Kamis, 24 Mei 2018
Vincensius Evan dan Nathanael, korban ledakan bom di Surabaya (Wilson/era.id)
15 Mei 2018 15:49 WIB

Wenny Baru Tahu 2 Putranya, Evan dan Nathan Meninggal

Wenny ikut terluka dan dibolehkan dokter lihat jenazah Evan-Nathan selama 4 jam
Bagikan :


Surabaya, era.id – Hati Wenny Angelina hancur ketika menyaksikan kedua anaknya, Vincensius Evan (12 tahun) dan Nathanael (8 tahun) terbujur kaku. Wenny hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur dorongnya, sambil berusaha mengikhlaskan kedua putranya pergi menemui Tuhan.

Wenny, Evan, dan Nathanael adalah ibu-anak korban bom bunuh diri Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Minggu (13/5) kemarin. Pagi itu, mereka mendatangi rumah Tuhan bersama-sama. Sementara suami Wenny memakirkan mobil di area gereja.

Baca Juga : Cerita Om Evan dan Nathan Saat Ledakan Bom Surabaya

Wenny menggandeng kedua putranya memasuki halaman. Baru saja melangkahkan kaki, tiba-tiba bom meledak tak jauh dari keberadaan ketiganya. Mereka pun terhempas. Ternyata, itulah kali terakhir Wenny menggenggam tangan kedua jagoannya.


Baca Juga : Memahami Cara Negara Melawan Terorisme

Sang kakak, Evan, mengembuskan napas terakhirnya tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit lantaran terluka parah. Sementara itu, usai berjuang selama kurang lebih 12 jam di ruang IGD RS Bedah Surabaya, Nathanael menutup mata untuk selamanya sekitar pukul 20.00 WIB. Dan sang ibu, Wenny, masih harus melanjutkan perjuangannya di rumah sakit untuk menyembuhkan luka.

Kepergian Evan dan Nathanael sempat dirahasiakan keluarga dan kerabat di hadapan Wenny. Dikhawatirkan, kondisi Wenny yang juga terluka parah akan drop mengetahui kedua putranya telah tiada.

Barulah Senin (14/5) malam kemarin, Wenny akhirnya tahu dua jagoannya telah lebih dulu menghadap Tuhan. Tak bisa terbayangkan reaksi dia ketika mendapat kabar itu.

Selasa (15/5/2018) siang tadi, Wenny datang menggunakan mobil ambulans ke Rumah Duka Adi Jasa Surabaya, untuk melihat jenazah kedua putranya. Tubuhnya yang masih dipasangi selang infus, terbaring lemas di atas tempat tidur dorong.


Wenny yang baru tiba di rumah duka (Wilson/era.id)

Wenny tak punya banyak waktu untuk mengiringi kepergian Evan dan Nathanael. Dokter hanya mengizinkan Wenny berada di luar rumah sakit selama empat jam, lantaran ia masih harus menjalani perawatan intensif. Itulah kali terakhir Wenny melihat wajah kedua buah hatinya.

Hingga kini, pihak keluarga belum memberikan keterangan mengenai pemakaman Evan dan Nathanael. Rencananya, Rabu (16/5) besok akan dilakukan prosesi tutup peti.

Sementara itu, suasana rumah duka masih diliputi kepiluan. Ucapan bela sungkawa terus berdatangan. Karangan bunga juga terlihat berjajar memenuhi rumah duka.



Bagikan :
Topik :

Reporter : Wilson Septrudy Purba , Fitria Chusna Farisa
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Mei 2018 12:29 WIB

Ngabalin dan Bukti Tak Ada Lawan di Politik

Siapa bakal menyusul Ngabalin?
Lifestyle
24 Mei 2018 12:13 WIB

Mengenal Sosok Laksamana Keumalahayati Lewat Komik

Keumalahayati disebut-sebut sebagai laksamana wanita pertama di dunia lho..
Nasional
24 Mei 2018 11:56 WIB

KPK Periksa Adik Zumi Zola Sebagai Saksi

Sebelumnya, ibu dan istri Zumi juga diperiksa 
Nasional
24 Mei 2018 11:47 WIB

Anas Anggap Sidang PK Bagian Ibadah Ramadan

Katanya, ia ikhtiar dan mencari berkah di bulan penuh berkah
Olahraga
24 Mei 2018 11:18 WIB

Klopp Puji Salah Duta Sempurna Dunia Arab

Di tengah konflik dan anti-muslim di dunia, keberadaan Salah sangat penting