Selasa, 17 September 2019
Fadli Zon (Mery/era.id)
11 Juni 2019 21:18 WIB

Fadli Zon Desak Pembentukan TGPF Kerusuhan 22 Mei versi DPR

Lalu apa bedanya dengan upaya Polri mengungkap dalang kerusuhan 22 Mei~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mendesak, agar pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei segera dipercepat. TGPF ini, kata dia, akan diisi dengan orang-orang independen untuk mengungkap kasus ini secara transparan.

“Menurut saya peristiwa itu kan menimbulkan korban jiwa, kemudian masih ada orang-orang yang mungkin belum diketemukan dan sebagainya. Seharusnya ada ada satu tim gabungan pencari fakta ya seperti dulu 21 tahun lalu juga dibentuk TGPF,” katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Di samping itu, Fadli juga mengusulkan, TGPF bisa diisi oleh masyarakat sipil dan beberapa pihak terkait. Dia menilai, penyelidikian harus dikawal agar berjalan transparan dan independen.

“Sehingga ada independensi dari tim ini untuk membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa sampai timbul korban jiwa, kemudian mungkkn bisa dipelajari tentang siapa yang melakukan dan seterusnya,” jelasnya.


Baca Juga : DPR Evaluasi Iuran BPJS Kesehatan yang Naik

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, penyelidikan mengenai kasus kerusuhan 22 Mei tidak bisa dilakukan hanya dengan satu pihak saja. Apalagi kata dia, hal ini juga untuk menghindari konflik kepentingan agar terciptanya hasil penyelidikan yang transparan.

“Karena satu versi pasti akan ada conlict of interest. Siapa yang dirugikan, tuduhan-tuduhan, framing-framing terhadap para pelaku, apalagi dengan pemerintah yang sekarang merupakan ikut bagian dari aktor politik yang sedang berlangsung,” tuturnya.



Sebelumnya, Polri telah mengungkap sejumlah bukti dan perkembangan terkait kerusuhan 21-22 Mei di depan Bawaslu. Termasuk juga disebutkannya sejumlah aktor yang menjadi dalam kerusuhan. 

Terlebih, Polri juga sudah membeberkan pengakuan para tersangka soal adanya rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. 

"Adanya persesuaian keterangan saksi 1 dan lain dan persesuaian keterangan saksi dan barang bukti, persesuaian keterangan tersangka dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Hary di kantor Kemenko Polhukam.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas