Senin, 19 November 2018
Thanos di Avengers: Infinity War (Foto: IMDB)
13 September 2018 06:00 WIB

Perekonomian Dunia di Antara Avengers, Jokowi dan Thanos

Jokowi dan anggota Avengers lainnya, siap melawan Thanos
Bagikan :


Hanoi, era.id - Perekonomian dunia sedang mengarah ke pertempuran tak terbatas atau infinity war layaknya film terbaru dari Avengers. Sama seperti musuhnya Iron Man cs, ada juga 'Thanos' yang harus dilawan. Dan Presiden Jokowi beserta anggota Avengers lainnya, akan siap berperang dengan 'Thanos'.

Cerita ini bukan khayalan. Tapi kejadian nyata yang terjadi forum super resmi, World Economic Forum on ASEAN, di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018). Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya.

"Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas," kata Jokowi.

Tapi Thanos salah perhitungan. Kenyataannya, sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kemampuan untuk memperbanyak sumber daya lebih banyak dari sebelumnya. Salah satu contoh lagi, tentang pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat. Kini sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan.


Baca Juga : Presiden Jokowi Lagi Doyan Cek Harga ke Pasar

"Penelitian ilmiah membuktikan, ekonomi kita sekarang lebih ‘ringan’ dalam hal berat fisik dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet," jelas Jokowi.

Bagi Jokowi, sekarang waktu yang tepat meningkatkan ekonomi bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas. "Asian Games dan Asian Para Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang, merupakan pertunjukan spektakuler dari bakat manusia di Asia. Lebih dari 14 ribu atlet dan 7 ribu officials dari 45 negara bertanding di 40 cabang olah raga," ungkap Presiden.


World Economic Forum on ASEAN di Hanoi (Foto: Setkab)

Bahkan, lanjut Presiden, pada acara pembukaaan dan penutupan, ribuan penyanyi, penari, dan berbagai artis dari Indonesia, India, Korea, serta berbagai negara turut memeriahkan acara, termasuk penampilan Dangdut dari Indonesia, Bollywood dari India, dan K-Pop dari Korea.

Di depan para petinggi negara lainnya, Jokowi membanggakan anak muda Indonesia yang menggerakkan transformasi e-Commerce dan ekonomi digital. Ada empat Unicorn atau perusahaan start-up dengan nilai miliaran dolar. Nilainya sama dengan jumlah Unicorn di gabungan 28 negara di Uni Eropa.

Sumber daya manusia, menurut Presiden, juga turut mendorong revolusi industri keempat atau Revolusi Industri 4.0. Presiden mengatakan bahwa pada 4 April lalu ia telah meluncurkan program pemerintah Revolusi Industri 4.0 yang diberi nama 'Making Indonesia 4.0'.

"Saya percaya bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan, karena salah satu aspek penting dari Industri 4.0 adalah penurunan biaya produk dan jasa sehingga menyebabkan produk tersebut lebih murah dan mudah dijangkau bagi kalangan berpendapatan rendah," tutupnya.


 (Foto: IMDB)
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 November 2018 13:29 WIB

Kominfo Segera Cabut Izin Bolt, First Media dan Jasnita

Ini karena mereka menunggak kewajiban Biaya Hak Penggunaan (BHP)
Teknologi
19 November 2018 13:25 WIB

Goodbye Aplikasi Sticker WhastApp di App Strore

Beli android...
Nasional
19 November 2018 13:13 WIB

Hottest Issue Siang, Senin 19 November 2018

Ada soal rumah sakit gajah di India, dan kemenangan Swiss atas Belgia
Peristiwa
19 November 2018 12:44 WIB

PDIP: Ta’wun Muhammadiyah untuk Bangun Indonesia

Seruan ini senafas dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo
Nasional
19 November 2018 12:38 WIB

Presiden Jokowi Lagi Doyan Cek Harga ke Pasar

Kurang dari sebulan, sudah empat pasar yang dicek Jokowi