Selasa, 19 Februari 2019
Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy. (Wardhany/era.id)
06 Desember 2018 15:35 WIB

Kubu Jokowi: Karakter Asli Prabowo Mulai Tampak Pelan-Pelan

"Yaitu, karakter ingin mendikte media," kata Lukman Edy
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy mengatakan, sedikit demi sedikit karakter asli dari capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah mulai tampak. 

Salah satunya, saat Prabowo marah kepada pewarta terkait tak masifnya pemberitaan soal aksi Reuni 212 beberapa waktu yang lalu.

Dengan sikap ini, Lukman menilai, Prabowo mulai tampak mendikte media atau menciptakan framming sendiri. Padahal, setiap media tentu punya kebijakan sendiri untuk menyampaikan informasi.

"Saya mengatakan pelan-pelan kan akhirnya karakter Pak Prabowo itu muncul. Karakter ingin mendikte media, karakter ingin mem-framming media," ungkap Lukman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2018).


Baca Juga : Melihat Ponpes An Nawawi Tanara Milik Ma'ruf Amin

Ketua DPP PKB ini juga bilang, jika pers saat ini tak bisa dibandingkan dengan pers 20 tahun yang lalu. Apalagi, saat ini media juga menjadi salah satu pilar demokrasi.

"Jangan memandang media ini dengan kaca mata subyektifitas. Biarkan media ini tumbuh dengan subyektifitasnya sendiri dengan cara pandangnya sendiri. Karena ini tanggung jawab media untuk membangun demokrasi kita," kata Lukman.

Harapan Prabowo yang tak tercapai

Lukman memandang, Prabowo kecewa karena framming yang ingin dia bawa tidak termakan media. Karena itu, Prabowo melayangkan kekecewaannya kepada sejumlah wartawan.

"Saya melihat, Pak Prabowo kecewa dengan media itu yang pertama. Kecewa dengan media, karena inginnya beliau itu framming yang dibuat oleh media seperti yang dia harapkan," jelas Lukman.

"Misalkan harapan dia, 'wah ini 212 dihadiri jutaan orang', itu yang pertama. Kedua, 212 itu gerakan moral tidak ada latar belakang politik. Ketiga diharapkan bahwa 212 mampu mengkonsolidasi atau dikatakan sebagai konsolidasi umat islam untuk anti terhadap Pak Jokowi," tambahnya.

Namun, framming tersebut justru dikatakan anggota DPR Komisi II ini tak berhasil. Sebab, setelah aksi itu media justru lebih banyak menyoroti soal adanya gerakan politik dalam aksi tersebut. Termasuk adanya, dugaan tindak pelanggaran kampanye.

Lukman juga sempat menyebut jika kubu Prabowo-Sandiaga Uno hanya mampu menguasai media sosial yang belum tersentuh Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 daripada media arus utama yang diawasi oleh tiga instansi yaitu Bawaslu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers.

"Media sosial yang jadi andalan pihak Pak Prabowo dam Pak Sandi yang penuh dengan buzzer tidak ada yg mengawasi karena sistem pemilu kita belum sampai ke sana. Sistem UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017 belum punya tangan untuk memberikan pengawasan secara langsung di media sosial kecuali cyber crime kepolisian," katanya.

Sehingga, dirinya juga heran mengapa kubu paslon 02 itu lebih memilih bergerilya lewat sosial media yang tak ada pengawasan dari pihak yang bertanggungjawab. 

"Kecuali memang dengan penuh kesadaran menyatakan bahwa kampanye tanpa diawasi ini menjadi sarana kampanye Pak Prabowo dan Pak Sandi. Kalau masuk di media mainstream enggak sanggup karena ada pengawasan tiga lembaga itu," kata dia.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
Peristiwa
19 Februari 2019 14:06 WIB

Hanura Terbanyak Caleg Eks Koruptor

Setelah Hanura terbanyak caleg eks koruptor adalah Golkar dan Demokrat
Peristiwa
19 Februari 2019 13:46 WIB

Melihat Ponpes An Nawawi Tanara Milik Ma'ruf Amin

Ini merupakan bagian dari pemantapan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Banten
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City