Senin, 16 Desember 2019
Basuki T Purnama saat datang ke acara pelantikan DPR (Irfan/era.id)
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tidak mau ambil pusing soal pro kontra masuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Jabatan untuk Ahok itu ditentang oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) PT. Pertamina.

Erick bilang pro kontra terhadap suatu kebijakan memang hal yang biasa. "Saya rasa pro kontra tidak hanya Pak Basuki, saya sendiri ada pro kontra, Pak Chandra (Chandra Hamzah) ada pro kontra," kata Erick di Istana Negara, Jumat (22/11/2019).

Erick meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan Ahok untuk bekerja di Pertamina dan jangan berpikir negatif. "Yang penting begini, kasih kesempatan kita bekerja, dan lihat hasilnya kadang-kadang kita su'uzon orang ini begini begini tanpa melihat hasil," ujar dia.

Menurut Erick, dipilihnya mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi Komisaris di Pertamina sudah melalui banyak Pertimbangan, sama seperti jabatan untuk mantan pimpinan KPK, Chandra Hamzah di BTN.


Baca Juga : Sebuah Jawaban untuk Pertanyaan: Kenapa Ahok Tak Jadi Dirut Pertamina?

"Saya rasa masing-masing punya alasan berbeda, kalau Pak Chandra Hamzah background-nya hukum, kami tahu di BTN sekarang ada isu-isu yang kurang baik tentu harus dilihat secara hukum, apalagi ini ujung tombak pembiayaan perumahan rakyat nasional kalau tidak sehat tidak bagus," kata dia.

Ke depan, kata dia, tugas Ahok cukup berat di Pertamina, salah satunya adalah mengurangi impor minyak. Sebab, selama ini impor minyak Indonesia selalu membengkak. Bahkan defisit neraca perdagangan Indonesia disebabkan salah satunya oleh impor migas.

Tapi Erick yakin hal itu bisa deselesaikan atau diminimalisir oleh Ahok. 

"Saya rasa bagaimana bagian terpenting Pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai, ya bukan berarti anti impor tapi mengurangi, proses-proses pembangunan refinery ini amat sangat berat. Jadi saya perlu teamwork yang besar tidak bisa Dirut saja. Karena itulah kenapa kemarin kita juga ingin orang yang pendobrak, bukan pendobrak marah-marah, saya rasa pak Basuki berbeda, pak Ahok berbeda, kita perlu figur pendobrak supaya ini sesuai dengan target. Toh beliau komisaris utama, kan direksinya yang day to day tapi menjaga supaya ini semua," kata dia.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Hendriana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
16 Desember 2019 08:06 WIB

Gara-Gara Putung Rokok, Gudang Mabel di Jaktim Terbakar

Makanya kalo ngerokok jangan sembarang
megapolitan
16 Desember 2019 08:02 WIB

Pemprov DKI Jakarta Yang Makin 'Maksiat Friendly'

Kata FPI lho pak Anies..
Olahraga
16 Desember 2019 06:29 WIB

Akhir Damai Atlet Senam Pelatnas SEA Games dan Pelatih

Enggak bisa ikut SEA Games karena dituduh tidak perawan

Lifestyle
15 Desember 2019 15:23 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film James Bond 007: No Time to Die dan Wonder Woman 2
Nasional
15 Desember 2019 11:21 WIB

Bakal Ada Bus Amfibi yang Bisa Berenang di Ibu Kota Baru

Bisa sambil mancing dan tebar jala juga enggak ya?