemen R Kelly mengecam keputusan Spotify dengan menyatakan kebijakan yang mereka ambil tidak berdasar. 

Kebijakan mengenai konten kebencian ini merupakan sikap Spotify untuk menindak tegas musisi yang melakukan tuduhan kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga, dan artis yang menyanyikan lirik yang bersifat kekerasan dan anti-wanita.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Riki Noviana
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 22:03 WIB

Lewat Tulisan, Ahli KPU Jelaskan Anak Perusahaan Bukan BUMN

Biar semuanya menjadi terang benderang lur~
Nasional
20 Juni 2019 21:32 WIB

Kubu Prabowo Tak Puas Jawaban Saksi Ahli KPU

Kubu Prabowo mempertanyakan Situng rawan disusupi
Nasional
20 Juni 2019 21:25 WIB

KPU Ragukan Kualitas Saksi dan Ahli Kubu Prabowo

"Ngomongnya plintat-plintut gitu," katanya
Nasional
20 Juni 2019 21:11 WIB

Dapat Promosi Jabatan, Deputi Penindakan KPK Balik ke Polri

Di mana pun berada sing penting mengabdi untuk bangsa dan negara
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~