Senin, 16 September 2019
Diana yang dijaring Satpol PP Tangerang (Jaenuddin)
31 Mei 2019 20:37 WIB

Bersama Anjelo, Kupu-kupu Malam Masih Beterbangan

Nekat tetap beroperasi di bulan Ramadan
 
Bagikan :


Tangerang, era.id  – Menjelang hari raya Idulfitri yang hanya menunggu hitungan hari saja. Apa daya, Diana harus diamankan Satpol PP Kota Tangerang karena berkeliaran malam-malam.

Kupu-kupu malam. Mungkin itu sebutan untuk Diana yang menjajakan diri kepada para hidung belang. Diana tertangkap tangan Satpol PP yang menyamar dan menjaring jasa perempuan malam seperti Diana.

Diana tak sendiri. Dia mendapat bantuan dari Anjelo (Antar Jemput Lonte) saat menjajakan diri di tengah gemerlap kota Tangerang di malam hari. Tugas Anjelo juga bukan sekadar antar jemput saja, tapi juga menghindari razia petugas.

"Anjelo kita dapat bagian gocap (lima puluh ribu rupiah-red) dalam setiap kali transaksi, kalau dapat dua lelaki, ya berarti cepek, tapi paling banyak juga tiga atau empat sih pak," ucap Diana di kantor Satpol PP Kota Tangerang, Jumat (31/5/2019).


Baca Juga : VIDEO: Polisi Gerebek Prostitusi Online Threesome

"Temennya banyak yang kasih info, misalnya ada mobil patroli Satpol PP lewat pasti dikasih tahu ke kita, terus jadi kita bisa tahu duluan sebelum Pol PP datang," terangnya.

Sebagai kupu-kupu malam, dirinya juga merasa dilindungi oleh Anjelo dari pelanggannya yang terkadang berbuat onar dan tidak mau membayar jasanya. "Kayak semacam bodigar (body guard-red) gitu pak, kan banyak tamu yang kurang ajar kagak mau bayar," jelasnya.

Dalam setiap aksinya, Diana mematok tarif Rp250 hingga Rp300 ribu untuk sekali kencan. Itu pun harus dipotong biaya hotel Rp100 ribu dan biaya Anjelo Rp50 ribu. 

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang A. Ghufron Falfeli, mengatakan kalau praktik semacam ini telah tertata dengan rapih. 

"Dalam menjajakan diri mereka duduk di atas motor sehingga setiap saat mereka dapat tancap gas melarikan diri dari kejaran petugas," jelasnya kepada wartawan.



Selain licin, kata Gufron, PSK tersebut tidak jarang melakukan aksi nekatnya dengan tidak memperhatikan keselamatan dirinya. Bahkan dalam aksinya ia melibatkan orang di sekitarnya untuk mengetahui kedatangan petugas. 

PSK yang diamankan tersebut, tambah Gufron, untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk selanjutnya diberikan pembinaan dan penyuluhan setelah sebelumnya dilakukan pendataan.

"Dinsos yang memiliki kewenangan untuk membina mereka, perkara akan dikirim ke Pasar Rebo atau hanya diberikan pembinaan di kota itu sudah menjadi kewenangan mereka,"tuturnya. 

Dirinya mengaku akan terus melakukan serangkaian penertiban untuk meminimalisir angka prostitusi terlebih di bulan ramadhan guna menambah kekhusyuan umat dalam menjalankan ibadah. 

"Pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat dalam bentuk kenyamanan, untuk itu kami akan terus mengupayakan hal itu agar konsep Tangerang LIVE dapat berjalan dengan optimal," tandasnya.

 
Bagikan :

Reporter : Jaenudin
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~