Senin, 20 Januari 2020
Gatotkaca (Istimewa)
21 Februari 2019 21:32 WIB

Gatotkaca Naik Layar dalam Balutan Ambisi Gila

Februari 2020, cepatlah datang~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Gatotkaca segera naik layar. Kesatria mitologi pewayangan yang dikenal dengan otot kawat dan tulang besinya ini akan segera digarap menjadi film layar lebar dengan judul Satria Dewa: Gatotkaca. Satria Dewa Studio, Caravan Studio dan Magma Entertainment bersinergi menggarap superhero yang kerap disebut Superman-nya Indonesia ini.

Sore tadi, kami berkesempatan menghadiri konferensi pers proyek film ini. Ambisi besar kami tangkap di sana. Rene Ishak, perwakilan Satria Dewa Studio yang juga Executive Producer film ini menjelaskan, Satria Dewa: Gatotkaca akan dirilis pada Februari 2020 mendatang dan menjadi film pembuka dari universe superhero Indonesia, Satria Dewa Universe yang menurut Rene akan diisi delapan film lain. 

Rene menjelaskan, ide penggarapan Satria Dewa: Gatotkaca ini telah digagas sejak lima tahun lalu. Menurut Rene, ada tujuan besar yang ingin dicapai, yaitu mengangkat khasanah budaya Indonesia --termasuk mitologi kepahlawanan-- yang hampir lenyap.

“Saya dan tim awalnya hanya ingin menggali potensi-potensi budaya kita yang adiluhung ini sebagai inspirasi untuk disebarluaskan nilai-nilainya kepada generasi milenial Indonesia,” tutur Rene di Djakarta Theater, Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).


Baca Juga : Timo Tjahjanto Bakal Umumkan Pemeran Si Buta dari Gua Hantu

Untuk menunjang Satria Dewa: Gatotkaca, pihak studio akan mempersiapkan sejumlah kreasi IP alias intellectual property seperti website, komik, mobile game, merchandise, serial televisi, hingga theme park ala Disneyland yang isinya diproyeksi berisi wahana tentang Gatotkaca dan seluruh kesatria mitologi yang akan jadi bagian dari Satria Dewa Universe. Seluruh IP itu, kata Rene akan dibangun bertahap.

Satria Dewa Universe sendiri nantinya akan diisi oleh sejumlah kesatria mitologi pewayangan lain seperti Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula-Sadewa, Srikandi yang merupakan bagian dari kisah peperangan epik Bharatayudha. Sebagai pamungkas, pihak studio telah menyiapkan film yang mengangkat peperangan besar kurukshetra.


Konferensi pers Satria Dewa: Gatotkaca (Maretian/era.id)


Popularitas Gatotkaca

Menurut Rene, popularitas Gatotkaca jadi alasan yang melandasi keputusan studio mengangkat Gatotkaca sebagai tokoh pertama yang difilmkan. Studio meyakini, Gatotkaca sebagai salah satu tokoh pewayangan yang telah memiliki basis penggemarnya sendiri. Memang, bukan tanpa alasan. Gatotkaca seperti kita ketahui bahkan telah diadaptasi menjadi salah satu hero dalam Mobile Legends.

“Saya menempatkan diri saya sendiri sebagai fans. Saya tahu, sekeren apapun film itu, tanpa fans itu percuma. Bila suatu film telah memikat hati seorang fans, maka fans itu akan mengembalikan tiga kali lipat apresiasinya.”

Dalam prosesnya, Satria Dewa Studio tidak hanya memikirkan konsepnya seorang diri. Mereka berkolaborasi dengan Caravan Studio yang juga sempat menangani artwork untuk Wiro Sableng, Dreadout, dan film yang akan tayang tahun ini, Gundala.  Untuk penggarapan filmnya, mereka juga bekerjasama dengan Magma Entertainment dengan sutradara Charles Gozali (Finding Srimulat). Ketiganya saling bertukar pikiran untuk mewujudkan ambisi super gokil ini.

“Ketika saya ditawari untuk menyutradarai film ini, tentunya saya sangat senang. Saya memang berangkat sebagai sutradara film action. Namun, kebanyakan dalam perjalanannya, saya lebih banyak menggarap film drama. Kapan lagi ada kesempatan di mana kita bisa memproduksi sebuah film drama, fantasi, action dengan inspirasi latar budaya kita sendiri yang sangat luar biasa?" tutur Charles dalam kesempatan yang sama.

"Justru dengan kesadaran akan budaya adiluhung itu lah kami memilih mas Asaf Antariksa dan Bagus Bramanti dari Pabrik Fiksi sebagai penulis skenario di film ini. Kami juga mengajak Cecep Rahman (The Raid 2) sebagai koordinator laga yang juga meriset tentang silat yang nanti akan digunakan oleh Gatotkaca."

Satria Dewa: Gatotkaca ini akan mengambil set modern tanpa melupakan unsur mitologi pewayangannya. Riset yang diambil sendiri adalah kisa perang Barathayudha dari versi Indonesia berdasarkan buku Babat Tanah Jawa.

Dikisahkan ketika Gatotkaca mengorbankan dirinya ketika Arjuna akan dibunuh saat perang Barathayudha. Kematiannya membuat para Pandawa mengeluarkan kesaktian sang tokoh dan disimpan untuk dipindahkan ke generasi selanjutnya guna menyelamatkan bumi dari tangan penjahat.

Sampai akhirnya di era modern, seorang bayi yang merupakan keturunan para Pandawa yang berasal dari raja-raja Jawa menerima kekuatan itu. Bayi itu pun tumbuh besar yang akhirnya akan menerima kekuatan Gatotkaca. Sang kesatria itu sendiri nantinya akan berevolusi. Gatotkaca akan tampil sebagai tokoh pria dengan jaket kulit sambil menggunakan topeng sebelum akhirnya mendapat kostum supernya yang lebih kuat.

Gila! Februari 2020, cepatlah datang!

Bagikan :

Reporter : Maretian
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
20 Januari 2020 07:47 WIB

Tiket Fancon Park Jihoon Dijual Mulai Rp950.000

Paling mahal Rp2,5 Juta
Nusantara
20 Januari 2020 07:04 WIB

Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, 4 Tewas, 6 Hilang

Saat kejadian ada orang lagi nyebrang
Nasional
19 Januari 2020 19:05 WIB

Investor Jiwasraya akan Suntikan Dana Mencapai Rp3 Triliun

"(Investor) ada yang dari lokal, dari asing"
Lifestyle
19 Januari 2020 18:09 WIB

Tempat Nongkrong Seru ala Anak Jaksel

Ada yang udah pernah ke tempat-tempat ini?
Lifestyle
19 Januari 2020 17:05 WIB

Eminem Kejutkan Penggemar Lewat Album Music to be Murdered By

"Guess who's back? Back again. Shandy's back, tell a friend!"