Selasa, 25 Juni 2019
pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Albert Hasibuan (Mery/era.id)
26 Desember 2018 20:33 WIB

Pendiri PAN: Amien Rais Batasi Kebebasan Partai

Surat itu bukan dimaksudkan untuk memecahbelah partai
Bagikan :


Jakarta, era.id - Salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Albert Hasibuan menjelaskan soal surat terbuka untuk Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Menurutnya surat tersebut ditujukan untuk menyelamatkan PAN dan bukan memecah belah konsentrasi partai jelang Pemilu 2019.

"Kita minta dengan sangat PAN tak pecah, kami minta Amien Rais mundur dan mendorong agar PAN bisa bebas menetukan arahnya, saya tidak akan meminta PAN atau mengharapkan PAN tapi agar PAN bisa lebih bebas menentukan sikapnya," ujar Albert, di kediamannya, Jalan Mirah Delima, Permata Hijau, Jakarta Barat, Rabu (26/12/2018).

Selain itu Albert juga menyayangkan sikap Amien Rais yang dinilainya telah membatasi ruang gerak dan pemikiran partai. Albert mencontohkan pernyataan kontroversial Amien Rais bahwa pemilu 2019 seperti perang Armageddon. Menurut Albert, pernyataan itu bersifat pesimistis terhadap negara.

Apalagi, katanya, PAN sejak awal didirikan untuk menjadi partai alternatif pada masa awal gerakan reformasi dahulu. Menurut Albert dan pendiri lainnya, sikap Amien Rais justru telah melewati batas dan mengaburkan komitmen PAN.


Baca Juga : PAN Bantah Akan Gabung Koalisi Pemerintah

"Karena itu maka dengan tingkah pak Amien Rais akhir-akhir ini ya maka PAN dirugikan banyak, apakah Pak Amien Rais tidak melanggar keinginan itu loh ya untuk tidak lagi melaksanakan ide-ide reformasi itu," terangnya.

Albert kemudian menyinggung elektabilitas PAN di sejumlah survei. Kata dia, elektabilitas PAN begitu minim dan terancam tidak lolos parlemen.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Saleh Pertaonan Daulay meminta, agar pimpinan pusat partai tidak perlu menghiraukan surat terbuka para pendiri PAN yang meminta Amien Rais mundur dari kepengurusan dan politik praktis PAN. Sebab, dia menilai, surat itu tidak kontekstual dan memuat kepentingan politik jangka pendek.

"Surat itu jelas bertujuan untuk memecah belah konsentrasi PAN dalam menghadapi pemilu, khususnya pilpres yang akan datang," tutur Saleh.

Saleh menilai, ada pihak yang sengaja ingin menganggu konsentrasi partainya dalam upaya memenangkan PAN dan Prabowo-Sandiaga di Pemilu 2019 mendatang.

Menurut Saleh, sebagai pendukung solid Prabowo-Sandi, PAN dan khususnya Amien Rais, dinilai sangat kontributif dan produktif dalam membangun jaringan dan basis dukungan bagi pemenangan Prabowo-Sandi.

"Wajar saja jika ada segelintir orang yang tidak suka karena kepentingan politiknya secara personal maupun komunal terganggu. Karenanya, Amien Rais dan PAN tentu tidak perlu menganggap serius terhadap surat tersebut," kata Saleh.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat