Jumat, 21 Februari 2020
Reaktor Nuklir di Fukushima (Foto: Kyodo/japantimes.co)
05 September 2018 19:05 WIB

Terpapar Radiasi PLTN Fukushima, Seorang Pekerja Tewas

Inilah kematian pertama seorang pekerja yang terkena radiasi
Bagikan :


Tokyo, era.id - Kalian masih ingat gempa bumi 9 SR disusul tsunami dahsyat di Fukushima, Maret 2011 lalu? Bencana alam itu menghancurkan PLTN Fukushima dan bikin ledakan reaktor PLTN Daiichi.

Evakuasi besar-besaran digelar pemerintah Jepang untuk menghindari warganya terpapar radiasi nuklir. Setelah tujuh tahun berlalu, Jepang mengakui pertama kali seorang pekerja di sana, meninggal akibat paparan radiasi.

Pria itu berusia sekitar 50 tahunan. Otoritas setempat bilang, kalau pria itu pada September 2015 diketahui terpapar radiasi hingga 74 milli sieverts. Mengapa bisa begitu? Karena setelah kebocoran itu terjadi, pria itu sempat dua kali bekerja di sana untuk mengukur radiasi di lokasi pabrik Fukushima No. 1. Standar pengamanan baju saat bekerja padahal sudah diterapkan.

Dilansir dari mainichi.jp, Rabu (5/9/2018), pria itu didiagnosis menderita kanker paru-paru pada Februari 2016. Waktu kematiannya dirahasiakan sesuai keinginan keluarga. Supaya kamu tahu, sieverts adalah satuan standar internasional untuk menggambarkan efek biologis dari radiasi. Nama satuan ini diambil dari dokter Swedia bernama Rolf Sievert, yang menekuni pengukuran dosis radiasi dan penelitian pengaruh radiasi secara biologi.


Baca Juga : Jurnalis Jepang Diusir dari Rusia karena Dianggap Mata-Mata


Ilustrasi dari pixabay

Fukushima saat ini

Ada radius tertentu di sekitar kawasan PLTN Fukushima yang sebenarnya masih masuk kategori terlarang karena zona radiasi nuklir tinggi. Tapi tak jauh dari situ, ternyata malah masuk kawasan wisata. Jelas bukan wisata biasa karena menantang kematian. Sejumlah tur di sana membuka wisata jalan-jalan atau menjajal jadi petani di lahan yang sebenarnya bisa tercemar radiasi nuklir.

Dikutip dari dw.com, kota-kota Tomioka atau Namie yang radiusnya 10 km dari PLTN, paparan radiasi terbaca antara 2,5 hingga 3 Microsievert/jam. Kadar ini 100 kali lipat lebih tinggi dari paparan radiasi normal di tempat yang tidak tercemar. Di dekat zona tertutup PLTN yang meledak, paparan Radiasi bahkan lebih tinggi lagi, mencapai 4 microsievert/jam.

Syarat wisatawan yang mau datang adalah selalu memegang indikator radiasi nuklir. Jika saat berjalan, si indikator mengeluarkan bunyi peringatan, jangan bandel dan silakan langsung lari.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Moksa Hutasoit
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu