Senin, 16 September 2019
Ilustrasi (Foto: Twitter @Huawei_ME)
06 Juni 2019 17:32 WIB

Huawei Merapat ke Rusia

Raksasa komunikasi China ini meneken kesepakatan pengembangan 5G di Rusia
Bagikan :


Moskow, era.id - Huawei tak tinggal diam meski terus ditekan AS setelah hubungan memburuk dengan China. Raksasa telekomunikasi China ini sudah menandatangani kesepakatan dengan salah satu perusahaan layanan internet dan telepon seluler terkemuka Rusia.

Jauh sebelumnya, Huawei memang telah berada di bawah tekanan atas tuduhan pemerintah AS terhadap perusahaannya yang dituduh menggunakan peralatan teknologinya untuk memata-matai Amerika. Pada tahun 2018, agen-agen intelijen AS diperingatkan agar tidak menggunakan perangkat Huawei dan ZTE, dan para politisi AS menggambarkan Huawei sebagai "tangan pemerintah China yang efektif."

Presiden Trump melarang perusahaan raksasa telekomunikasi China itu beroperasi di wilayah AS. AS juga telah menekan negara-negara sekutunya agar mengambil langkah yang sama.

Dilansir dari Antara, Kamis (6/6/2019), yang mengutip Sputnik, Huawei dan perusahaan telekomunikasi Rusia MTS telah menandatangani kesepakatan "pengembangan teknologi 5G dan peluncuran percobaan jaringan generasi kelima pada 2019 dan 2020", menurut MTS.


Baca Juga : Huawei yang Kehilangan Aksesnya di Amerika

Upacara penandatangan berlangsung di kantor kepresidenan Rusia, Kremlin, di sela-sela kunjungan tiga hari Presiden China Xi Jinping, yang menghadiri upacara tersebut bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua perusahaan berkewajiban membangun rencana 2019-2020 soal penerapan teknologi 5G dan jaringan internet dengan menggunakan infrastruktur milik MTS. Mereka juga akan mengembangkan jaringan komersial LTE dan meluncurkan zona uji coba dan melakukan percobaan jaringan 5G untuk bermacam penggunaan, termasuk prasarana.

Upacara penandatangan berlangsung bersamaan dengan percakapan video internasional pertama, dengan menggunakan jaringan 5G Rusia, yang menghubungkan St. Petersburg dan Ibu Kota Finlandia, Helsinki.

Perusahaan telepon seluler terkemuka Rusia itu dan Huawei setuju untuk bekerja sama dalam teknologi 5G di tengah tekanan terus-menerus yang diterima perusahaan raksasa teknologi China tersebut oleh Amerika Serikat.

AS menyatakan bahwa perusahaan itu bekerja dengan pemerintah China dan memasang fitur-fitur sistem komputer pada peralatannya sehingga Beijing dapat menggunakannya untuk melakukan pemata-mataan dan serangan siber. Pemerintah dan perusahaan China itu telah membantah tuduhan tersebut

Selain secara terbuka mencela Huawei, AS melarang peralatan perusahaan China itu beredar di negaranya serta melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan pengalihan teknologi dan perangkat lunak Huawei ke AS.

Larangan tersebut mengakibatkan Google memutus dukungan Android bagi produk-produk Huawei serta para pabrik mikrocip berhenti menjual produk mereka ke perusahaan raksasa China itu.

Pada saat yang sama, Washington telah meningkatkan tekanan pada negara-negara sekutunya di Eropa untuk melarang keberadaan Huawei.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~