Jumat, 21 Juni 2019
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (FOTO: Mery/era.id)
11 Oktober 2018 20:44 WIB

Prabowo Diminta Jangan Baper

Wah, siapa tuh yang berani bilang begitu ke Prabowo?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut Partai Gerindra tengah mempraktikkan strategi playing victim, membuat kesan bahwa kubu Prabowo Subianto tengah dizalimi.

Hal ini disampaikan Karding saat menanggapi komentar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang menyebut bahwa capres yang diusungnya, Prabowo dikepung dalam Pilpres 2019.

“Saya kira, disampaikan oleh Gerindra adalah satu upaya framing bahwa mereka lagi dizalimi. Seakan-akan secara struktur dan masif yang sesungguhnya dan terjadi bagian dari menutupi keburukan tim kampane mereka yang selama ini, yang secara faktual ditemukan membangun narasi-narasi kebohongan terus menerus,” kata Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Alih-alih membawa keuntungan, bagi anggota DPR RI Komisi III, langkah yang dilakukan Partai Gerindra itu justru membuat elektabilitas Prabowo kian menurun. Makanya, Karding meminta agar Prabowo enggak baper alias bawa perasaan.

“Pak Prabowo ini adalah mantan Danjen Kopassus. Saya kira tidak patut baper, tidak perlu lemah begitu seperti yang beliau sering katakan saya ini seorang ksatria. Ya sudah bertarung saja sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar, sepanjang tidak ada hoaks, sepanjang tidak ada fitnah dan tidak ada black campaign, kita bertarung saja. Itulah politik yang memang apa adanya,” ungkap Karding.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga bilang, selama ini, meski Jokowi diserang berbagai isu nyatanya, Jokowi tetap bekerja, menjalankan tugasnya sebagai Presiden.

“Misal seperti isu PKI, soal agama, dan lain sebagainya. Itu berat, tetapi kami tidak mengeluh. Kami menyampaikan dan menjawabnya dengan data dan Alhamdulillah, publik, masyarakat dengan akal sehat dengan adat ketimuran bertahap namun pasti mendukung Pak Jokowi,” ujarnya.

Sebelumnya, Muzani memang sempat menyebut Prabowo dikepung. Muzani juga menyebut pencapresan Prabowo di tahun 2019 justru lebih berat dari pada saat mantan Danjen Kopassus itu maju di Pilpres 2014.

Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 22:03 WIB

Lewat Tulisan, Ahli KPU Jelaskan Anak Perusahaan Bukan BUMN

Biar semuanya menjadi terang benderang lur~
Nasional
20 Juni 2019 21:32 WIB

Kubu Prabowo Tak Puas Jawaban Saksi Ahli KPU

Kubu Prabowo mempertanyakan Situng rawan disusupi
Nasional
20 Juni 2019 21:25 WIB

KPU Ragukan Kualitas Saksi dan Ahli Kubu Prabowo

"Ngomongnya plintat-plintut gitu," katanya
Nasional
20 Juni 2019 21:11 WIB

Dapat Promosi Jabatan, Deputi Penindakan KPK Balik ke Polri

Di mana pun berada sing penting mengabdi untuk bangsa dan negara
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~