Sabtu, 20 April 2019
Ilustrasi (Pixabay)
12 Februari 2019 14:01 WIB

Menyulap Limbah Popok jadi Pupuk

Simsalabim
Bagikan :


Jakarta, era.id - Siswa kelas 8 SMPN 23 Kota Surabaya, Jatim, Muhammad Izaz Khoirullah Alkhalid bersama dengan empat orang guru IPA di sekolahnya berhasil mengubah sampah popok bekas pakai menjadi pupuk yang bermanfaat dalam bercocok tanam.

Izaz mengatakan, gel popok bekas pakai bisa membuat tanah menjadi lembab, sehingga mengurangi penggunaan air saat menyirami tanaman.

"Tanaman juga menjadi lebih subur, karena bakteri amonia pada popok bisa membantu pertumbuhan pada tanaman," katanya dikutip dari Antara, Selasa (12/2/2019).

Menurut Izaz, proses mengubah popok jadi pupuk ini membutuhkan waktu satu bulan. Caranya, popok bekas pakai dicuci bersih, lalu disemprot dengan air. Setelahnya, dikeringkan sedikit agar berubah menjadi gel.


Baca Juga : Habis Dipamerin, Spanduk dan Baliho Caleg Jadi Sampah Lingkungan?

"Kemudian gel tersebut diambil dan dicampur dengan pupuk kompos, serta didiamkan selama sebulan hingga akhirnya bisa dipakai.".

Hasil karya pelajar SMPN 23 Surabaya ini sudah dimulai sejak awal 2018. Bahkan dalam setahun terakhir, Izaz sudah memproduksi sebanyak 150 kilogram pupuk.

Sejauh ini, 100 kilogram pupuk sudah terjual seharga Rp10 ribu/5 kilogram. Produk pupuk Izaz ini sudah digunakan oleh para orang tua murid di SMPN 23 Surabaya.

Hasil karya Izaz yang kemudian didaftarkan melalui program Pangeran dan Puteri Lingkungan ini sudah berlangsung sejak 2002. Dari seleksi sekitar 400 siswa lebih pelajar SD dan SMP, diambil 40 finalis hingga akhirnya diputuskan juara 10 pelajar terbaik tingkat SD dan 10 terbaik tingkat SMP.

Mereka yang terpilih menjadi juara merupakan siswa yang memiliki kualifikasi serta berkontribusi nyata selama enam bulan terakhir. Melalui program ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong para pelajar dengan harapan menumbuhkembangkan kecintaan mereka sejak dini terhadap lingkungan.

Mendapati hal itu, Izaz bersama 20 orang Pangeran dan Puteri Lingkungan 2019 terpilih diundang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk melakukan pemaparan di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya pada Senin (11/2).

Melihat hasil karya Izaz tersebut, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini meminta kepada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk bisa mencoba menggunakan pupuk Izaz di taman taman.

Tidak hanya itu, ia juga meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Eko Agus Supriadi untuk membantu mematenkan hasil karya pelajar SMP ini.

"Sepanjang tidak mengecewakan guru dan orang tua dengan nilai yang stabil dan tidak turun, itu tidak masalah cari uang dan kaya sejak kecil."

Menurut Risma, para pelajar yang terpilih menjadi Pangeran dan Puteri Lingkungan 2019, merupakan anak anak yang luar biasa. Hal ini terlihat, ketika para pelajar tersebut berkomunikasi menyampaikan hasil karya dengan lugas dan jelas kepada publik bukan hal yang biasa. Terlebih, lanjut dia, apa yang dipaparkan para pelajar itu bisa mempengaruhi orang lain untuk peduli dengan lingkungannya.

"Kalian adalah tunas luar biasa dari negara ini, lanjutkan yang selama ini kalian lakukan. Terima kasih sayang, sudah jadi anak yang luar biasa."
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
20 April 2019 15:42 WIB

Menanti Penantang Baru Anthony Joshua

Gantikan Jarrel Miller yang tersandung perkara doping
Nasional
20 April 2019 14:47 WIB

Komisioner KPU Jawab Hubungan Saudara dengan Pakar Media Sandi

Yang satu penyelenggara pemilu, lainnya lagi jadi bagian dari peserta pemilu
Olahraga
20 April 2019 13:47 WIB

Kemenangan Sulit Nadal Atas Guido di Monte-Carlo Masters

Tak semudah itu, Rafael
Nasional
20 April 2019 12:51 WIB

Catat Layanan yang Bisa Kamu Kontak untuk Awasi Situng KPU

Jika temukan kesalahan, laporkan! 
Peristiwa
20 April 2019 11:33 WIB

Bisakah Sandi Kembali jadi Wakil Gubernur DKI?

Pakar politik jawab banyaknya pertanyaan soal kemungkinan kembalinya Sandi ke Balai Kota