Selasa, 19 Februari 2019
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (FOTO: Mery/era.id)
11 Oktober 2018 20:44 WIB

Prabowo Diminta Jangan Baper

Wah, siapa tuh yang berani bilang begitu ke Prabowo?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut Partai Gerindra tengah mempraktikkan strategi playing victim, membuat kesan bahwa kubu Prabowo Subianto tengah dizalimi.

Hal ini disampaikan Karding saat menanggapi komentar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang menyebut bahwa capres yang diusungnya, Prabowo dikepung dalam Pilpres 2019.

“Saya kira, disampaikan oleh Gerindra adalah satu upaya framing bahwa mereka lagi dizalimi. Seakan-akan secara struktur dan masif yang sesungguhnya dan terjadi bagian dari menutupi keburukan tim kampane mereka yang selama ini, yang secara faktual ditemukan membangun narasi-narasi kebohongan terus menerus,” kata Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Alih-alih membawa keuntungan, bagi anggota DPR RI Komisi III, langkah yang dilakukan Partai Gerindra itu justru membuat elektabilitas Prabowo kian menurun. Makanya, Karding meminta agar Prabowo enggak baper alias bawa perasaan.

“Pak Prabowo ini adalah mantan Danjen Kopassus. Saya kira tidak patut baper, tidak perlu lemah begitu seperti yang beliau sering katakan saya ini seorang ksatria. Ya sudah bertarung saja sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar, sepanjang tidak ada hoaks, sepanjang tidak ada fitnah dan tidak ada black campaign, kita bertarung saja. Itulah politik yang memang apa adanya,” ungkap Karding.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga bilang, selama ini, meski Jokowi diserang berbagai isu nyatanya, Jokowi tetap bekerja, menjalankan tugasnya sebagai Presiden.

“Misal seperti isu PKI, soal agama, dan lain sebagainya. Itu berat, tetapi kami tidak mengeluh. Kami menyampaikan dan menjawabnya dengan data dan Alhamdulillah, publik, masyarakat dengan akal sehat dengan adat ketimuran bertahap namun pasti mendukung Pak Jokowi,” ujarnya.

Sebelumnya, Muzani memang sempat menyebut Prabowo dikepung. Muzani juga menyebut pencapresan Prabowo di tahun 2019 justru lebih berat dari pada saat mantan Danjen Kopassus itu maju di Pilpres 2014.

Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:56 WIB

BPN: Klaim Jokowi soal Jalan Desa Tak Sesuai Fakta

Patut dipertanyakan keabsahan dan validitasnya, katanya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR