Senin, 14 Oktober 2019
Startup unicorn di Indonesia (ilustrasi era.id)
06 Oktober 2019 18:48 WIB

OVO Ikut Gabung Jadi Perusahaan Unicorn di Asia Tenggara

Setelah OVO siapa lagi yang akan menjadi unicorn di Indonesia~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Satu unicorn kembali lahir di Indonesia. Gelar tersebut resmi disematkan pada layanan dompet digital OVO sebagai, perusahaan rintisan dengan valuasi dana mencapai satu miliar dolar AS.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, turut bangga dengan capaian OVO sebagai layanan keuangan digital di Indonesia yang kini naik kelas. OVO menyusul Tokopedia, Traveloka, Gojek, dan Bukalapak, yang sebelumnya telah menyandang status serupa.

"Kita patut bersyukur. Target kami sampai akhir 2019 ada lima unicorn. Sebelum akhir tahun ini, sudah ada unicorn baru. Selamat datang kepada OVO yang menjadi unicorn baru Indonesia, yang incorporated atau didirikan di Indonesia," seperti dikutip Antara, Minggu (6/10/2019).

Dalam laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club disebutkan OVO memiliki valuasi 2,9 miliar dolar AS. Unicorn merupakan julukan bagi startup yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp14 triliun.


Baca Juga : Mengenal Fitur Terbaru iOS 13



Geliat bisnis OVO mulai terpantau sejak perusahaan anggota Lippo Group ini meluaskan pangsa pasarnya dengan menggandeng Tokopedia dan Grab pada 2017. Terlebih ketika, valuasi OVO bertambah berkat tiga penyuntik dananya dari Tokyo Century Corporation, Grab, dan Tokopedia.

Berdasarkan hasil riset Google, Asia Tenggara telah menjadi surga bagi pelaku ekonomi digital. Tercatat sejak tahun 2015, sudah ada 11 perusahaan rintisan (startup) yang menjelma menjadi unicorn dengan valuasi minimal 1 miliar dolar AS.

Kini layanan dompet digital OVO telah melejit dan menjadi salah satu fintech terbesar di Indonesia. Pada 2018, OVO mengklaim sudah menjalankan 1 miliar kali transaksi.

Selain itu, OVO juga bekerja sama dengan Grab, startup ride-hailing. OVO menjadi dompet digital satu-satunya yang bisa digunakan untuk pembayaran transaksi dalam platform Grab di Indonesia. 

OVO telah menggaet 500 ribu mitra, 300 ribu di antaranya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan OVO sudah merambah di 354 kota/kabupaten di Indonesia. Belakangan, OVO juga mulai meluncurkan beberapa layanan baru, seperti OVO Paylater (cicilan) dan Talangan Siaga.

Selain OVO, sejumlah start-up calon unicorn (aspiring unicorns) di Indonesia dan Singapura, sedang tumbuh mencari pendanaan tahap akhir untuk meningkatkan skala bisnisnya. 

Dengan begini, telah ada tiga unicorn di Indonesia yakni Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Adapun Gojek sudah naik kelas menjadi decacorn, yaitu perusahaan yang nilai valuasinya tembus 10 miliar dolar AS.


 
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
14 Oktober 2019 12:41 WIB

Hari Ini, Pengamanan di Sekitar Kompleks Parlemen Menurun

Tapi jalanan di depan kompleks parlemen, ditutup
Lifestyle
14 Oktober 2019 12:27 WIB

Mengenal Somantri Ahmad, Bapak-bapak dengan Lawakan yang Khas

Lawakannya sempat viral di sejumlah media sosial
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Lifestyle
14 Oktober 2019 11:35 WIB

Kebangkitan Club Eighties dalam Cahaya

Tetap dengan pop synthesizer yang dibalut gaya sound kekinian
Nasional
14 Oktober 2019 11:20 WIB

Upaya Mengawal Istri Kolonel Hendi dari UU ITE

Sebanyak 52 pengacara menyatakan siap mendampingi istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution