Jumat, 10 Juli 2020
Ilustrasi (Pixabay)
14 Oktober 2019 07:09 WIB

Susah Bangun Pagi? Anda Mungkin Dysania

Mungkin Anda punya depresi, sindrom kelelahan kronis, atau gangguan nyeri
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kalau Anda kerap merasa kesulitan bangun pagi padahal selalu punya motivasi, Anda perlu mewaspadainya. Jangan-jangan, Anda mengidap dysania.

Dilansir dari nationalgeographic.co.id, dysania adalah kondisi yang menggambarkan seseorang yang kesulitan bangun dari tempat tidur. Walaupun mereka sudah bangun dengan mata terbuka lebar, keinginan untuk berada di kasur bisa sangat kuat sehingga butuh waktu dua jam atau lebih agar bisa meninggalkan kasur.

Kondisi ini berbeda dengan malas. Malas lebih mengarah pada sikap menunda-nunda waktu untuk bangun. Sementara dysania mengarah pada ketidakmampuan kronis untuk meninggalkan tempat tidur.

Laporan dailymail.co.uk menyebut, banyak penderita dysania mengeluh mendapatkan kepanikan luar biasa ketika mendengar alarm jam di pagi hari. Mereka seperti membutuhkan jam tidur lebih dari tujuh atau delapan jam sehari.


Baca Juga : Wajib Tahu, Daftar Makanan Supaya Istri Cepat Hamil

Karena itu, penderita dysania disarankan segera memeriksa diri ke dokter. Sebab, itu bisa jadi adalah tanda depresi, sindrom kelelahan kronis, atau gangguan nyeri.

Kelebihan tidur bakal berpotensi mengakibatkan masalah baru. Dilansir dari hellosehat.com, itu akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Apabila Anda konsultasi ke dokter, mungkin Anda akan mendapatkan antidepresan. Tetapi, ada beberapa cara yang dapat membuat kualitas tidur Anda menjadi lebih baik.

Baca Juga : Alasan Ilmiah Mengapa Mimpi Sulit Diingat

Pertama, memperbaiki jadwal tidur. Buat jadwal tidur dan bangun yang baru dan biasakan diri anda dengan jadwal tersebut setiap hari. Dengan begitu, jam tubuh akan berubah.

Kedua, hindari kafein, alkohol, dan nikotin. Kandungan kafein pada kopi, minuman energi, dan soda bisa menggangu tidur Anda. Begitu pula dengan alkohol dan nikotin dari rokok, juga bisa memicu kambuhnya gejala penyakit.

Ketiga, buat suasana tidur yang nyaman. Cahaya kamar yang terlalu terang, bantal terlalu tinggi, suhu kamar yang tinggi, dan suara bising bisa mengganggu tidur Anda. Lebih baik matikan lampu, pilih bantal yang nyaman, atur suhu kamar, dan pakai penyumbat telinga bila perlu, supaya tidur lebih nyenyak.
Bagikan :
Topik :

Reporter : May Rahmadi
Editor : May Rahmadi
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU