Rabu, 26 Juni 2019
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis (Wardhany/era.id)
22 Mei 2019 11:58 WIB

KPU: Cari Keadilan Bukan di Jalan Tapi Lewat MK

Karena lewat jalur ini, dugaan kecurangan bisa dibuktikan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, untuk mencari keadilan bukan melalui aksi turun ke jalan, tapi lewat jalur hukum.

Hal ini disampaikan Viryan menanggapi aksi demo tentang hasil Pemilu Presiden 2019 yang diungkapkan KPU. 

"Mendapatkan keadilan dalam pemilu atau keadilan dalam demokrasi itu tidak akan selesai dalam aksi-aksi jalanan. Hanya bisa selesai melalui mekanisme hukum dan itu ada di MK," kata Viryan kepada wartawan di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Viryan lebih mengapresiasi bila masalah ini ditempuh lewat jalur hukum. Sebab, dengan membawanya ke jalur hukum, dugaan kecurangan bisa dibuktikan dan diselesaikan. 


Baca Juga : Prabowo Bertemu Budi Gunawan, Dahnil: Saya Tidak Tahu

Dia menegaskan, sebagai penyelenggara Pemilu 2019, KPU telah bekerja secara transparan dan akuntabel. Salah satu bukti transparansi yang dilakukan oleh KPU adalah lewat Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang memudahkan masyarakat memantau hasil pemilu.

"Hanya dengan situng, publik, masyarakat bisa mengetahui hasil pemilu di TPS dengan mengakses dokumen otentik yang telah disajikan oleh teman-teman kami di kabupaten, kota yang mengirim ke Situng tersebut," ungkapnya.

"Kalau tidak ada mekanisme Situng, kita tidak punya pegangan bersama dan kpu sengaja serta meminta form C1 di situng itu harus apa adanya," imbuh Viryan.

Tapi, dia menegaskan, Situng bukanlah alat hitung hasil Pemilu 2019. Sebab, Situng hanyalah alat informasi bersifat sementara. 

Kalaupun ada koreksi dari hasil Situng, maka koreksi dilaksanakan di tingkat pleno terbuka dan berlangsung di 7201 kecamatan. 

Proses pleno di kecamatan itu, kata Viryan juga dihadiri oleh saksi dari dua belah pihak yaitu TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandiaga. Sehingga, bisa dikoreksi bersama.

"Kami punya datanya dan tidak ada keberatan yang signifikan," kata dia.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
25 Juni 2019 21:57 WIB

Mungkin ini Penyebab LRT Velodrome-Kelapa Gading Belum Beroperasi

Ada bau yang tak sedap sepertinya...
 
Nasional
25 Juni 2019 19:15 WIB

TKN Gelar Nobar Putusan Sidang Gugatan Prabowo

Daripada turun ke jalanan dan demo mending nonton di TV
Nasional
25 Juni 2019 18:48 WIB

Bakal Ada Demo di MK, Wiranto: Apa yang Diperjuangkan?

Apa yang kalian cari, wahai ferguso?
Nasional
25 Juni 2019 18:10 WIB

Ahok yang Terseret Kala Denny Indrayana Sindir Eddy Hiariej

Semua karena Ahok....
Nasional
25 Juni 2019 18:05 WIB

VIDEO: Palsukan Ijazah, Pelawak Qomar Ditahan

Qomar telah ditahan sejak Senin malam