Rabu, 26 Juni 2019
Kantor KPU (Anto/era.id)
13 Juni 2019 10:17 WIB

Jawaban KPU soal Kejanggalan Dana Kampanye Jokowi

Kejanggalan ini dimasukan kubu Prabowo dalam materi gugatannya ke MK
Bagikan :


Jakarta, era.id - Komisioner KPU Wahyu Setiawan memastikan, laporan dana kampanye pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sudah sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. 

KPU juga bekerja sama dengan kantor akuntan publik untuk penanganan pengadministrasian dana kampanye pasangan tersebut.

"Hasil audit KAP pada dana kampanye capres-cawapres hasilnya patuh. KPU, dalam posisi berpedoman pada hasil kerja KAP tersebut. Intinya, semua paslon berdasarkan audit KAP semuanya patuh," kata Wahyu kepada wartawan, Rabu (13/6) malam. 

Pernyataan ini menanggapi tudingan tim hukum paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyatakan kejanggalan setoran dana kampanye paslon 01 dari dana pribadi Joko Widodo. 


Baca Juga : Prabowo Bertemu Budi Gunawan, Dahnil: Saya Tidak Tahu

Tudingan tersebut turut dilayangkan kubu paslon 02 dalam petitum yang masuk dalam perbaikan materi gugatannya ke Mahkamah Konstitusi. 

KPU, kata Wahyu, belum mempersiapkan jawaban atas hal itu dan menunggu MK menerima revisi perbaikan atau tidak. 

"Dalam persidangan nanti, KPU melalui kuasa hukum akan bertanya apakah perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh tim hukum 02 itu diteima atau tidam oleh MK. Kalau diterima, akan kita jawab sebagaimana mestinya," ungkap dia. 

Supaya kamu tahu, tim hukum Prabowo-Sandi mengklaim temuannya soal calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyetor dana kampanye. Mereka menyatakan ada penerimaan sumbangan pribadi Jokowi tertanggal 25 April 2019.

"Sumbangan pribadi Ir. Joko Widodo dalam bentuk uang sejumlah Rp19.508.272.030 dan bentuk barang sejumlah Rp25.000.000," tulis keterangan tim hukum Prabowo. 

Mereka lalu melihat laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) Joko Widodo yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019. Di sana tertulis harta kekayaan berupa Kas dan Setara Kas hanya berjumlah Rp6.109.234.704.

"Ada pertanyaan, apakah dalam waktu tiga belas hari saja, harta kekayaan Ir. Joko Widodo berupa kas dan setara kas bertambah hingga sebesar Rp13.399.037.326?" tuturnya.

Tim era.id menelusuri hasil audit laporan dana kampanye peserta pemilu tahun 2019 di situs web resmi KPU. Tercatat, penerimaan dana dari pasangan calon 01 sejumlah Rp0. 

Kantor Akuntan Publik (KAP) Anton Silalahi yang mengaudit laporan penggunaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) seluruh peserta Pemilu 2019 termasuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan 02 Prabowo-Sandi menyatakan, baik Jokowi dan Prabowo dinyatakan memenuhi syarat kepatuhan.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
25 Juni 2019 21:57 WIB

Mungkin ini Penyebab LRT Velodrome-Kelapa Gading Belum Beroperasi

Ada bau yang tak sedap sepertinya...
 
Nasional
25 Juni 2019 19:15 WIB

TKN Gelar Nobar Putusan Sidang Gugatan Prabowo

Daripada turun ke jalanan dan demo mending nonton di TV
Nasional
25 Juni 2019 18:48 WIB

Bakal Ada Demo di MK, Wiranto: Apa yang Diperjuangkan?

Apa yang kalian cari, wahai ferguso?
Nasional
25 Juni 2019 18:10 WIB

Ahok yang Terseret Kala Denny Indrayana Sindir Eddy Hiariej

Semua karena Ahok....
Nasional
25 Juni 2019 18:05 WIB

VIDEO: Palsukan Ijazah, Pelawak Qomar Ditahan

Qomar telah ditahan sejak Senin malam