Selasa, 17 September 2019
Pengamanan aksi demonstrasi penolakan hasil penghitungan Pemilu Presiden 2019 di gedung Bawaslu (Anto/era.id)
22 Mei 2019 14:01 WIB

Demo Kecurangan Pemilu Ricuh, BPN Ogah Tanggung Jawab

Yang bertanggung jawab adalah mereka yang memprovokasi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kericuhan terjadi setelah aksi massa menolak hasil perhitungan Pemilu Presiden 2019 oleh KPU. Kericuhan itu meluas setelah massa membubarkan diri pada Selasa (22/5) malam.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tidak merasa bertanggung jawab untuk kericuhan yang terjadi.

Menurut Dahnil, yang harusnya bertanggung jawab atas kericuhan hingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka adalah mereka yang memprovokasi.

"Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka-mereka yang lakukan provokasi. Mereka yang lakukan kekerasan karena sejak awal Pak Prabowo memutuskan jalur konstitusional, mendukung segala upaya konstitusional dan menggiring gerakan yang damai menggunakan hak demokrasi," katanya, di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara No.4, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).


Baca Juga : KPU Pertimbangkan Hadirkan Saksi Hadapi Gugatan Pileg

Dahnil menambahkan, BPN mengimbau semua pihak untuk menahan diri, termasuk kepolisian agar tidak secara demonstratif menggunakan persenjataan melakukan penanganan terhadap massa.

"Massa yang demo juga harus tahan diri, tidak lakukan kekerasan provokasi dan sebagainya. Netizen juga kami imbau untuk tidak lakukan kekerasan verbal yang sekarang berkembang. Jadi kami berharap semua pihak saat ini harus menahan diri, baik itu bentuk kekerasan fisik maupun kekerasan verbal," ucapnya.

Sementara itu, BPN sedang menyiapkan diri untuk menggunakan hak konstitusionalnya karena menganggap adanya kecurangan dari hasil penghitungan Pemilu Presiden 2019 oleh KPU. Dahnil mengatakan, Prabowo sedang berdiskusi meminta masukan kepada para tokoh untuk melanjutkan langkah ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pak Prabowo memilih jalur hukum konstitusional yaitu menggugat di MK terkait dengan ketidakpengakuan Pak Prabowo terhadap hasil pilpres," tuturnya.


Grafis dipersembahkan Ilham/era.id
 
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas