Jumat, 21 Februari 2020
Penampilan baru Marcello Tahitoe. (Maretian/era.id)
16 Juli 2019 14:09 WIB

Transformasi Marcello Tahitoe dalam Musik dan Penampilan

Tidak ada lagi nama Ello dan musik 'manis'
Bagikan :


Jakarta, era.id - Marcello Tahitoe atau yang lebih dikenal dengan Ello kembali mebuat gebrakan. Tak hanya dari genre musiknya yang berbeda, pria kelahiran Jakarta 36 tahun silam itu, kini juga merubah drastis penampilannya.

Awal karier Ello sebetulnya dimulai ketika ia merilis single daur ulang Pergi Untuk Kembali yang sebelumnya sempat dinyanyikan oleh ibundanya Diana Nasution. Melalui single tersebut, ia meraih kesuksesan sebagai penyanyi pop pendatang baru, bahkan mendapat penghargaan dalam kategori tersebut. 

Namun itu adalah masa lalu. Pria yang sedang menjalin hubungan asmara dengan artis cantik Aurelie Moeremans itu kini melakukan transformasi besar-besaran. Mulai dari genre musik, penampilan, sampai brand nama yang dipilih. Ia pun menanggalkan nama panggung Ello. Kini ia ingin dikenal sebagai Marcello Tahitoe, musisi rock yang kental dengan nuansa grunge. 

Dilihat era.id, saat Marcello tampil membawakan dua lagu anyar yang kental dengan nuansa 90-an, kesan berbeda memang jelas terlihat. Rambut gondrongnya pun dibiarkan terurai. Dengan teriakan kuat, Marcello mengukuhkan dirinya sebagai bagian dari pecinta musik grunge, musik yang ia gemari semasa ia bertumbuh. 


Baca Juga : Merek Dagang The Beatles Menang di Pengadilan

"Gue dengerin musik rock dari zaman dulu. Abang gue senang musik classic rock. Gue juga jadi banyak dengerin musik itu. Pas gue SMA, musik yang gue dengerin kayak Nirvana, Foo Fighter, Oasis, dan lain-lain. Dulu gue juga rajin ke Duta Suara di Jalan Sabang. Yang gue cari ya musik rock," tuturnya kepada era.id.


Penampilan Marcello Tahitoe, musisi rock yang kental dengan nuansa grunge. (Twitter @MarcelloTahitoe)

Baginya, bermain musik rock bukan berarti ia merubah imej genre. Ia hanya kembali kepada genre itu. Ibarat kata, kembali ke selera musik awalnya.

"Ini berarti gue kembali ke selera awal. Ya, gue dulu senang dengerin musik seperti ini. Terus gue kembali bermain musik seperti ini. Sekarang gue nyanyiin ya lagu-lagu yang genrenya seperti ini. Enggak akan lagi gue bawain lagu-lagu gue yang dulu," tambahnya.

Sebenarnya, gaya rocknya sudah sempat terlihat saat ia tampil bersama bandnya bernama REAL yang sempat diproduseri oleh Sony Music Indonesia beberapa tahun lalu. Namun semenjak band tersebut bubar, Macello kembali beralih solo dan mengukuhkan dirinya sebagai musisi rock. 

Kini, ia tidak lagi memikirkan bagaimana mencari pundi-pundi emas dari genre tersebut atau mengenyam ketenaran seperti masa lalu. Yang ia pikirkan adalah bagaimana ia bermusik yang membuat hatinya tentram, tentunya dengan musik yang ia suka dan memperkenalkannya kepada pendengar musik Indonesia. 

Beruntungnya, ia juga memiliki keluarga baru di komunitas grunge yang menerima musik yang ia mainkan sekarang.

"Gue enggak munafik sih, gue juga butuh uang. Tapi ya udah lah ya. Gue main aja yang gue suka. Syukurnya, musik yang gue terima kebanyakan diterima di komunitas. Ya musik ini punya rumahnya. Nah, gue seperti kembali ke rumah aja," jelas Marcello lebih jauh.

Penasaran seperti apa perubahan musik Marcello Tahitoe? Dengarkan tautan video klip dari single terbarunya yang ia garap selepas keluar dari Lembaga Permasyarakatan. Lagu berjudul Sampah-Sampah Dunia Maya tersebut membuat dirinya dijuluki Dave Ghrol-nya Indonesia.
 
Bagikan :

Reporter : Maretian
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu