Rabu, 12 Desember 2018
Rilis survei LSI Denny JA tentang program dan isu paslon yang bertarung di Pilpres 2019. (Diah/era.id)
06 Desember 2018 15:10 WIB

Membaca Isu yang Menguntungkan untuk Jokowi dan Prabowo

Asian Games 2018 menguntung Jokowi, kenaikan dolar menguntung Prabowo
Bagikan :


Jakarta, era.id - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tentang isu yang berkembang di masyarakat dan memiliki dampak elektoral terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019.

Hasilnya, ada isu yang paling mendongkrak dan menguntungkan tiap paslon, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Isu yang memiliki efek elektoral paling besar terhadap Jokowi-Ma'ruf datang dari penyelenggaraan Asian Games yang digelar pada 18 Agustus-2 September 2018. Isu ini menguntungkan Jokowi sebesar 12,4 persen.

"Penyelenggaraan Asian Games didengar oleh 85,1 pemilih. Dari mereka yang pernah mendengar kegiatan ini, sebesar 96,5 persen menyatakan dmereka suka dengan kegiatan tersebut," ucap Peneliti LSI Rully Akbar di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).


Baca Juga : BPN Pindah Markas, PKB: Jateng Masih Basis Jokowi

Sementara itu, efek elektoral paling besar terhadap Prabowo adalah kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sempat mencapai lebih dari Rp15ribu. Isu ini menguntungkan Prabowo sebesar 2,2 persen.

"Kasus dolar Rp15ribu diketahui oleh 54,2 pemilih. Dari mereka yang pernah mendengar, sebesar 84,3 perseb menyatakan tidak suka dengan isu terkait kebijakan pemerintah tersebut," katanya.

Di bawahnya, isu lain yang menguntungkan Jokowi adalah kunjungannya ke korban gempa di Palu yang memiliki surplus sebesar 33,3 persen dari tingkat pengenalan 75,5 persen, kunjungan Jokowi ke korban gempa Lombok memiliki surplus sebesar 13,6 persen dari tingkat pengenalan 67,9 persen, serta hoaks Ratna Sarumpaet memiliki surplus sebesar 13,2 persen dari tingkat pengenalan 57,2 persen.

Sementara itu, isu lain yang menguntungkan Prabowo adalah kasus pemvakaran bendera HTI yang memiliki surplus sebesar 2,8 persen dari tingkat pengenalan 53,7 persen, dan kunjungan Prabowo ke korban gempa Lombok yang memiliki surplus 15,2 persen dari tingkat pengenalan 27,4 persen.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen, dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 10-19 November 2018.
 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?