Selasa, 25 Juni 2019
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. (Mery/era.id)
11 Januari 2019 17:11 WIB

Amien Rais Sebut Revolusi Mental Jokowi Tak Jelas

Yang jelas embah doang emang~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menilai, gagasan revolusi mental yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini tidak jelas.

Hal ini, disampaikannya dalam peluncuran buku terbarunya Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral, di Rumah Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Pak Jokowi itu pernah menggaungkan sebuah gagasan yang menurut saya memang bagus mula-mula, (yaitu) revolusi mental. (Tapi) menurut saya revolusi mental Pak Jokowi itu memang tidak jelas," kata Amien, Jumat (11/1/2018).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu menilai, tidak ada dokumen otentik yang bisa menjelaskan secara penuh bagaimana konsep revolusi mental tersebut. Katanya, tak ada dokumen otoritatif dari pemerintah.


Baca Juga : Rusuh 21-22 Mei, PAN: Kubu Prabowo Harus Bertanggung Jawab!

"Tidak ada dokumen otentik yang mengenai, apa sih maksudnya Pak Jokowi? Enggak punya otentik. Karena memang tidak jelas," terangnya.

Selain itu, menurut Amien, selama pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Jokowi tidak ada semacam kompas moral atau moral guidance. Katanya, hal ini terkesan membiarkan terjadinya hal-hal yang tidak baik.

"Kalau orang enggak punya kompas moral, itu berjanji sebanyak mungkin itu enggak apa-apa, kemudian bohong pun enggak apa-apa, karena enggak punya kompas moral, kemudian jadi permisif," ucapnya.

Mantan Ketua MPR ini mengaku, revolusi mental ini sangat mengganggunya selama masa pemerintahan Jokowi berjalan. Bahkan, katanya, pada pemerintahaan ini pula di masyarakat tumbuh budaya baru yakni budaya tipu-tipu.

"Jadi ini yang menyebabkan di masyarakat bangsa kita ini muncul semacam a new culture. Budaya tipu-tipu, jadi adanya lying culture. Budaya menipu. Budaya menipu ini saudara-saudara, amat sangat berat akibatnya," tutupnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat