Kamis, 24 Januari 2019
Ilustrasi (Ilham/era.id)
11 Januari 2019 21:03 WIB

Hottest Issue Jumat Malam, 11 Januari 2019

Mulai dari perkembangan kasus prostitusi online hingga hukuman untuk Anies Baswedan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Konten spesial dari redaksi era.id, kembali hadir di tangan Anda. Kami memilih lima informasi menarik. Lalu dikumpulkan menjadi satu untuk memudahkan kamu membaca dan bisa menemani menghabiskan waktu istirahat. Selamat membaca.

1. Pengakuan Muncikari Prostitusi Online

Santernya pemberitaan soal prostitusi artis online turut membongkar ternyata masih banyak artis lain yang ikut terjerembab dalam kasus prostitusi online

Kabarnya selain VA ada 45 artis lain yang juga terlibat langsung dengan dua mucikari ES dan TN. Selain artis, 100 nama model majalah pria dewasa juga turut terseret kasus serupa.


Baca Juga : Hottest Issue Kamis Pagi, 24 Januari 2019

Berikut pengakuan dari muncikari prostitusi online.
 

2. WhatsApp Pakai Keamanan Sidik Jari

WhatsApp dikabarkan sedang membuat fitur Touch ID untuk otentikasi keamanan di platform Android, seperti yang mereka lakukan untuk sistem operasi iOS beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Antara, Jumat (11/1/2019), fitur keamanan Touch ID mengharuskan pengguna WhatsApp untuk membuka aplikasi tersebut menggunakan sidik jari, mirip seperti membuka kunci ponsel.

Opsi sidik jari ini akan ditaruh di tab Privacy, jika sudah akitf pengguna harus menempelkan jari yang sudah didaftarkan ke sensor di ponsel untuk membuka aplikasi WhatsApp.

Baca Juga : WhatsApp Pakai Keamanan Sidik Jari di Android

Jika ponsel tidak memiliki pemindai sidik jari, WhatsApp akan memberikan opsi lain sesuai dengan kemampuan perangkat tersebut. Fitur baru ini, selain membutuhkan sensor sidik jari, akan berjalan minimal di Andorid Marshmallow.

3. Agnes Mo Bertemu Presiden Jokowi

Penyanyi Agnez Mo bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Jumat (11/01) siang. Pertemuan tersebut berjalan santai dan membahas beberapa hal, terutama soal generasi muda.

Agnez Mo ditemani manajernya dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Pertemuan tersebut berlangsung selama 30 menit.

Penyanyi yang sudah merambah dunia musik internasional itu mengatakan optimisme, kerja keras, serta strategi tepat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi. Menurut dia, Presiden juga menanyakan motivasinya menjadi artis internasional.    

"Saya jelasin saya cerita bahwa saya percaya bangsa yang besar itu adalah bangsa yang belajar. Jadi kalau saya mau menjadi orang besar itu saya harus mau belajar," kata Agnez, yang sebelumnya juga pernah menjadi pemeran dan pemandu acara musik.

Agnez mengatakan bahwa dia merupakan satu-satunya artis asal Indonesia yang menjadi nomine penerima iHeart Music Awards 2019 di Amerika Serikat. Dia meminta dukungan Presiden agar bisa menjadi duta bangsa dalam ajang tersebut.



4. Hukuman untuk Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi laporan dugaan pelanggaran pemilu yang tengah dikaji oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor.

Anies sebetulnya mengapresiasi respons masyarakat yang berkembang atas pelaporannya tersebut. Namun, ia berharap penanganan pemilu lebih fokus pada hal-hal yang substantif.

"Hal-hal yang minor seperti ini sebenarnya tak usah menjadi fokus percakapan, karena hal yang lebih substantif sebetulnya menentukan arah perjalanan bangsa," ungkap Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga : Menanti Hukuman untuk Anies Baswedan

Saat ini, Anies bilang tengah menunggu kajian Sentra Gakkumdu yang sedang digelar Bawaslu Bogor. Hal itu untuk menentukan apakah yang dilakukan Anies pada Konferensi Nasional Partai Gerindra memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilu atau tidak.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Diah/era.id)

5. Revisi Visi-Misi Prabowo-Sandi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menolak pengajuan perubahan visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tentu saja menjadi tidak diperbolehkan. Dasarnya mengapa tidak boleh adalah, dokumen program visi-misi itu kan bagian tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres," ucap Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Wahyu menjelaskan, yang sudah tidak bisa diubah pada visi-misi adalah konteks dokumennya. Sementara itu, kata dia, gagasan yang bukan berbentuk dokumen masih bisa diperbaharui.

Baca Juga : Maaf Prabowo-Sandi, Revisi Visi-Misi Anda Ditolak KPU

"Dalam bentuk komunikasi politik dalam tata ilmu, gagasan-gagasan, ide-ide baru itu ya dipersilakan dikomunikasikan kepada masyarakat, karena itu hak pasangan calon," ucap dia.

Maka, pada surat penyerahan revisi dokumen visi-misi yang diterima KPU pada 9 Januari lalu, Wahyu menjelaskan pihaknya membalas surat kepada Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang menyatakan, dokumen visi-misi hanya diterima saat berbarengan dengan tahapan penyerahan pencalonan.


Ilustrasi Prabowo-Sandiaga (era.id)
Bagikan :
Topik :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
24 Januari 2019 09:12 WIB

Asyik, Kirim Buku ke Seluruh Indonesia Gratis

 Kebijakan ini berlaku kalau ngirim lewat Pos Indonesia, di tanggal 17 setiap…
Nasional
24 Januari 2019 08:41 WIB

Mencari Tahu Makanan Kesukaan Ahok

Pisang, ayam ketumbar, dan mie goreng seafood Bangka adalah makanan favorit…
Nasional
24 Januari 2019 08:26 WIB

Suasana Mako Brimob Jelang Bebasnya Ahok

Sejumlah massa pendukung Ahok terus berdatangan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok
Nasional
24 Januari 2019 07:20 WIB

Hottest Issue Kamis Pagi, 24 Januari 2019

Kabar pagi untuk pengantar minum kopi kalian