Senin, 18 November 2019
Ilustrasi (StockSnap/Pixabay)
06 November 2019 18:35 WIB

Screen Time Bisa Memengaruhi Perkembangan Otak Anak

Bagian ini adalah kunci dari pengembangan intelek bahasa, literasi, dan sisi kognitif anak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Dalam perkembangan teknologi yang semakin meningkat, orang tua dituntut untuk bisa mengajarkan anak-anaknya secara maksimal. Sejumlah platform digital seperti Netflix dan YouTube pun tak ketinggalan ambil bagian dalam aktivitas belajar anak lewat fitur YouTube Kids dan Netflix Kids.

Namun, paparan gawai bagi 'si kecil' sering kali malah menjadi candu. Tidak jarang kita melihat anak-anak yang sedang rewel dengan ajaibnya bisa berhenti meraung ketika melihat grafis dari gawai yang ditunjukkan orang tua. Tapi tahukah Anda bahwa layar gawai bisa memperlambat perkembangan otak anak?

Sebuah studi baru ditunjukkan oleh Cincinnati Children's Hospital ketika mereka menguji memindai otak anak-anak umur 3-5 tahun yang menggunakan layar. Hasil menunjukkan mereka yang menggunakan layar lebih dari satu jam sehari tanpa pengawasan orang tua memiliki perkembangan otak yang rendah pada bagian yang putih. Bagian ini adalah kunci dari pengembangan intelek bahasa, literasi, dan sisi kognitif, demikian dikutip dari CNN Health.

Padahal lima tahun pertumbuhan seorang anak adalah waktu perkembangan otak yang paling cepat, menurut Dr. John Hutton, pemimpin penelitian sekaligus dokter anak di Cincinnati Children’s Hospital. "Saat itulah ketika otak sangat plastis dan menyerap semuanya untuk membentuk koneksi kuat yang bertahan seumur hidup," kata Hutton.


Baca Juga : Dear Parents, Waspadai Gejala Diabetes pada Anak

Kebanyakan, anak-anak yang terpapar gawai cenderung tumbuh dalam keluarga yang melakukan hal serupa. Contohnya, anak-anak yang memakai lima jam waktunya mengakses gawai, memiliki orang tua yang menggunakan 10 jam untuk screening time. Hal ini jelas membuat mereka tidak memiliki interaksi. Sedihnya, anak-anak yang baru berumur satu tahun adalah yang 90 persen paling besar presentasinya pada studi yang diterbitkan di JAMA Pediatrics ini.


Ilustrasi (Andrii Sinenkyi/Pixabay) 

"Anak-anak bisa menggunakannya pada usia dua sampai tiga bulan." Penelitian yang diuji kepada 47 anak sehat ini menunjukkan sebagian otak yang sering melihat layar membuat bagian putih di dalam otak berantakan dan tidak teratur. "Rata-rata waktu layar pada anak-anak ini adalah lebih dari dua jam sehari. Kisarannya berkisar antara sekitar satu jam hingga sedikit lebih dari lima jam," jelas Hutton.

Penelitian ini telah mendapat reaksi, termasuk Dr. Jenny Radesky yang menuliskan pendapatnya. "Penemuan ini sangat menarik, tetapi ini hanyalah tahap awal." Menurutnya, penemuan ini bukan berarti menyimpulkan bahwa media adalah sumber penghambat otak seorang anak, tetapi durasi menatap layar gawai yang menghentikan mereka dari melakukan aktivitas lain yang bisa memperkuat jaringan otak.

Ada beberapa langkah untuk orang tua dalam mengenalkan layar gawai kepada anak-anak Anda. Berikut caranya:

Ajarkan anak Anda fokus

Kebiasaannya adalah anak-anak dibiarkan menonton layar gawai sembari makan siang, itu adalah perilaku buruk. Ajarkan anak-anak anda untuk berfokus menyelesaikan makanannya sehingga Ia bisa melakukan hal lainnya kemudian.

Tidak ada layar gawai untuk bayi

Untuk anak Anda yang masih di bawah 18 bulan, jangan berikan media apa pun. Sebaliknya untuk balita, pilih sebuah tontonan yang memang mengajarkan hal-hal dasar baik huruf, angka, dan sebagainya. CNN Health menyarankan Sesame Street adalah tontonan yang bisa membangun kognitif anak.

Perbanyak interaksi

Dibandingkan dengan memberi layar gawai, usahakan untuk berinteraksi dengan anak. Bangun sebuah komunikasi sehingga anak bisa memahami Anda, begitu juga Anda bisa belajar banyak dari anak.
Bagikan :

Reporter : Tarida Angelina
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
17 November 2019 16:04 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Frozen 2 dan Last Christmas
Lifestyle
17 November 2019 09:05 WIB

VIDEO: Arloji Ini Terjual Rp400 Miliar

Kira-kira bisa enggak ya beli jam seperti itu
Lifestyle
17 November 2019 08:41 WIB

Menelaah Mudarat Mengisap Rokok Elektrik

Rokok elektrik memiliki zat karsinogen dan racun yang bisa menyebabkan berbagai penyakit
Lifestyle
16 November 2019 16:05 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Charlie's Angels dan Midway

 
Nusantara
16 November 2019 14:24 WIB

Arti Nama La Lembah Manah, Cucu Ketiga Jokowi

"Lembah Manah berarti rendah hati,"