Kamis, 02 April 2020
Ilustrasi gangguan bipolar (Pixabay)
06 Februari 2020 15:27 WIB

Kenali Gangguan Bipolar yang Sering Dialami Kalangan Selebritas

Kalau kamu pernah merasakan gejala berikut, bisa jadi kamu kena gangguan bipolar
Bagikan :


Jakarta, era.id - Bipolar merupakan gangguan mental yang menyerang psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan perasaan sangat ekstrem. Gangguan bipolar ini bisa terjadi dengan siapa saja, termasuk kalangan selebritas.

Pada 2009 silam kasus Marshanda sempat menggegerkan publik karena dirinya membuat video yang memperlihatkan luapan emosinya. Video tersebut berisi caci maki yang ditunjukkan untuk seseorang dengan ekspresi tertawa dan terkadang menangis. Hingga akhirnya, mantan istri Ben Kasyafani ini memberikan klarifikasi dirinya menderita bipolar.

Kemudian pada Desember 2019, salah satu influencer ternama di Indonesia Medina Zein dibekuk kepolisian saat sedang mengonsumsi amfetamin. Kemudian wanita yang berusia 27 tahun ini berterus terang bahwa dirinya mengidap gangguan bipolar tipe 2.

Menurut Dani Tri Astuti, psikolog dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang, penderita bipolar akan mengalami perasaan mania (enerjik) dan depresi secara berlebihan. Bahkan ada juga penderita yang mengalami kedua gejala ini dengan bersamaan yang dinamakan periode campuran (mixed state).


Baca Juga : Alasan Mengapa Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi Penting bagi Kesehatan

"Contohnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state)," kata Dani, seperti dikutip awalbros.com.


Ilustrasi gangguan bipolar (Pixabay)

Biasanya dokter/psikolog akan meminta keterangan pada pasien tentang perilaku dan perasaannya selama ini. Enggak cuma itu, dokter/psikolog akan mengorek jawaban pasien/keluarga terkait gejalanya masuk episode mania atau depresi.

"Dalam hal ini psikolog/dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati yang dirasakannya dan apa yang dipikirkannya. Selain itu, psikolog/dokter juga biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang berkaitan dengan episode mania atau depresi," terangnya.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah penyebab dari gangguan bipolar. Banyak yang berpendapat bahwa gangguan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter dan faktor genetik (keturunan). 

Adapula beberapa faktor yang bisa menambah risiko terkena gangguan bipolar seperti stress tingkat tinggi, pengalaman traumatik, kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang, dan memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orang tua) yang menderita kondisi bipolar.

Dilansir dari alodokter, tanda-tanda gejala maniak yang muncul pada gangguan bipolar antara lain, rasa bahagia dan percaya diri yang berlebihan, tidak nafsu makan, berbicara cepat (tidak normal), sangat bersemangat, mudah terganggu, dan keinginan untuk tidur menurun.

Sementara gejala depresi yang muncul pada gangguan bipolar dapat berupa merasa sangat sedih, lemas, sulit berkonsentrasi cenderung gampang lupa, hilang keinginan untuk beraktivitas, merasa bersalah dan kesepian, tidak nafsu makan, sulit tidur atau bangun terlalu dini, pesimis dalam segala hal, delusi, dan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksa kesehatan mentalmu dengan melakukan konsultasi ke psikolog/psikiater.
Bagikan :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
02 April 2020 10:37 WIB

Penelitian UFO Ungkap Kemunculan Sosok Alien Reptil di Mars

Kira-kira jenisnya kadal apa bunglon ya?
Ekonomi
02 April 2020 10:02 WIB

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain