Sabtu, 20 April 2019
Ilustrasi (Pixabay)
08 November 2018 16:17 WIB

Benarkah Kopi Bisa Kurangi Risiko Penyakit Otak?

Kopi dark roast menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan otak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Ada kabar gembira nih untuk para coffee lover. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi dapat melindungi otak kamu. 

Para peneliti Kanada yang berasal dari Krembil Brain Institute di Toronto ini menguji Starbucks via instan light roast, dark roast, dan dark roast tanpa kafein untuk senyawa yang dikenal sebagai fenilindan. 

"Itu karena mereka berpikir senyawa, yang merupakan hasil dari proses pemanggangan, adalah kunci untuk kesehatan otak tidak harus berdasarkan jumlah kafein," sebagaimana laporan USA Today, seperti dilansir Antara, Kamis (8/11/2018).

Peneliti menjelaskan, fenilindan mencegah dua fragmen protein yang umum pada alzheimer dan parkinson. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dipublikasikan di Frontiers di Neuroscience, Oktober lalu. 


Baca Juga : VIDEO: 5 Kopi Asli Indonesia yang Mendunia

"Ini pertama kali ada orang yang menyelidiki bagaimana fenilindan berinteraksi dengan protein yang bertanggung jawab terhadap Alzheimer dan Parkinson," ujar Ross Mancini, peneliti yang terlibat dalam penelitian.


(Ilustrasi/Pixabay)

Mancini menambahkan, kopi dark roast menghasilkan fenilindan dengan jumlah tertinggi, tampaknya membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan otak. Kendati demikian, seberapa menguntungkan senyawa tersebut masih belum diketahui.

Sebelum kamu mengubah kebiasaan minum kopi, penelitian itu harus direspons agak skeptis. Howard Bauchner, pemimpin redaksi jurnal medis JAMA (The Journal of the American Medical Association) dan The JAMA Network, mengatakan kepada USA Today, sebagian besar penelitian tentang kopi itu adalah penelitian asosiasi, yang artinya mereka tidak menunjukkan bahwa kopi adalah alasan sebenarnya untuk temuan tersebut.

"Ini menarik tetapi apakah kami menyarankan bahwa kopi adalah obat? Tentu saja, tidak," ujar direktur bersama Krembil Brain Institute peneliti Donald Weave.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 April 2019 16:20 WIB

NGEPOD: Legalisasi Ganja, Sampai Mana?

Manfaat ganja? Kenapa legalisasi? Apa masalah dalam legalisasi? Langsung sikat podcastnya!
Nasional
20 April 2019 15:48 WIB

TKN Kirim Seruan pada Relawan Lewat Pesan Singkat

Apa isi seruan itu?
Olahraga
20 April 2019 15:42 WIB

Menanti Penantang Baru Anthony Joshua

Gantikan Jarrel Miller yang tersandung perkara doping
Nasional
20 April 2019 14:47 WIB

Komisioner KPU Jawab Hubungan Saudara dengan Pakar Media Sandi

Yang satu penyelenggara pemilu, lainnya lagi jadi bagian dari peserta pemilu
Olahraga
20 April 2019 13:47 WIB

Kemenangan Sulit Nadal Atas Guido di Monte-Carlo Masters

Tak semudah itu, Rafael