Jumat, 22 November 2019
Jalan Pangeran Jayakarta (Merry Handayani (era.id)
05 Oktober 2019 19:20 WIB

Menyusuri Jejak Pembantaian VOC di 'Jacatra Weg'

Banyak pembantaian disana
Bagikan :


Jakarta, era.id - Bila melintasi Jalan Pangeran Jayakarta, serasa menapak tilas sejarah Jakarta. Beberapa bangunan peninggalan Belanda seperti Gereja Portugis atau Gereja Sion yang berdiri sejak tahun 1695, Stasiun Jakarta Kota yang mulai beroprasi tahun 1887, dan Masjid Jayakarta yang dibangun tahun 1620.

Namun siapa sangka jika jalan yang dulunya bernama Jacatra Weg atau Weg van Jacatra menjadi saksi bisu kekejaman pemerintah kolonial Belanda. alkisah, seorang Tuan Tanah bernama Pieter Erberveld dituduh melakukan pemberontakan dan ingin menguasai Batavia. Pada tahun 1721, VOC menangkap Pieter Erberveld dan seorang pribumi bernama Raden Ateng Kertadrya beserta gerombolannya atas tuduhan hendak membunuh orang-orang kulit putih dan rencana makar. Kemudian Pieter Erbelveld dieksekusi dengan sangat kejam, tubuhnya ditarik dengan arah berlawanan oleh 4 ekor kuda sehingga tercerai berai. Kepala Pieter kemudian dipenggal dan ditancapkan tombak.

Sebuah monumen tengkorak tertancap tombak didirikan diatas makam Pieter Erbelveld oleh VOC lengkap dengan prasasti ancaman bagi pemberontak. Salah seorang petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Banten, Tasum mengungkapkan ia pernah melihat langsung monumen itu. 


Makam Pieter Erbelveld (Dok. Tropenmuseum)


Baca Juga : Melihat Kemegahan Kuil Sensoji Asakusa di Tokyo


"Dulu saya belum tahu apa-apa. Cuma saya lihat sendiri pasung kepala orang. Saya pikir awalnya semen, tapi ketika didekati saya melihat ini kepala orang asli," jelasnya kepada era.id, di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Tempat pembantaian itu, kini sudah menjadi dealer mobil di Jalan Pangeran Jayakarta. Tepat dibawah gedung itu, tersimpan cerita mengerikan tersebut. Kini prasasti yang berupa replika kepala tengkorak manusia bisa dilihat di Museum Prasasti di Tanah Abang. "Tapi sekarang sudah enggak ada. Sudah dipindah ke Taman Makam Prasasati Tanah Abang,” sambungnya.


Peta Jacatra Weg (Dok. Tropenmuseum)

Selain eksekusi mati Pieter Erberveld dan kawan-kawannya, terjadi pula pembantaian etnis Tionghoa oleh VOC sekitar tahun 1740. VOC membantai lebih dari 10.000 warga Tionghoa karena populasi mereka sudah begit besar. Sekarang Jacatra Weg sudah bergani nama menjadi Pangeran Jayakarta yang diambil dari nama penguasa kota pelabuhan Jayakarta tahun 1600-an dari Kesultanan Banten.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi
Ekonomi
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus