Senin, 10 Desember 2018
Ilustrasi (Yudhistira/era.id)
01 Agustus 2018 16:03 WIB

Angka 8 yang Maha Sakti

Di jalur ganjil-genap, angka 8 memiliki kesaktian tak tertandingi. Kok bisa?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Hari ini, Rabu (1/8/2018), Polda Metro Jaya resmi memberlakukan aturan perluasan kawasan ganjil-genap bagi kendaraan pribadi beroda empat. Jauh sebelum hari ini, saya sejatinya sudah dapat ilham untuk membuat tulisan soal kebijakan ini, tentang saktinya angka 8 dalam penerapan peraturan ganjil-genap.

Eureka momen itu muncul di kepala ketika seorang teman menggugah video di Instagram Story-nya. Dalam video itu, ia menunjukkan trik mengakali peraturan ganjil genap dengan menempelkan selotip hitam di separuh badan angka 8 yang terdapat di pelat mobilnya. Ajaib betul, sebab seketika angka 8 itu berubah menjadi angka 3.
 


Buat otoritas penegak hukum dan sebagian besar orang, apa yang dilakukan kawan saya barangkali adalah kebrengsekan yang haqiqi. Bagaimana enggak brengsek, ketika orang lain tengah mendidik diri mereka untuk lebih taat peraturan, kok kawan saya malah pakai jurus akal-akalan. Masalahnya, kan enggak semua orang punya angka 8 di pelat nomor mereka. Enggak adil, dong?!

Buat saya sih enggak masalah-masalah amat. Wong kalau Lamborghini saya yang berpelat genap enggak bisa dipakai di tanggal 15, saya tinggal pakai Range Rover saya yang pelatnya ganjil, kok. Bahkan, buat saya, kebrengsekan si kawan curang itu malahan bisa jadi bahan tulisan.


Baca Juga : Mereformasi Koplo dari 'Cover' Jadi Industri Mencipta

Pagi tadi, akun Twitter @TMCPoldaMetro bahkan sempat mengunggah gambar ketika mereka memaksa minggir sebuah mobil karena kedapatan menggunakan trik murahan yang dipraktikkan kawan saya. Lucu juga, jadi semacam pendorong bahwa tulisan ini harus segera saya buat, berbarengan dengan momentum hari pertama pemberlakuan aturan ini. Biar selaras sama tren pencarian di Google juga, gitu. (He he he)

Intinya, sih jangan coba-coba curang. Selain pertimbangan moral, tentu saja saya bisa pastikan polisi bakal sungguh-sungguh menegakkan peraturan ini. Buktinya, Polda Metro Jaya telah menugaskan 600 personel untuk mengawasi setiap kendaraan yang melakukan pelanggaran, termasuk untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan juga pastinya.

Buat siapa pun yang kedapatan melanggar, polisi bakal langsung memberlakukan penindakan. Jangan main-main, nih. Sebab, selain tilang, Pasal 287 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengamanatkan hukuman pidana dua bulan penjara atau denda paling banyak Rp500.000. Lumayan kan?!


Pengembangan aturan

Perluasan kawasan ganjil-genap sendiri dilakukan lumayan total. Jika dahulu peraturan ini cuma diberlakukan di kawasan Semanggi dan Jenderal Sudirman, sekarang sebagian besar Jalan Gatot Subroto hingga Jalan MT Haryono pun jadi kawasan pemberlakuan.

Selain itu, Jalan DI Panjaitan hingga Jalan Ahmad Yahi juga terkena dampak perluasan kawasan. Selain itu, perluasan juga diberlakukan di Jalan Rasuna said, Jalan Metro Pondok Indah, serta Jalan Haji Benyamin Sueb di Jakarta Utara.

Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang lebih luas, polisi telah menetapkan sejumlah ruas jalan sebagai jalur alternatif. "Petugas ditempatkan pada jalur alternatif untuk mengurai kemacetan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf dilansir Antara, Rabu (1/8/2018).

Waktu pemberlakuan peraturan ini pun telah ditetapkan, yakni sejak pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB di setiap harinya, dari Senin sampai Minggu. Untuk informasi lebih lengkapnya, cek saja infografis di bawah:


Infografis "Ganjil-genap" (Sumber: TMC Polda Metro Jaya)


Kecurangan lain

Mengakali angka 8 menjadi angka 3 sebenarnya bukan satu-satunya modus kecurangan yang dilakukan pengendara untuk mengelabui petugas kepolisian. Beberapa pengendara bahkan kedapatan membawa pelat nomor lebih dari satu, yang disesuaikan dengan tanggal berapa ia mengendarai mobilnya di kawasan ganjil genap.

Soal berbagai kecurangan ini, Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Royke Lumowa memperingatkan masyarakat bahwa mengelabui petugas hanya untuk melintasi jalur ganjil-genap adalah sebuah tindak pidana berupa pemalsuan. "Itu pemalsuan itu," tutur Royke sebagaimana dikutip Kompas, Selasa (31/7).


Baca Juga : Mendalami Anomali Pemerkosaan Kambing di India


Malahan Royke bilang, jangan coba-coba berbuat curang karena polisi pasti tahu. Kata Royke, polisi lalu lintas dibekali aplikasi untuk mengecek kebenaran dari sebuah pelat nomor. Lagipula, esensi dari penerapan ganjil-genap ini jelas, kok.

Dengan enggak membawa mobil, kita diminta untuk menggunakan transportasi umum. Dengan menggunakan transportasi umum, kita bakal lebih banyak menemui orang di jalan. Dengan menemui orang di jalan, kemungkinan untuk bersosialisasi, membangun relasi, atau bahkan mencari jodoh jadi lebih terbuka.

Baik buat semua kan? Makanya, coba deh nurut. Apa susahnya, sih!
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
10 Desember 2018 10:09 WIB

BPN Pindah Markas, Ma'ruf Amin: Tak Mudah Rebut Jateng

Tidak semudah itu Ferguso~
megapolitan
10 Desember 2018 09:15 WIB

BMKG: Waspadai Hujan Angin di Jabodetabeka

Yang sedang berkendara dan di luar ruangan hati-hati ya..
Lifestyle
10 Desember 2018 08:50 WIB

Lelang Harta Pribadi Frank Sinatra Laku Jutaan Dolar AS

Sebagian hasil lelang akan disumbangkan untuk Pusat Anak Barbara Sinatra di California
Lifestyle
10 Desember 2018 07:20 WIB

Pasien Serangan Jantung Akut Perlu Perhatian Khusus

Pasien dengan penyakit ini mesti segera diberikan tindakan
Lifestyle
10 Desember 2018 06:48 WIB

HONDA AKAN PASARKAN PCX LISTRIK DI ASIA TENGGARA

Honda Akan Pasarkan PCX Listrik di Asia Tenggara

Ini dimulai dari Filipina