Kamis, 02 Juli 2020
Ilustrasi (Pixabay)
29 Juni 2020 20:01 WIB

Bejat! Ayah di Malang Tega Perkosa Anak Kandung Sejak Usia 13 Tahun

Aksi tak pantas ini dilakukan sejak anaknya berusia 13 tahun
Bagikan :


Jakarta, era.id - Seorang sopir angkutan umum berinisial E (42) ditangkap Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota lantaran memerkosa anak kandungnya sendiri. Aksi bejat itu diketahui dilakukan sejak tahun 2014.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, tersangka melakukan pemerkosaan itu pertama kali pada tahun 2014, ketika anaknya masih berusia 13 tahun.

"Menurut pengakuan tersangka, perbuatan itu hanya dilakukan satu kali. Namun, menurut keterangan korban, perbuatan itu dilakukan sebanyak tiga kali," kata Azi, di Kota Malang, Jawa Timur, dikutip Antara, Senin (29/6/2020).

Perbuatan cabul seorang ayah terhadap anaknya berinisial IDF yang saat ini berusia 18 tahun itu, dilakukan di dalam rumah. Tersangka E yang sudah cerai dengan istrinya delapan tahun lalu itu, tinggal bersama tiga orang anaknya, di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.


Baca Juga : Aksi Cabul Karyawan Starbucks Sorot Dada Pelanggan Pakai CCTV

Azi menjelaskan, setelah melakukan pemerkosaan tersebut, tersangka E memberi uang saku sebesar Rp50.000, kepada sang anak. Selain itu, tersangka juga mengancam akan menyakiti korban jika melaporkan kejadian tersebut kepada siapa pun.

"Tersangka mengancam anaknya. Kalau sang anak bercerita ke orang lain, tersangka mengancam akan menyakitinya," ujar Azi.

Pengungkapan kasus tersebut bermula pada saat korban memberanikan diri untuk bercerita kepada ibu kandungnya. Mendengar pengakuan korban, ibunya yang berinisial NI tersebut langsung melapor ke Polresta Malang Kota.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi akhirnya melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Polresta Malang Kota melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) akan memberikan pendampingan kepada korban, karena gadis berusia 18 tahun tersebut mengalami trauma akibat perbuatan ayah kandungnya tersebut.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
ide
02 Juli 2020 13:01 WIB

Jejak Kolonial di RSHS Bandung dan Julukan RS Ranca Badak dari Masyarakat

Sudah empat kali ganti nama sejak tahun 1920-an
Lifestyle
02 Juli 2020 13:00 WIB

Lelah Dihujat Warganet, YoonA SNSD Akhinya Minta Maaf

Berpikir dulu sebelum bertindak ya
Nasional
02 Juli 2020 12:50 WIB

Djoko Tjandra Diduga Ubah Nama Jadi Joko Tjandra Biar bisa Masuk Indonesia

Ganti nama di pengadilan Papua
 
Nasional
02 Juli 2020 12:32 WIB

Ini Alasan Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Dihentikan

Insentif diambil, pelatihannya dicuekin